
Zi Yu lalu tanya apakah untuk penerjemahan kali ini Jin Yan ingin penerjemahannya ditulis tangan. Tidak, lebih baik diketik saja, jawab Jin Yan. Kenapa? Karena tulisan tangannya Yao Yao sangat jelek.
Keesokan harinya, Yao Yao bekerja seorang diri di ruang belajar. Saat dia sedang masak air di dapur, dia melihat ada tongkat pancing di pojokan.
Saat dia hendak kembali ke ruang belajar, tiba-tiba dia mendengar suara-suara aneh seperti suara-suara bantingan dan besi-besi berkelontangan dari sebuah kamar yang tertutup di pojok.
Zi Yu pernah memperingatkannya untuk tidak naik ke lantai atas dan tidak boleh pula masuk ke kamar pojok di itu. Tapi Yao Yao malah jadi penasaran begitu mendengar suara-suara aneh dari kamar terlarang itu. Tepat saat dia sampai didepan kamar terlarang itu, Jin Yan keluar dengan pakaian dan masker aneh.
Kasus anak hilang itu semakin bertambah. Kali ini anak ke-6 itu hilang saat dia naik bis. Anak-anak hilang yang sebelumnya sepertinya juga sama, hilang saat mereka naik bis.
Xun Ran dan partnernya lalu pergi ke halte bis, tempat anak-anak itu menghilang. Di sekitar area halte bis itu, ada sebuah jalan menuju gunung tempat villa Bo Jin Yan berada. (Waduh!) Xun Ran langsung curiga.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya, Yao Yao membuka jendela untuk menikmati pemandangan indah di luar. Dia lalu keluar, jalan-jalan ke danau.
__ADS_1
Disana dia mendapati tongkat pancing yang dia lihat di dapur tadi, sekarang sedang bertengger di tepi danau. Tapi anehnya, dia tidak melihat keberadaan Jin Yan. Yao Yao akhirnya menghabiskan waktunya memancing sendirian.
Beberapa saat kemudian, dia membawa semua peralatan mancing itu pulang. Dia lalu mengirim pesan ke Jin Yan mengatakan kalau dia membawa pulang peralatan pancingnya dan ikan-ikan hasil tangkapannya. Tapi Jin Yan tidak membalas pesannya. Jin Yan baru membalas pesannya setelah Yao Yao pulang.
Xun Ran ikut makan malam bersama Yao Yao dan keluarganya. Dia lalu bertanya pada Yao Yao, berapa banyak orang yang tinggal di villa itu atau sekitarnya. Hanya Jin Yan, jawab Yao Yao.
Tapi Xun Ran masih penasaran, apa mungkin ada orang lain yang tinggal di villa itu tapi Yao Yao belum mengetahuinya?
"Mungkin saja. Aku belum pernah ke lantai 2 dan di lantai 1 ada kamar tertutup. Kalau tuan Bo itu orang jahat maka mungkin dia juga membunuh orang disana" jawab Yao Yao.
Jin Yan sedang memasak ikan hasil tangkapan Yao Yao. Saat tengah menunggu masakannya matang, dia tampak melirik kamar terlarang yang lagi-lagi terdengar suara-suara aneh dan kayaknya sih ada bayangan yang mondar mandir.
Lalu setelah masakannya jadi, dia membuka kamar itu dan berkata entah pada siapa "Ini adalah hukumannya. Sekarang kau tahu rasanya takut"
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Yao Yao tidak bisa pulang gara-gara hujan lebat dan badai petir. Parahnya lagi, listrik tiba-tiba mati. Yao Yao takut dan langsung berusaha memanggil Jin Yan berkali-kali sampai akhirnya Jin Yan muncul bagai hantu.
"Tuan Bo, listriknya mati"
"Kau memanggilku cuma mengatakan hal yang sudah jelas?"
"Apa anda punya lilin?"
"Ada"
"Dimana?"
"Tidak tahu"
__ADS_1
"Lalu kapan listriknya akan diperbaiki?"