
Jin Yan lalu memakaikan bros dan alat sadap suara di telinga Yao Yao. Tapi Jin Yan tampaknya kurang berpengalaman dalam memakaikan bros dan alat sadap suara sampai-sampai dia butuh waktu cukup lama untuk memasang kedua alat itu,.
Bahkan Yao Yao pun sampai ketawa geli mrlihat Jin Yan kesusahan memakaikan alat-alat itu. Yao Yao akhirnya berinisiatif memasang sendiri alat penyadap itu di telinganya.
Lalu setelah sukses memasangnya, dia bertanya-tanya, alat ini tidak akan masuk ke lubang telinga kan?
"Bisa" kata Jin Yan "Karena itulah, saat kau makan, jangan terlalu banyak menggerak-gerakkan kepalamu"
Zi Yu mengantarkan Yao Yao ke tempat acara. Tapi sebelum Yao Yao masuk, Zi Yu mencereweti Yao Yao untuk berhati-hati dan lain sebagainya.
__ADS_1
Jin Yan juga ikut-ikutan menasehati Yao Yao "Jangan gugup. Mereka tidak akan sebodoh itu untuk membunuhmu malam ini" (hahahaha! itu nasehat apa nakutin orang?)
"Yao Yao, kau harus ingat... 'lagi hujan'," ujar Zi Yu
Yao Yao bingung "Ga hujan kok"
Di pesta, para wanita langsung menanyai Yao Yao tentang Jin Yan dan apakah Jin Yan punya pacar. Yao Yao berkata kalau dia kurang tahu masalah itu.
Karena Yao Yao tidak pernah disuruh Jin Yan untuk membooking restoran atau membeli bunga untuk cewek, mereka menduga kalau Jin Yan pasti tidak punya pacar... atau jangan-jangan dia masih perjaka. hahahaha! Jin Yan langsung kesal dan Zi Yu ketawa geli.
__ADS_1
Saat mereka mulai makan malam, Pei Ze duduk di sisi Yao Yao dan langsung berusaha merayu Yao Yao. Memberikan makanan untuk Yao Yao, menggodai wajah Yao Yao yang memerah bahkan terang-terangan memotret Yao Yao. Jelas saja Yao Yao jadi semakin mencurigai Pei Ze.
Yao Yao pamit ke kamar mandi padahal sebenarnya diam-diam dia berusaha mencari tahu keberadaan obat-obatan terlarang, Yao Yao juga meminta pada Jin Yan untuk menghapus fotonya yang ada di ponselnya Pei Ze begitu kasus ini selesai. Zi Yu cemas dan memintanya untuk tidak memaksakan dirinya mencari obatan-obatan terlarang itu sekarang. Tapi Jin Yan malah tidak mencegahnya sama sekali. Yao Yao pun meneruskan pencariannya (err... tapi ngapain yah nyari di dalam toilet? hahaha!).
Tapi saat dia membuka tangki air, dia menemukan ada sesuatu yang dibungkus plastik. Yao Yao hendak mengambilnya tapi tiba-tiba Pei Ze mengetuk pintu gara-gara Yao Yao kelamaan di kamar mandi. Cemas, Jin Yan langsung memerintahkan Yao Yao untuk membuat-buat alasan pergi secepat mungkin dari sana.
Begitu Yao Yao keluar kamar mandi, dia melihat Mai Chen, manager Lin dan Lao Zhu pamit pulang. Sementara Xue Qing dan manager selingkuhannya sedang minum wine bersama. Tapi kemudian Pei Ze menyuruh mereka berdua untuk cuci piring.
Saat Xue Qing dan selingkuhannya sedang cuci piring, Pei Ze mengajak Yao Yao keliling rumahnya. Yao Yao gelisah tapi dia menurut dan mengikuti Pei Zei sampai ke kamar belajarnya dimana Yao Yao melihat Pei Ze punya koleksi kuas. Apa Pei Ze suka kaligrafi? tanya Yao Yao.
__ADS_1