CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI

CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI
episode 25


__ADS_3

Jin Yan tampak merasa bersalah mendengar semua keluhan Yao Yao. Tapi dia tidak mengerti, dia kira kalau Yao Yao akan bersedia membantunya dengan suka rela, mereka bahkan bekerja sama dengan baik dalam kasus sebelumnya.


Yao Yao bersikeras kalau kesediaannya membantu Jin Yan dalam kasus sebelumnya dan apa yang Jin Yan lakukan dalam mengganggu kehidupan profesionalnya dan kehidupan pribadinya adalah 2 hal yang berbeda. Dengan kepintarannya yang diatas rata-rata, masak Jin Yan tidak bisa memahami prinsip dasar ini.


Saat mereka berdua saling terdiam canggung di meja kerja masing-masing, Pei Ze tiba-tiba datang dengan membawa 2 cangkir kopi.


Pei Ze memperhatikan ekspresi sedih Yao Yao dan langsung memandangi mereka berdua dengan heran. Tapi Yao Yao langsung pasang senyum dan berkata kalau dia baik-baik saja.


Setelah Pei Ze pergi, Yao Yao dan Jin Yan kembali saling terdiam canggung di meja kerja masing-masing. Jin Yan berusaha memecahkan kecanggungan diantara mereka dengan meminta mocha. Tapi Yao Yao yang masih kesal, menyuruh Jin Yan untuk mengambilnya sendiri.

__ADS_1


Lama-lama, Jin Yan jadi kesal. Dia memberitahu Yao Yao kalau kasus kali ini tidak akan memakan waktu lama, bahkan kasus sebelumnya pun hanya butuh waktu 5 hari. Jin Yan terang-terangan menghina pekerjaan Yao Yao karena yang Yao Yao lakukan cuma membuat barang yang sebenarnya berharga rendah untuk kemudian dia jual dengan harga tinggi di tempat lain.


Jika Yao Yao tua nanti, apa Yao Yao mau memberitahu anak-anaknya dan cucu-cucunya tentang berapa banyak barang yang berhasil dia jual atau mau memberitahu berapa banyak nyawa yang dia selamatkan.


Yao Yao langsung protes dan membela pekerjaannya karena pekerjaannya ini adalah pekerjaan peredaran komoditas yang sangat penting dan bisa meningkatkan perekonomian.


Yao Yao akhirnya mau juga membuka dan mempelajari dokumen itu dan membuat Jin Yan senang. Jin Yan menjelaskan kalau korban adalah Wang Wan Wei, pegawai kantor ini yang bunuh diri sekitar sebulan yang lalu.


Yao Yao heran, bukankah Jin Yan hanya mengurusi penjahat paling kejam dan berbahaya. Kenapa Jin Yan malah tertarik mengurusi kematian pegawai kantoran biasa.

__ADS_1


Jin Yan mengaku kalau dia sebenarnya tidak tertarik dengan kasus ini, tapi ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa menolak kasus ini. Memangnya alasan apa yang membuat Jin Yan tidak bisa menolak kasus ini?


Belum sempat mengatakan sesuatu, Jin Yan tiba-tiba ditelepon seseorang. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi tiba-tiba Jin Yan mengajak Yao Yao keluar, menemui seorang wanita yang Jin Yan bilang 'wanita yang menyusahkan'... dan ternyata, wanita yang Jin Yan bilang menyusahkan itu adalah presdir perusahaan ini yng sangat cantik dan masih muda. (dia wanita bernama Yin Zi Qi yang nelpon Zi Yu kemarin)


Jin Yan bersikap sangat casual dihadapan bu presdir dan tampak jelas kalau mereka berdua bukan cuma saling mengenal tapi juga punya hubungan yang cukup dekat.


Bu presdir memberitahu Yao Yao kalau dialah yang meminta Jin Yan menyelidiki kasus ini dan penunjukkan Yao Yao jadi asistennya Jin Yan memang sudah direncanakan karena memang itulah syarat yang Jin Yan inginkan.


Basa-basi selesai... sekarang saatnya membicarakan kasus ini. Bu presdir menyerahkan foto-foto korban dan memberitahu Jin Yan bahwa beberapa waktu yang lalu beberapa pegawai perusahaan ini pergi ke sebuah villa untuk menghadiri rapat setengah tahunan.

__ADS_1


__ADS_2