
Zi Yu memberitahunya bahwa biasanya Jin Yan tidak pernah membiarkan orang lain melihat-lihat file kasus itu bahkan ibu dan kakaknya pun tidak pernah melihatnya.
"Kau pernah melihatnya?"
"Iya"
"Kau pasti sudah banyak membantunya untuk sembuh"
"Tidak ada yang bisa membantunya, dia sembuh sendiri"
Setelah sarapan, Jin Yan, Yao Yao dan Xun Ran pergi ke kantor polisi. Hari ini adalah hari pertama Yao Yao bekerja. Xun Ran lalu mengantarkan mereka ke sebuah ruangan khusus yang nantinya akan jadi kantor mereka.
Yao Yao lalu menceritakan keputusannya untuk jadi asistennya Jin Yan ini pada sahabatnya. Sahabatnya Yao Yao sangat mendukung keputusannya itu.
__ADS_1
Tiba-tiba sepupunya sahabatnya Yao Yao menghampiri sahabatnya Yao Yao dan memperkenalkannya pada seorang pria yang ingin jadi pacarnya sepupunya meminta agar sahabatnya Yao Yao itu membantunya menilai pria itu.
Mereka kemudian jalan-jalan dimana sahabatnya Yao Yao mulai menanyai pria itu tentang berbagai hal kayak mertua menginterogasi calon menantu.
Tapi tiba-tiba pria itu melihat sesuatu yang menarik perhatiannya tak jauh dari sana. Mereka bertiga masuk ke tengah hutan dan langsung kaget melihat mayat seorang wanita.
Yao Yao dengan dibantu beberapa polisi sibuk menata kantor barunya. Setelah selesai, dia meminta Jin Yan untuk memulai pekerjaan.
Mereka berdua dan tim polisi pun langsung pergi ke TKP. Korban bernama Ruan Ming Huai, mahasiswa universitas Jiang Zhou jurusan ekonomi dan manajemen dan ternyata dia adalah teman sekamarnya Xiao Ran (sepupunya sahabatnya Yao Yao).
Senjata yang digunakan untuk membunuhnya adalah sebuah pisau yang ditemukan didekat korban. Bukan cuma leher saja yang digorok, bahkan tubuh dan wajah korban tampak penuh dengan luka tusuk dan sayatan. Selain pisau, hanya ada jejak sepatu di sekitar korban.
Jin Yan memperhatikan senjata itu dan keadaan mayat, ia lalu melihat cara si pembunuh membunuh korban dengan membayangkan dirinya jadi si pembunuh.
__ADS_1
Dari bayangannya itu, Jin Yan menyimpulkan bahwa pembunuhan ini adalah pembunuhan yang dilakukan dengan terburu-buru dan kekanak-kanakan.
Dilihat dari keadaan mayat, si pembunuh adalah orang yang tidak punya rasa kemanusiaan dan tampak jelas sangat menikmati pembunuhan yang dilakukannya.
Karena bahkan setelah korban mati pun, si pembunuh tidak langsung pergi malah melanjutkan aksinya dengan terus menerus menusuk korban dan sengaja merusak wajah korban dengan menyayat seluruh wajahnya.
Jelas pembunuhan ini dilakukan karena kebencian dan kecemburuan pada korban. Jin Yan memperingatkan polisi bahwa pembunuh ini harus dihentikan karena jika tidak maka dia pasti akan melakukan pembunuhan lagi.
Korban diperkirakan mati antara jam 9 sampai jam 11 malam. Hampir semua barang-barang korban masih ada di tas, kecuali ponsel. Jelas saja hal itu aneh, karena tidak mungkin gadis muda jaman sekarang tidak punya ponsel.
Polisi pun langsung berpencar untuk mencari ponsel korban. Tapi mereka tidak bisa menemukannya di manapun, jadi sudah pasti si pembunuh lah yang mengambil ponsel korban.
Xun Ran berinisiatif menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu dan melacak nomor ponsel korban saja dan minta data call history ponsel korban dari perusahaan komunikasi.
__ADS_1