
Susan dan tim FBI menggeledah rumah orang tua Jin Yan. Susan melihat-lihat foto-foto Jin Yan yang terpajang di rak dan menemukan sebuah foto yang menarik perhatiannya.
Foto kelulusan Jin Yan dimana dalam foto itu, Jin Yan tampak mengenakan kalung salib yang sama persis dengan kalung salib yang tadinya mereka temukan didekat mayat berambut pirang.
Saat dia menanyakan kalung salib itu, ibunya Jin Yan berkata kalau kalung salib itu adalah pemberian neneknya Jin Yan. Dulu Jin Yan selalu memakainya tapi sejak dia diselamatkan dari penculikannya, dia tidak pernah lagi memakainya.
Jin Yan yakin kalau tujuan utama si penjahat itu adalah melanjutkan apa yang belum bisa diselesaikan Xie Han. Orang itu ingin menghancurkannya, makanya dia mencuri data-datanya dan membunuh Evan. Kalau FBI sampai menemukan bukti yang bisa memberatkannya maka sudah pasti dia akan langsung diseret kedalam penjara.
Cemas, Zi Yu langsung beranjak pergi untuk minta bantuan Susan. Tapi Jin Yan langsung melarangnya. Dia tidak mau berdiam diri saja di tempat ini karena dia bisa kalah dia cuma diam.
"Katakan pada Jian Yao. Selama aku masih bisa bernapas, aku pasti akan kembali ke sisinya"
__ADS_1
Zi Yu akhirnya menyerahkan kunci mobilnya pada Jin Yan. Tak lama kemudian, Jin Yan pergi ke tempat yang letaknya cukup sepi dimana di tempat itu Zi Yu memarkir Andy. Dia lalu membawa Andy pergi.
Sementara itu, Zi Yu pergi ke rumah sakit menemui Yao Yao yang sudah cemas setengah mati apalagi baik dia maupun Jin Yan tidak ada yang bisa dihubungi. Zi Yu menjelaskan kalau mereka hanya cemas, takutnya telepon mereka disadap.
Mereka kemudian saling bertukar informasi dan Yao Yao memberinya USB pemberian Dr. Barnes. Setelah itu, Zi Yu menunjukkan sebuah video game yang diciptakannya khusus untuk Yao Yao.
"Saat dia sedang tidak berada disisimu, mainkan saja game ini. Setelah kau menyelesaikannya, dia pasti akan kembali padamu"
"Jian Yao, Jin Yan memberitahuku untuk menyampaikan padamu, bahwa selama dia masih bisa bernapas maka dia pasti akan kembali ke sisimu"
Dalam perjalanan, Jin Yan ditelepon Zi Yu yang melapor tentang USB pemberian Dr. Barnes. Isi USB itu adalah catatan informasi tentang kondisi medis Xun Ran yang sangat berbeda dengan kondisinya yang sebenarnya.
__ADS_1
Zi Yu yakin pasti ada seseorang yang sengaja memalsukan catatan medis itu dan karenanya dia sudah menghubungi polisi Hong Kong untuk menyelidiki masalah ini.
Jin Yan cukup kaget mendengar USB itu pemberian Dr. Barnes, Zi Yu mengingatkannya kalau Jin Yan dulu pernah menyelamatkan adiknya Dr. Barnes.
Jin Yan tiba-tiba teringat bagaimana dulu Dr. Barnes tampak ingin mengatakan sesuatu padanya tapi urung gara-gara kesibukannya.
Bu presdir pergi menemui Dr. Barnes di sebuah cafe. Dr. Barnes lah yang menghubunginya karena Dr. Barnes berkata kalau dia punya informasi tentang Jin Yan.
Dr. Barnes mengaku kalau dia menghubungi bu presdir atas suruhan Jin Yan. Jin Yan meminta bantuannya karena dia dan Zi Yu saat ini sedang diawasi polisi. Dia lalu menuliskan sebuah alamat.
Susan pergi menemui Zi Yu dan menyerahkan foto-foto mayat berambut pirang dan kalung salib yang ditemukan didekat mayatnya. Mayat itu sangat sesuai dengan apa yang Jin Yan ucapkan pada Tommy dan kalung salibnya sama persis dengan kalung salibnya Jin Yan. Susan mengaku semua penemuan itu membuatnya mulai meragukan Jin Yan.
__ADS_1