CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI

CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI
episode 82


__ADS_3

Yao Yao memimpikan insiden penyerangan waktu itu sebelum akhirnya dia terbangun dan mendapati dirinya terbaring dibawah mesin pembunuh. Mesin pembunuh itu tiba-tiba terjatuh ke arahnya... dan Yao Yao terbangun dari mimpinya.


Yao Yao mndapati dirinya tertidur di sebuah kasur putih dan memakai gaun warna putih (siapa yang gantiin bajunya yah? Xie Han?). Dia ingin bangun tapi entah kenapa dia merasa kakinya tidak bisa bergerak.


Xie Han datang tak lama kemudian lalu mengajak Yao Yao makan. Awalnya Yao Yao ketakutan tapi kemudian dia mulai menenangkan dirinya dan menuruti ajakan makan Xie Han. Xie Han lalu menggendongnya ke meja makan.


Tim polisi, FBI dan Jin Yan menyerbu lokasi yang diduga markasnya Xie Han. Tapi sesampainya disana, Xie Han sudah tidak ada dan satu-satunya yang mereka temukan hanya mayat Tommy.


Diatas mayat Tommy, Xie Han meninggalkan sebatang tulip hitam yang didalamnya ada sebuah pesan untuk Jin Yan. Kali ini pesannya ditulis dalam bentuk puisi yang intinya Jin Yan akan kesulitan untuk mencari tahu dimana dia menyekap Yao Yao.

__ADS_1


Salah seorang polisi heran, kenapa Xie Han menghabiskan banyak upaya untuk membebaskan Tommy dari penjara kalau pada akhirnya hanya untuk dibunuh seperti ini saja.


Susan menduga mungkin karena Tommy memiliki sesuatu yang diinginkan Xie Han. Jin Yan tahu apa yang Xie Han inginkan (video rekamannya) tapi dia langsung pergi tanpa memberitahu apapun pada Susan.


Susan langsung mengejarnya dan menuntut Jin Yan untuk memberitahunya tapi Jin Yan tetap bersikeras untuk tutup mulut. Karena walaupun dia bisa mempercayai Susan dan timnya tapi dia tidak yakin kalau timnya Susan akan mempercayainya.


Xie Han memotongkan steak untuk Yao Yao. Xie Han memberitahunya kalau steak itu dibuat oleh chef hotel Hilton... makanan yang dulu sangat disukai Tommy. HAH? iiiihh, itu daging manusia? Yao Yao langsung mual dan berhenti makan.


Jin Yan melihat Zi Yu yang sampai sekarang masih belum sadarkan diri. Susan datang untuk meminta maaf. Dia menyadari saat ini bukan waktu yang tepat mengingat situasi yang Jin Yan hadapi sekarang. Tapi bagaimanapun, Ji Yan harus memberitahu segala informasi tentang Tommy.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau ketahui?"


"Allen... aku ingin tahu tentang Allen. Aku tahu kau merasa Xie Han akan mempercepat aksinya. Bagaimana aku bisa membuat keputusan yang tepat jika aku tidak mengetahui semua informasinya?"


Jin Yan mengaku kalau dia memang sudah tahu apa tujuan utama Xie Han "Kurasa sebentar lagi dia akan melakukan rencana berikutnya. Saat itu terjadi, jika kau masih sudi untuk mempercayaiku, maka carilah aku. Akan kuberitahu tentang apa yang sebenarnya kupikirkan"


Yao Yao terbangun dan mendapati dirinya terbaring di sebuah kamar lain. Kali ini dia bisa bergerak dan turun dari kasurnya. Saat dia keluar, dia melihat Jin Yan berdiri membelakanginya menghadap jendela.


Dia berusaha memanggil Jin Yan tapi Jin Yan tetap diam membelakanginya. Yao Yao menyentuhnya dan Jin Yan pun berbalik. Yao Yao langsung kaget karena pria itu ternyata Xie Han... dan tiba-tiba dia tersentak bangun di sebuah penjara bawah tanah.

__ADS_1


Yao Yao mendapati dirinya terduduk di sebuah kursi dan didepannya ada sebuah TV yang memberitakan tentang pembantaian massal. Xie Han tiba-tiba datang dan langsung mengunci pintu penjaranya.


__ADS_2