
Saat tengah menunggu hasil otopsi korban yang diduga sebagai korban pertama, Yao Yao bertanya-tanya kenapa tidak ada seorang pun yang berusaha mencari atau melaporkan anak yang hilang di siang hari.
"Tak peduli seberapa hangat siang hari, malam akan selalu datang, kegelapan akan selalu datang. tidak semua bunga bisa mendapat sinar matahari dan hujan. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk hal-hal seperti itu" kata Jin Yan.
"Terima kasih atas jawabanmu yang sangat puitis itu"
Xun Ran tiba-tiba menyuruh Jin Yan masuk, tapi kali ini Yao Yao akhirnya memberanikan diri untuk ikut masuk. Yao Yao bertanya kenapa Jin Yan sangat ingin tahu tentang identitas korban pertama itu? apakah identitas korban pertama itu sangat penting?
"Bayangkan jika sekitar setahun yang lalu, keinginanmu yang terdalam untuk membunuh orang tiba-tiba terpicu. Tapi kau masih belum punya cara ataupun pengalaman menculik orang. Bagaimana kau akan memilih korbanmu? Apa kau akan memilih korban yang sudah kau kenal, yang paling mudah dibunuh dan yang paling tidak berbahaya"
__ADS_1
Kemungkinan korban pertama ini dan si pembunuh saling mengenal. Mungkin tetangga atau teman atau mungkin juga saudara. Jadi kalau mereka mengetahui identitas korban pertama ini maka mereka akan bisa menemukan si pembunuh lebih cepat.
Jin Yan lalu mengukur panjang celana korban tapi dia yakin ini bukan milik korban karena celana ini ukurannya terlalu panjang.
Diantara barang-barang korban yang lain, ada sebuah kotak pencil yang sudah sangat lusuh dan lapuk. Mereka memperhatikan ada tulisan di atas kotak pencil itu tapi tulisannya sudah sulit dibaca.
Jin Yan akhirnya menyuruh Yao Yao untuk memotretnya saja agar bisa diteliti oleh Zi Yu. Yao Yao memotretnya tapi kemudian, dia memanfaatkan keadaan untuk memotret Jin Yan juga.
Saat melihat-lihat koleksi foto-foto lainnya, Jian Xuan melihat foto bukti kotak pensil dan langsung mengenalinya sebagai kotak pensil yang pernah diberikan oleh pihak sekolah.
__ADS_1
Berkat informasi dari Jian Xuan, Yao Yao dan Jin Yan langsung mendatangi sekolah tersebut. Tapi Jin Yan yakin kalau korban bukan murid sekolah ini karena sekolah SMA ini adalah sekolah terbaik di area ini jadi kalau ada salah satu murid yang hilang maka pasti akan langsung dilaporkan.
Salah satu guru kenalan Yao Yao mengatakan bahwa kotak pensil itu adalah hadiah yang diberikan pada para murid dalam festival olahraga musim gugur tahun lalu dan ada 14 murid yang mendapatkan kotak pensil itu.
Para murid yang mendapatkan kotak pensil itu sekarang sedang liburan tapi pak guru sudah menyuruh mereka semua untuk kembali ke sekolah sekarang.
Jin Yan tiba-tiba pergi tapi dia menyuruh Yao Yao untuk tetap tinggal untuk menginterogasi para murid yang memiliki kotak pensil itu. Terpaksalah Yao Yao akhirnya mewawancarai para murid itu seorang diri.
Tapi sayang, tidak ada satupun jawaban yang bisa memberikan petunjuk karena kebanyakan para murid sudah membuang kotak pensil itu atau diberikan pada saudaranya.
__ADS_1
Sementara itu, Xun Ran dan partnernya sibuk keliling dari satu toko ke toko lain mencari informasi pembelian pisau-pisau yang digunakan si pembunuh. Tapi tidak ada satupun bukti transaksi pembelian yang mencurigakan.