
Xun Ran menelepon Yao Yao tak lama kemudian tapi berhubung dia masih sibuk dipijat, Zi Yu lah yang akhirnya mengangkat teleponnya.
Xun Ran berkata bahwa masa jabatannya sudah selesai dan dia akan kembali ke kampung halamannya (Wah, kok cepet banget), dia menelepon untuk bertanya apakah Yao Yao mau menitipkan sesuatu untuk keluarganya.
Zi Yu lalu memberitahu Yao Yao bahwa 'sang kesatrianya' mau pulang kampung. Jin Yan cemburu berat. "Kalau dia mau pulang yah pulang saja. Kenapa dia musti melapor ke Yao Yao?"
Yao Yao datang sendirian ke bandara dan menitipkan beberapa barang untuk keluarganya dan Xun Ran juga. Sebelum berangkat, Xun Ran tiba-tiba mengejutkan Yao Yao dengan menarik Yao Yao kedalam pelukannya.
"Sekali ini saja. Kau tidak boleh membiarkanku pergi tanpa memberiku apa-apa" (Awwww... Xun Ran)
Setibanya kembali ke apartemen, Yao Yao ditelepon Jin Yan yang menyuruhnya untuk berdandan dan bersiap-siap karena sebentar lagi ada sebuah mobil yang akan datang menjemput Yao Yao. (Oooooh... ada acara apa nih? ngedate yah? hehe)
Setelah berdandan cantik, Yao Yao turun dan mendapati sebuah mobil mewah sudah menunggunya. Dalam perjalanan, Yao Yao terkagum-kagum dengan berbagai fitur mewah mobil itu lalu menelepon Jin Yan untuk bertanya sekali lagi kenapa dia dijemput mobil.
__ADS_1
Jin Yan mengaku kalau sebelumnya dia pernah ingin melakukan sesuatu yang penting tapi sayangnya, waktu itu ada banyak hal yang menghalanginya. Jadi sekarang dia ingin melanjutkan rencananya yang tertunda waktu itu. Rencana apa? tanya Yao Yao.
"Masak kau tidak tahu? Aku membawamu untuk kencan"
"Kencan?"
"Romantis kan?"
"Romantis apanya? Bo Jin Yan, apa yang sebenarnya kau lakukan?" protes Yao Yao padahal senyum lebar banget.
Tapi yah tentu saja semua ini bukan murni idenya Jin Yan, Zi Yu lah yang membantu mengatur semua ini untuk mereka. Saat akhirnya dia melihat Jin Yan yang sangat tampan dengan balutan tuksedo, Yao Yao langsung malu sampai tidak berani menatap mata Jin Yan.
Mereka kemudian makan malam bersama sambil saling berdiam diri dengan canggung. Jin Yan lah yang akhirnya berinisiatif memecahkan keheningan dengan mengajak Yao Yao bersulang dan bertanya apakah benar Yao Yao tidak berencana mencari pacar?
__ADS_1
Yao Yao malah salah mengira kalau Jin Yan bertanya seperti itu karena Jin Yan mau menjodohkannya dengan orang lain.
"Aku tidak akan menjodohkanmu dengan orang lain" jawab Jin Yan.
Setelah makan malam selesai, Jin Yan membawa Yao Yao ke kamar tidur dan memberinya kejutan kembang api dari jendela kamar.
Lalu setelah itu, Jin Yan berpaling ke Yao Yao dan monyongin bibir minta dici~m. hahahahahaha XD ampun deh nih orang. Yao Yao tidak menci~mnya dan hanya mengucap terima kasih.
Jin Yan kecewa. Mereka lalu kembali mengalihkan perhatian mereka ke jendela dan melihat kembang api lagi sambil saling berdiam diri dan melirik dengan canggung.
Jin Yan mencoba menci~m Yao Yao lagi, dia mau langsung nyosor tapi Yao Yao sigap menghindar.
"Kenapa kau bersembunyi dariku? Apa kau tidak mau aku menci~mmu"
__ADS_1
"Kau mau menci~mku?"
"Tentu saja. Sangat"