CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI

CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI
episode 104


__ADS_3

Asistennya Zi Yu menyela mereka karena dia menemukan sesuatu. Dari emailnya Dr. Barnes, dia menemukan beberapa email yang bisa membuktikan adanya seseorang di Hong Kong yang bekerja untuk Xie Han. Email itu telah di-hack seseorang tapi si asisten berhasil melacak si hacker itu.


Jin Yan tiba di rumahnya Evan malam harinya. Dia masuk ke rumah kosong itu lalu mulai membayangkan aksi pembunuhan malam itu, sejak si pembunuh masuk rumah hingga ia membunuh Evan.


Dia membayangkan bagaimana Evan berusaha melarikan diri dari si pembunuh, lalu mengambil senapannya sendiri dan menembak lengan si pembunuh. Darah si pembunuh terciprat ke tembok dan ke lantai.


Evan mengira dia sudah mengalahkan si pembunuh tapi tiba-tiba si menembakkan pelurunya pada Evan sampai mati. Setelah memastikan Evan mati, si pembunuh mengambil senapannya Evan dan membersihkan ceceran darahnya sebelum dia pergi.


Menduga masih ada jejak darah di celah lantai, Jin Yan langsung mengambil sedikit serat kayu lantai itu.


Bu presdir pergi ke sebuah hutan seorang diri, dia celingukan dengan bingung sampai saat Jin Yan memanggilnya. Bu presdir sangat cemas karena sekarang Jin Yan jadi buronan. Dia datang membawakan uang untuk Jin Yan tapi Jin Yan menolaknya.

__ADS_1


"Aku sudah merencanakannya, aku akan mengirimmu ke Amerika Selatan. Setelah keadaan tenang, aku akan mengirimkan nona Jian kesana juga"


"Jie (kakak perempuan)."


Bu presdir tampak terharu mendengarnya, apalagi selama ini kan Jin Yan bahkan tidak mau mengakui hubungan persaudaraan mereka.


Jin Yan memohon agar selama dia pergi, bu presdir menjaga Yao Yao untuknya. Dia lalu menyerahkan sample yang dia ambil dari lantai rumahnya Evan dan meminta bu presdir untuk menyerahkannya pada Zi Yu.


Jin Yan pucat pasi dan Andy mendeteksi tekanan darah Jin Yan menurun drastis dan detak jantungnya meningkat tajam, Zi Yu menelpon saat itu dan memberitahunya kalau Susan sudah berhasil menemukan si hacker tapi orang itu ternyata tidak tahu siapa orang yang mempekerjakannya.


Jin Yan sama sekali tidak mempedulikan sakitnya dan langsung menanyakan tentang Yao Yao. Zi Yu meyakinkannya kalau Yao Yao aman, bahkan saat ini dia dijaga oleh agen FBI.

__ADS_1


Zi Yu menyadari suara Jin Yan yang kedengaran lemah, dia jadi cemas tapi Jin Yan cepat-cepat mematikan sambungan mereka. Jin Yan pingsan tak lama kemudian.


Jin Yan pingsan, tapi untunglah ada Andy si mobil jenius yang bisa jalan sendiri dan membawa Jin Yan ke rumahnya Dr. Barnes.


Saat Jin Yan sadar, dia melihat Dr. Barnes memberinya suntikan obat penenang agar Jin Yan bisa tidur.


Jin Yan akhirnya tidur lagi... tapi beberapa saat kemudian, saat dia mulai membuka mata, dia malah mendapati seseorang menodongkan pistol padanya lalu menghajarnya sampai pingsan.


Sementara itu, Zi Yu dan asistennya masih bekerja keras sepanjang malam, berusaha mengidentifikasi sample darah dari Jin Yan itu.


Keesokan harinya, Zi Yu gagal mengidentifikasi sample darah itu, akhirnya dia menyerahkannya pada Susan agar diidentifikasi oleh badan forensik saja.

__ADS_1


__ADS_2