
Seorang pria bernama Mei Jun Yuan (Yup, dialah si nomor satu) yang jadi pemenang kedua dalam acara award itu sementara korban pria muda adalah pemenang pertama. Tapi setelah menyelidiki passport tersangka, dia malah mendapati passport itu palsu.
Seorang polisi lain tiba-tiba datang untuk melaporkan bahwa ada laporan 2 orang hilang. Yang satu wanita muda yang bekerja di sebuah toko perhiasan dan yang satunya adalah seorang profesor yang telah pensiun.
Jin Yan dan Yao Yao langsung pergi ke toko perhiasan tempat wanita hilang itu bekerja. Kenapa harus ke toko perhiasan dulu? Karena di toko perhiasan pasti ada CCTV.
Setelah beberapa lama mencari, mereka akhirnya menemukan sebuah video yang merekam saat no.1 datang ke toko itu, pura-pura jadi pelanggan padahal dia sengaja merayu korban dan memberikan nomor teleponnya.
__ADS_1
Tapi yang paling menarik perhatian Jin Yan adalah apa yang dia lihat lewat refleksi cermin. Setelah keluar toko, si pelaku tampak tidak langsung meninggalkan foto, dia melihat sesuatu di luar cukup lama. Tapi apa yang dilihatnya?
Jin Yan keluar toko untuk melihat apa yang si no.1 lihat dan mendapati sebuah papan yang menginformasikan bahwa sekitar area itu ada sebuah sekolah, bahkan beberapa anak SD terlihat menyeberang jalan. Sudah pasti yang dilihat si pelaku adalah korban berikutnya dan targetnya pasti anak kecil.
Dia lalu menelepon Zi Yu dan menyuruh Zi Yu mencari informasi tentang keberadaan sekolah di sekitar toko perhiasan. Zi Yu mengonfirmasi memang ada sekolah SD di sekitar area itu. Lalu apakah ada murid yang mengikuti ajang kompetisi menulis itu?
Panik, Jin Yan dan Yao Yao langsung bergegas ke tempat acara award itu. Acara sudah dimulai saat mereka tiba disana, mereka lalu duduk di deretan bangku paling belakang sambil mencari si pelaku diantara para penonton.
__ADS_1
Anak-anak SD penerima penghargaan termasuk target si pelaku maju ke depan untuk menerima piala mereka. Jin Yan tiba-tiba maju mendekati panggung tapi di tengah jalan, lampu tiba-tiba mati dan alarm berbunyi nyaring. Anak-anak SD itu langsung berhamburan dengan panik dan para penonton lainnya juga langsung ikut-ikutan berhamburan dengan panik.
Gara-gara hal ini, Jin Yan jadi kehilangan fokus pada anak SD targetnya. Jin Yan jadi makin panik, dia berusaha menembus kerumuman orang-orang tepat bersamaan dengan si no.1 yang juga tengah berusaha mendekati korbannya.
Dia sukses menarik anak itu dengan mudah lalu membungkamnya sampai pingsan, meninggalkan piala anak itu lalu membawanya kabur... tapi untunglah tepat saat dia hendak membuka pintu, Jin Yan cepat menemukannya dan berhasil menarik anak itu dari cengkeraman no.1.
No.1 berusaha merebut anak itu kembali tapi Jin Yan berusaha keras melindungi anak itu. Kesal, si no.1 langsung menghajar Jin Yan lalu kabur.
__ADS_1
Jin Yan berusaha mengejarnya tapi no.1 berhasil menghilang dengan cepat. Karena si no.1 sempat menyentuh piala anak itu, polisi akhirnya berhasil mendapatkan sidik jarinya dan mengidentifikasi si no.1.