CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI

CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI
episode 24


__ADS_3

Pada saat yang bersamaan, seseorang (ga jelas itu Jin Yan apa Zi Yu yah??) juga sedang berusaha memecahkan misteri angka-angka.


Yao Yao tengah bekerja sat dia melihat beberapa orang tampak sedang sibuk mondar mandir menata sebuah ruangan baru di kantor itu.


Kabarnya hari ini departemen pemasaran akan kedatangan direktur baru. Tapi yang membuat mereka bingung, kenapa seseorang yang posisinya setinggi itu malah bekerja di lantai mereka.


Tiba-tiba mereka semua dipanggil untuk meeting, termasuk Yao Yao. Rapat kali ini adalah untuk memperkenalkan si direktur baru.


Mereka semua menunggu kedatangan si direktur cukup lama karena katanya si direktur baru itu sedang bicara dengan presdir mereka. Tak lama kemudian, si direktur baru itu akhirnya datang juga.

__ADS_1


Dan dia adalah... jeng-jeng-jeng... Jin Yan.(hahaha! siapa yah yang kemarin bilang kalau pekerjaan kantor itu membosankan dan buang-buang waktu?).


Semua orang menunggu dan mengharapkan Jin Yan mengatakan sesuatu tapi Jin Yan cuma diam saja. Dia baru mau bicara saat salah satu manager memintanya untuk mengatakan sesuatu. Tapi yah khas-nya Jin Yan, dia bicara tanpa sedikitpun mengucapkan kalimat basa-basi.


"Kutekankan, aku disini hanya untuk sementara waktu. Jadi kalian tidak perlu bermulut manis padaku dan aku juga tidak punya tenaga untuk mengurusi hal-hal seperti itu. Aku punya kebiasaanku sendiri dalam mengerjakan sesuatu. Kalian hanya perlu memenuhi semua kebutuhanku maka segalanya akan baik-baik saja. Saat aku pergi nanti, aku akan memberikan nilai A dalam tes performa kerja kalian"


Yao Yao kesal tapi di terpaksa menerimanya. Hmm... jangan-jangan penunjukan Yao Yao jadi sekretarisnya Jin Yan udah direncanain duluan? *curiga*


Setelah selesai rapat, semua orang kembali ke meja kerja masing-masing. Beberapa saat kemudian, Jin Yan tiba-tiba mendatangi Yao Yao dan menyuruh Yao Yao masuk ke ruangannya.

__ADS_1


Begitu masuk, Yao Yao langsung menuntut penjelasan Jin Yan. Tapi Jin Yan malah ketawa "Kau tidak bisa menghindari takdir jadi asistenku."


Tiba-tiba beberapa orang masuk membawa meja kerja, kursi, komputer dan lain-lain untuk Yao Yao yang kemudian mereka tempatkan di dekat meja kerjanya Jin Yan.


"Jangan bilang kalau disini ada kasus dan karena itu kau menyamar jadi direktur dan membuatku jadi asistenmu"


"Aku senang, akhirnya kau mulai menggunakan otakmu. Hanya saja kau masih agak lambat dalam menangkap sesuatu"


"Bo Jin Yan, tega sekali kau seperti ini. Kalau kau bekerja menyelidiki sebuah kasus, yah lakukan saja. Bagaimana bisa kau tidak mengatakan apapun dan tiba-tiba saja menganggu kehidupan profesionalku. Apa kau tahu seberapa besar usahaku untuk mendapatkan pekerjaan ini? Ini adalah pekerjaan yang kuimpian sepanjang hidupku. Saat kau bekerja, kau tidak suka diganggu. Aku juga berharap kalau pekerjaanku ini akan stabil dan tidak ada hal-hal lain yang akan mengganggu pekerjaanku. Tapi sekarang lihatlah apa yang kau lakukan. Memangnya aku ini detektif yang bekerja di kepolisian? Atau pekerja kantoran bermuka dua? Saat kau pergi nanti, bagaimana aku akan berinteraksi dengan rekan-rekanku. Semua orang pasti akan berkata 'dia polisi yang menyamar, hati-hati kalau bicara padanya'. Atau apakah aku harus mengikutimu dalam menyelidiki kasus berikutnya dan selalu siap setiap kali kau menelepon?"

__ADS_1


__ADS_2