
Saat Jin Yan terbangun, dia mendapati dirinya duduk di sebuah kursi yang terletak di tengah-tengah ruangan gelap dalam keadaan kedua tangan dan kakinya di rantai. Dia menyadari kehadiran orang lain yang tengah mengawasinya dari sudut gelap.
"Kau siapa? Xie Han yang asli? Sepertinya kau mirip Tommy. Kau pikir dengan menculik, mencambuk dan menyiksa tubuh bisa membuatmu mencapai tujuanmu"
"Bagaimana bisa aku disamakan dengan Tommy? Waktu itu selama kau bisa melarikan diri, kau selamat. Tapi kali ini, bahkan sekalipun kau melarikan diri dariku, kau tetaplah seorang buronan dengan tuduhan pembunuhan. Akuilah Simon, aku telah menciptakan situasi yang hampir sempurna untukmu. Saat ini, harapanmu satu-satunya hanyalah teman-teman yang masih mempercayaimu" kata orang itu.
Begitu mendengar suaranya, Jin Yan seketika langsung tersentak menyadari kalau dia mengenali suara yang terdengar cukup akrab itu.
Menyadari Jin Yan mengenali suaranya, orang itu mulai berjalan mendekati Jin Yan dan dia adalah... tunangannya bu presdir, Yi Yang.
"Kau ternyata"
"Kau tidak menyangka kan? Selalu ada di sisimu cukup lama tapi kau tidak pernah memandangku dengan serius"
__ADS_1
Yi Yang mengaku kalau Tommy dan Xie Han adalah hasil ciptaannya. Tapi sekarang Jin Yan sudah ada di tangannya, jadi kedua ciptaannya yang sudah mati itu sudah tidak berarti lagi. Apalagi Jin Yan jauh lebih tangguh daripada kedua ciptaannya yang dulu itu.
"Kenapa Xie Han bunuh diri?"
"Dia hanya salah satu hasil kreasiku. Membuatnya hancur sama mudahnya seperti menjentikkan jariku"
Flashback...
Malam itu, Xie Han mengajak Yi Yang bersulang untuk merayakan kesuksesannya. Dia mengira kalau dia sudah menang, Jin Yan sudah membunuh Yao Yao dan sekarang Jin Yan benar-benar jatuh ke tangannya.
Gara-gara tipuan Jin Yan ini, Xie Han menyadari kalau Yi Yang sekarang jadi kecewa dan tidak tertarik lagi padanya, makanya dia memutuskan untuk bunuh diri. (semudah itu kau memutuskan untuk bunuh diri Xie Han? saya kecewa!)
Kembali ke masa kini,
__ADS_1
Yi Yang dengan penuh kebanggaan memberitahu Jin Yan bahwa dia seorang pemahat seni yang tidak pernah sekalipun membunuh orang secara langsung dengan tangannya sendiri.
"Tanganku bahkan jauh lebih bersih darimu. Kau masih ternoda oleh darah ayahmu, bukankah begitu?"
"Apa yang kau mau?"
"Aku mau kau untuk melakukan kejahatan bersamaku, setelah aku memahatmu. Simon, aku tahu kalau tekadmu sangat kuat. Tapi semakin kuat sesuatu, aku semakin ingin menghancurkannya. Saat aku menghancurkannya, Allen akan kembali."
Yi Yang tiba-tiba mengeluarkan sebuah pisau lalu menusukkannya ke dalam lengan Jin Yan pelaaaan-pelaaaan. Jin Yan kesakitan, darahnya tercucur deras, tapi dia berusaha bertahan bahkan tidak mengeluarkan suara kesakitan sedikitpun.
Tiba-tiba sesuatu terjatuh dari dalam lengan Jin Yan. Yi Yang memungutnya dan langsung kaget menyadari alat itu ternyata sebuah alat sadap.
Seketika itu pula, pintu tiba-tiba terbuka. Susan, seorang rekan kerjanya dan Zi Yu menerobos masuk sambil menodongkan pistol pada Yi Yang. Zi Yu melepaskan ikatan rantai tangan dan kakinya Jin Yan.
__ADS_1
Ternyata mereka memang sudah membuat rencana menjebak Yi Yang dan Dr. Barnes lah yang memasukkan alat sadap itu kedalam lengan Jin Yan setelah Dr. Barnes mengeluarkan peluru yang melukai lengannya.