
Yao Yao langsung pergi ke kamarnya Jin Yan untuk menyerahkan misteri angka yang berhasil dipecahkannya itu. Tapi ternyata Jin Yan sudah mengetahuinya. Dia lalu memberitahu Yao Yao bahwa angka-angka itu bukan ditulis oleh Sun Yong (si pembunuh berantai yang membunuhi dan memutilasi anak-anak remaja) tapi oleh orang lain.
Jin Yan menduga mungkin orang lain yang menulis angka-angka itu adalah orang yang sudah terlebih dulu tahu tentang siapa si pembunuh atau mungkin juga... dialah yang memicu keinginan terdalam Sun Yong untuk membunuh orang.
"Orang ini punya ketertarikan yang aneh padaku. Dia dengan sengaja memicu atau memprovokasi adanya kasus-kasus yang pasti akan menarik perhatianku. Dia dengan sengaja meninggalkan berbagai petunjuk tentang dirinya sebelum aku memecahkan kasus, agar dia bisa merasakan kesuksesan karena berhasil mendahuluiku"
Yao Yao tidak mengerti kalau Jin Yan memang ditarget oleh orang segila dan seberbahaya itu lalu kenapa Jin Yan tidak melaporkannya ke polisi. Apalagi Jin Yan tidak tahu siapa orang itu?... atau jangan-jangan Jin Yan sebenarnya sudah tahu siapa si psiko itu?
__ADS_1
Jin Yan dan Zi Yu masuk ke sebuah ruang rahasia di dalam kantornya Zi Yu. Mereka lalu video call dengan seorang wanita agen FBI (err... agen FBI-nya bisa bahasa Cina yah? &ahaha, kok dia bisa ngerti Jin Yan ngomong bahasa Cina tapi dianya tetep ngomong bahasa Inggris?).
Jin Yan lalu minta jawaban si agen FBI tentang 'Flower Cannibal Serial Killer' yang bernama Tommy. Si agen FBI berkata kalau Tommy sudah berhasil mereka tangkap berkat bantuan Jin Yan dan sekarang dia sudah dipenjara di penjara yang penjagaannya paling ketat se-Amerika jadi tidak mungkin Tommy melarikan diri.
Dia bahkan mengecek langsung ke penjara itu dan Tommy benar-benar masih terkurung di penjara itu, dia bahkan tidak diperbolehkan menerima pengunjung. Ternyata Jin Yan menanyakan tentang Tommy karena orang yang menguntitnya mirip Tommy. Tapi si agen FBI yakin kalau Tommy bukan orang yang menguntit Jin Yan.
Si agen ragu karena Jin Yan sekarang sudah kembali ke Cina jadi tidak mungkin pihak FBI akan mengabulkan keinginan Jin Yan. Tapi beberapa saat kemudian setelah dia rapat bersama para atasannya, mereka memutuskan untuk mengabulkan keinginan Jin Yan.
__ADS_1
Tapi dalam investigasi gabungan ini, Jin Yan tidak diizinkan untuk berpartisipasi sebagai konsultan tapi sebagai korban.
Jin Yan setuju-setuju saja. Dia mau pergi, tapi si agen tiba-tiba tanya, siapa dia (wanita)? Jin Yan pura-pura bodoh, maksudnya? dia siapa?
Si Agen FBI tak percaya, aduh ga usah pura-pura deh Simon. Dari semua ekspresi wajah, emosi dan bahkan warna bajunya Jin Yan yang sekarang ini agak berbeda daripada dulu. Jadi dia sangat yakin kalau Jin Yan pasti punya cewek.
Di kantor polisi, Xun Ran memimpin rapat membahas kasus ini. Mereka membahas apa kira-kira alasan Wan Wei memakai 2 gaun yang warnanya berbeda malam itu.
__ADS_1
Menurut keterangan Mai Chen, saat dia menyatakan cinta pada Wan Wei, Wan Wei masih memakai gaun warna biru. Berkat pernyataan cinta Mai Chen, gaun biru itu memiliki makna yang jauh lebih besar.