
Saat dia melaporkannya ke Jin Yan, Jin Yan menduga mungkin si pembunuh adalah orang yang punya izin membeli pisau semacam itu aka penjual pisau.
Jin Yan kembali ke TKP untuk melihat lokasi area itu dan Andy yang punya fitur pilot otomatis langsung berjalan sendiri mendampingi Jin Yan mengelilingi area itu. (aku hampir aja lupa kalau Andy punya fitur pilot otomatis and sempet ngira kalau si Andy itu ada hantunya hahaha!)
Yao Yao meneleponnya untuk mengabarkan hasil nihil interogasinya. Tapi Jin Yan tetap optimis karena dia yakin bahwa salah satu dari 14 murid yang punya kotak pensil itu pasti mengenal korban. Dan karenanya, dia langsung meminta Yao Yao untuk mengirimkan alamat-alamat ke-14 murid itu.
Jin Yan lalu pergi ke area yang diduga tempat korban menghilang. Andy menyatukan semua petunjuk tempat-tempat si pembunuh melakukan kejahatannya dalam digital map dan akhirnya menduga kalau si pembunuh kemungkinan bermukim di area sekitar jalan Dong Zhang dimana di jalan itu ada sebuah pasar besar.
Yao Yao menemukan bahwa salah satu murid pemilik kotak pensil juga tinggal di jalan itu. Pada saat yang bersamaan pula, Xun Ran berhasil mendapatkan petunjuk tentang 3 toko hardware yang menjual pisau yang sama dengan yang digunakan oleh si pembunuh untuk membuat mesin pembunuh. Dan salah satu toko ada yang berada di jalan Dong Zhang, lebih tepatnya toko hardware yang berada didalam pasar.
__ADS_1
Mereka semua langsung buru-buru pergi ke jalan Dong Zhang. Jin Yan tiba duluan disana dan menemukan toko hardware yang dimaksud.
Toko sedang kosong saat dia masuk ke toko itu. Jin Yan melihat ada sebuah pintu di pojokan. Jin Yan hampir saja membuka pintu yang tampak mencurigakan itu saat tiba-tiba saja seorang ahjumma bertanya Jin Yan mau beli apa.
Ahjumma itu tetangga pemilik toko hardware dan memberitahu Jin Yan kalau pemilik toko hardware ini sedang keluar.
Jin Yan langsung mengejarnya. Si pembunuh hampir lolos tapi malah dihadang oleh Xun Ran dan partnernya.
Si pembunuh langsung putar arah... tepat ke arah Yao Yao yang juga baru datang. Yao Yao melihat si pembunuh berlari ke arahnya, dia langsung mengambil sebuah tongkat milik salah satu penjual terdekat dan melemparkannya asal-asalan tapi sukses mengenai kepala si pembunuh.
__ADS_1
Si pembunuh marah dan langsung mengambil tongkat dan mengayunkannya ke Yao Yao tapi Jin Yan berhasil merebutnya dan Yao Yao langsung menampar keras si pembunuh. (hahaha, kok aku malah ketawa yah lihat adegan berantem ini).
Si pembunuh mau nampar balik tapi Jin Yan langsung memelintirnya dan sedetik kemudian, Xun Ran berhasil membekuknya dengan mudah.
Mereka kemudian masuk ke ruang rahasia tempat si pembunuh melakukan kejahatannya. Mereka menemukan mesin pembunuhnya dan anak pak penjual ikan yang dikurung didalam peti.
Xun Ran lalu membantu tim medis membawa anak pak penjual ikan keluar sementara Jin Yan dan Yao Yao tetap tinggal.
Jin Yan melihat-lihat mesin pembunuh yang terletak di atas meja pembunuhan itu. Tiba-tiba dia menarik mesin pembunuh itu ke langit-langit, membayangkan kengerian korban saat mereka diambang kematian, lalu tiba-tiba saja dia berbaring di meja kematian itu karena dia ingin mengalami apa yang korban alami di meja kematian itu.
__ADS_1