
Jin Yan langsung menganalisis kasus ini di papan tulisnya. Jin Yan menduga penculikan korban wanita lah yang direncanakan sementara penculikan pria muda dan pria setengah baya dilakukan karena impuls. Dari video, bisa dilihat bahwa korban wanita dan korban pria muda yang disiksa paling ekstrem.
Korban wanita dipukuli beberapa kali dengan tongkat sebelum dia mati tapi tidak ada tanda-tanda penyiksaan se~~~al, no.1 menyiksa korban secara pelan-pelan.
Hal ini menunjukkan kalau si no.1 membenci wanita. Jin Yan menduga mungkin karena saat no.1 masih kecil, dia pernah ditinggal atau dibuang oleh ibunya.
Tindakan menguliti kulit punggung korban menunjukkan perampasan. Jin Yan menduga mungkin saat no.1 masih kecil dia pernah diper~a atau disiksa secara se~al oleh wanita.
__ADS_1
Korban pria muda yang diambil hatinya menunjukkan perampasan yang jauh lebih besar. Mungkin si pelaku tinggal bersama ayahnya dan sering mendapat penyiksaan fisik atau mental. Si pelaku mengambil hati korban karena dia menganggap korban pria muda itu sebagai penggambaran ayahnya.
Sementara korban pria setengah baya mati karena sesak napas yang pada akhirnya menimbulkan serangan jantung. Hanya korban pria setengah baya inilah satu-satunya yang tidak disiksa sama sekali.
Jin Yan menduga bahwa kematian korban pria setengah baya ini adalah simbol dari kematian itu sendiri. Si pelaku meyakini bahwa sekarat di usia tua adalah siksaan paling kejam yang dialami manusia.
Sementara boneka dan anjing yang terkurung dalam ruangan yang sama menunjukkan masa kecil yang sangat traumatis. Boneka itu adalah simbol dirinya sendiri. Intensitas penderitaan masa kecil no.1 bisa dilihat dari tangan boneka yang diputus.
__ADS_1
Zi Yu menelepon untuk memberitahu Jin Yan kalau bu presdir pergi ke Hong Kong dan melapor ke polisi kalau tunangannya menghilang.
Jin Yan berkata bahwa walaupun dia tidak tahu apa hubungan Yi Yang dengan kasus ini tapi dia yakin kalau Yi Yang bukan si no.1.
Tiba-tiba sebuah lampu menarik perhatian Jin Yan. Dia lalu mencopot lampu itu, memperhatikannya sejenak lalu celingukan entah mencari apa sampai akhirnya perhatiannya tertuju pada lampu gantung di langit-langit kamar. Jin Yan lalu mencopot sepatunya lalu naik ke kursi dan bengong memperhatikan lampu gantung itu.
Yao Yao bingung apa yang Jin Yan lakukan? Jin Yan hanya menjawabnya dengan menyuruh Yao Yao untuk tidur saja sekarang dan besok setelah bangun tidur, Yao Yao harus dandan yang cantik.
__ADS_1
Jin Yan berkata bahwa setiap kali selesai melakukan investigasi, Yao Yao jadi semakin lebih baik. Tapi setelah Yao Yao pergi ke kamarnya, ekspresi Jin Yan berubah serius lagi.
Yao Yao bermimpi sebuket bunga mawar merah yang terseret arus laut. Saat dia bangun, dia mendapati Jin Yan tidak ada di kamar dan hanya ada sepatunya yang kemarin dicopot. Yao Yao langsung menelepon Jin Yan dengan panik, Jin Yan mengangkat teleponnya dan berkata kalau dia ada di atap hotel.