
Su Bei mengaku kalau dia dan Ming Huai memang pernah pergi ke tempat itu tapi kemarin malam dia tidak kencan dengan Ming Huai karena dia kemarin menonton pertandingan sepak bola di asrama.
Tapi dia juga mengaku kalau kemarin memang ada yang aneh, karena kemarin dia dapat sms dari Ming Huai yang mengatakan 'aku sudah disini, kau dimana?'. Dia bahkan menunjukkan bukti sms itu dan sms balasannya pada Ming Huai 'apa maksudmu disini? aku di asrama'. Tapi setelah itu sms-nya tidak dibalas.
Jin Yan menduga mungkin ada orang lain yang menggunakan nama Su Bei untuk memancing Ming Huai datang ke tempat itu.
Su Bei tidak tahu tapi dia mengaku kalau ada pria lain yang sebenarnya naksir Ming Huai, pria itu teman kelasnya Ming Huai di SMA, pria itu bahkan memilih universitas ini demi mengejar Ming Huai. Tapi Su Bei tidak peduli dan tidak tahu apapun tentang pria itu, bahkan namanya pun dia tidak tahu.
Xun Ran akhirnya mendapatkan data call history ponsel korban... bukan cuma itu saja, dia juga berhasil melacak keberadaan ponsel korban yang sinyalnya berasal dari sebuah loker milik salah satu mahasiswa bernama Wei Si Yuan. Hmm... siapakah Wei Si Yuan?
__ADS_1
Pada saat yang bersamaan, Yao Yao dan Jin Yan kembali bicara dengan Xiao Ran untuk mencari informasi tentang pria yang naksir Ming Hui.
Xiao Ran berkata kalau pria itu pernah datang ke asrama mereka dan dia orangnya agak pendiam. Tapi setelah Ming Huai mulai mengejar Su Bei, pria itu tidak pernah datang lagi. Nama pria itu adalah Wei Si Yuan.
Saat polisi menemukan Si Yuan, mereka langsung membawanya ke kantor polisi, menginterogasinya bahkan menuduhnya membunuh Ming Huai karena marah gara-gara Ming Huai menyukai pria lain.
Tapi dia mengaku kalau kemarin malam sekitar jam 10, dia berada di depan gedung asramanya Ming Huai dan melihat Ming Huai keluar dengan dandanan cantik. Melihat itu, Si Yuan sangat yakin kalau Ming Huai pasti mau kencan dengan Su Bei.
Dan karenanya, dia memutuskan untuk mengikuti Ming Huai. Dia melihat Ming Huai naik ke bukit. Waktu itu dia masih berada di kaki bukit dan ragu selama kurang lebih setengah jam untuk ikut naik atau tidak.
__ADS_1
Tapi pada akhirnya, dia memutuskan untuk tidak mengikuti Ming Huai lagi dan pulang kembali ke asramanya. Lalu bagaimana menjelaskan ponsel Ming Huai yang ditemukan di lokernya Si Yuan? Si Yuan tampaknya benar-benar tidak tahu apapun tentang ponsel itu, malah bingung sendiri.
Sementara itu, Yao Yao dan Jin Yan makan malam bersama. Yao Yao berterima kasih padanya karena Jin Yan mau menerima kasus ini padahal biasanya Jin Yan hanya mau menerima kasus-kasus besar.
Jin Yan mengaku kalau dia mengambil kasus ini karena Yao Yao. Yao Yao mengira kalau Jin Yan berkata seperti itu karena mayat itu ditemukan oleh sahabatnya.
Tapi Jin Yan langsung mengoreksi bahwa dia mengambil kasus ini bukan karena kasus ini berhubungan dengan sahabatnya tapi karena "Tingkat kesulitan kasus ini sangat cocok untukmu. Pembunuh ini banyak meninggalkan petunjuk. Kau hanya perlu menata dan menyelidiki bukti-bukti itu dan jawabannya pasti akan ada di sana. Si pembunuh ini sama sepertimu. Kurang berpengalaman, kurang bijak dan emosional. Kalau kau diberi cukup waktu maka kau pasti akan bisa memecahkan kasus ini. Untuk kemampuanmu yang masih dibawah rata-rata, aku akan memberimu beberapa petunjuk"
"Kalau begitu aku harus berterima kasih padamu" ujar Yao Yao sinis
__ADS_1