
Tidak ada jawaban. Penasaran, Yao Yao memutuskan untuk terus masuk mencari si pemilik rumah sampai akhirnya dia memutuskan untuk duduk menunggu di ruang belajar.
Di kantor polisi, Xun Ran masuk ke ruang kantor kepala polisi yang sekaligus ayahnya untuk melaporkan dugaannya akan kasus ini, Xun Ran yakin kelima kasus ini pasti saling berhubungan.
Tapi pak kepala tampak tidak terlalu antusias dengan dugaan Xun Ran karena menurutnya dugaan Xun Ran tidak punya cukup bukti.
Yao Yao tengah melihat-lihat koleksi buku di rak saat tiba-tiba dia mendapati seorang pria yang muncul dari tangga. Pria itu mengamati Yao Yao sesaat sebelum akhirnya memperkenalkan dirinya sebagai 'Bo Jin Yan', pemilik rumah ini. Sekilas, Yao Yao tampak bingung tapi kemudian dia membalas senyum Bo Jin Yan.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Jin Yan mencuci tangannya sambil menawari Yao Yao mau minum kopi, teh atau wine? (hah? ada gitu orang wawancara kerja ditawarin wine? o.0) Yao Yao menjawab dia mau teh.
Jin Yan ternyata mengetahui tentang Yao Yao dari seorang profesor yang merekomendasikan Yao Yao sebagai muridnya yang paling hebat.
Jin Yan lalu menyerahkan sebuah dokumen hasil penelitian pada Yao Yao dan meminta Yao Yao menerjemahkannya kedalam bahasa Cina. Dan berhubung sekarang ini adalah wawancara kerja jadi penerjemahan dokumen itu hanya sebagai tes.
Yao Yao membuka dokumennya dan langsung mendapati banyak foto-foto tubuh manusia yang terpotong dan berlumuran darah.
__ADS_1
Dengan bantuan sebuah kamus, Yao Yao langsung bekerja menerjemah dokumen itu. Selama Yao Yao sibuk menerjemah, Jin Yan diam-diam melirik ke balkon lantai atas seolah ada seseorang disana padahal tidak ada siapapun.
Jin Yan lagi-lagi mencuci tangannya saat tiba-tiba Yao Yao mengumumkan kalau dia sudah selesai. Jin Yan kaget, kok cepet banget. Jin Yan lalu meneliti hasil penerjemahan Yao Yao.
Saat Jin Yan sibuk meneliti terjemahannya, Yao Yao dapat sms dari Xun Ran yang cemas. Yao Yao memberitahunya kalau dia sedang wawancara sekarang. Jin Yan bertanya apakah yang meng-smsnya barusan pacarnya, Yao Yao hanya menjawab dengan senyum.
Setelah meneliti hasil penerjemahan Yao Yao, Jin Yan bertanya apakah Yao Yao sudah punya pekerjaan? Yao Yao mengiyakannya, dia akan bekerja sebagai pegawai kantor di perusahaan ekspor impor internasional.
__ADS_1
Mendengar itu, Jin Yan malah menyayangkannya karena jadi pegawai kantor biasa hanya akan menyiakan-nyiakan bakat penerjemahan Yao Yao. Saat mereka sibuk berbincang, tiba-tiba ada seseorang yang turun dan memperhatikan mereka dari balkon yang tadinya dilirik Jin Yan.
Jin Yan lalu menyuruh Yao Yao untuk menebak apa kira-kira profesinya? Yao Yao dengan penuh percaya diri berkata bahwa walaupun Jin Yan melakukan berbagai hal yang seolah menunjukkan dirinya adalah dokter ahli bedah (seperti bau alkohol yang menyengat dari tbuhnya, mencuci tangan berulang kali dan dokumen yang dia terjemahkan barusan tampak seperti dokumen medis), tapi Yao Yao sangat yakin kalau Jin Yan bukan dokter ahli bedah. Kenapa?