
Keesokan harinya, Yao Yao mengamati foto-foto Wan Wei saat dia masih hidup dan menghadiri pesta sampai foto saat dia mati di bak mandi.
Yao Yao mendapati ada yang aneh. Saat Wan Wei menghadiri pesta, dia mengenakan gaun warna biru dan memakai anting-anting.
Tapi saat dia mati, dia mengenakan gaun warna hitam dan tidak memakai anting-anting. Sementara petunjuk tentang teman sekamar, Yao Yao jadi mulai mencurigai Xue Qing yang malam itu tinggal sekamar dengan Wan Wei.
Saat bertemu Xue Qing di kamar mandi, Yao Yao langsung terang-terangan menginterogasi Xue Qing tentang alibi Xue Qing saat Wan Wei bunuh diri malam itu.
Xue Qing tampak sangat tegang mendengarnya tapi kemudian dia mengaku kalau malam itu dia sebenarnya sedang berselingkuh dengan manager Fu di kamarnya manager Fu.
__ADS_1
Xue Qing sama sekali tidak curiga kalau Yao Yao sedang menyelidiki kematian Wan Wei, dia hanya menduga kalau Yao Yao menanyainya atas perintah Jin Yan yang menyelidiki perselingkuhannya dengan manager Fu ini.
Tapi walaupun sudah mendapatkan beberapa petunjuk baru, Yao Yao masih saja bingung. Jin Yan tampaknya mengetahui hal lainnya yang belum Yao Yao ketahui tapi dia tidak mau memberitahu apapun. Yao Yao langsung berusaha merayunya, dengan apa lagi kalau bukan dengan ikan. Ha!
Rayuannya sukses membuat Jin Yan buka suara. Dia memberi Yao Yao petunjuk tentang apa kira-kira alasan si pembunuh menyuap keluarga korban untuk tidak melakukan otopsi.
Karena di tubuh Wan Wei tidak ditemukan bekas luka apapun maka kemungkinan si pembunuh mengontrol Wan Wei dengan semacam obat tidur atau semacamnya yang pastinya akan terdeteksi kalau jenazah Wan Wei diotopsi.
Tapi Jin Yan tidak sependapat dengannya, kalau cuma obat tidur yang terdeteksi maka hal itu sama sekali tidak akan membuat orang curiga karena bisa saja mereka mengira kalau Wan Wei bunuh diri dengan cara dobel, menyayat lengan dan minum obat tidur.
__ADS_1
Kalau begitu apa alasan yang sebenarnya? tanya Yao Yao. Jin Yan menduga bahwa alasannya adalah sesuatu yang jauh lebih kuat daripada cuma sekedar obat tidur... yaitu narkoba. Tapi tidak mungkin seseorang ingin membunuhnya hanya karena dia pecandu obat-obatan terlarang.
Jin Yan lalu memberitahukan dugaannya ini pada bu presdir. Dia bahkan menduga kalau ada jaringan pereadaran narkoba di perusahaan ini.
Bu presdir tidak percaya, mana mungkin ada hal-hal seperti itu di perusahaan ini. Tapi Jin Yan sangat yakin dengan dugaannya dan menyarankan bu presdir untuk melaporkan masalah ini ke kantor polisi dulu.
Begitu pak kepala polisi mendapat laporan tentang kasus ini, ia langsung menunjuk Xun Ran untuk menangani masalah ini karena dia sudah diberitahu tentang Xun Ran yang pernah bekerja sama dengan Prof. Bo dan kasus kali ini pun akan dibantu oleh Prof. Bo.
Malam harinya, Yao Yao memikirkan tentang angka-angka misterius-nya Xun Ran. 8-9-9-13-14-15-19 (baca sesuai nomor urut abjad) H-I-I-M-N-O-S. Sekilas memang tampak membingungkan, tapi tiba-tiba Yao Yao teringat tentang nama english-nya Jin Yan yaitu Simon Bo. Dia langsung menyusun huruf-huruf itu hingga bisa dibaca jadi 'HI SIMON'.
__ADS_1