
Zi Yu marah tapi begitu dia hendak menerkam Yi Yang, Yi Yang langsung menembaknya sampai mati. Hanya tinggal Susan dan bu presdir.
Yi Yang membisikkan perintah pada si agen FBI untuk menuntaskan sisanya lalu berlalu pergi. Si agen FBI langsung menembak bu presdir dan Susan sampai mati.
Oooooh... ternyata semua itu cuma khayalannya Yi Yang saja (augh! dasar! ngagetin orang aja!). Nyatanya mereka masih menunggu si agen FBI kembali.
Lampu tiba-tiba menyala dan pintu terbuka... tapi kali ini Yi Yang lah yang shock karena yang muncul malah Mr. Evans dan kawan-kawan.
Dan mereka semua langsung menodongkan puluhan pistol padanya. Mr. Evans memberitahu Jin Yan bahwa bu presdir baik-baik saja sementara si agen FBI sudah mereka lumpuhkan.
Mereka semua ternyata sudah tahu kalau si agen FBI itu adalah korban hinotisnya Yi Yang dari sample darah si pembunuh yang Jin Yan temukan di celah lantai rumahnya Evan dan dia pula orang misterius yang nembak lengan Jin Yan di hutan. Yi Yang akhirnya ditangkap.
Jin Yan meminta maaf pada bu presdir karena telah membuatnya berada dalam bahaya, Jin Yan mengaku kalau dia sebenarnya sudah tahu kalau bu presdir berada dalam bahaya sejak saat dia meminta bu presdir bertemu Dr. Barnes tapi dia sengaja membiarkannya dan memanfaatkannya.
__ADS_1
"Apa kau mau memaafkanku, Jie?"
"Tidak apa-apa, karena kita keluarga."
Yao Yao masih di rumah sakit memandangi tabletnya. Oh, ternyata yang dibuat Zi Yu bukan game tapi aplikasi pelacak Jin Yan. Yao Yao menatapnya terus sampai dia menyadari sinar biru dalam aplikasi itu, saat ini tengah berada di rumah sakit. Dan saat itu pula, bel pintunya berbunyi.
Yao Yao membuka pintunya dan mendapati Jin Yan ada didepan pintunya dengan membawa peralatan memancing.
"Ayo mancing" ajak Jin Yan.
Setelah itu mereka kencan di kapal pesiar. Jin Yan memeluk Yao Yao saat tiba-tiba saja dia berkata.
"Menikahlah denganku, Jian Yao. Aku mencintaimu. Hanya kau lah satu-satunya wanitaku. Wanita yang membuat hatiku berdebar kencang. Dulu hidupku sangat sepi. Dulu, aku selalu dikelilingi oleh banyak orang, tapi aku merasa kesepian. Sampai saat aku bertemu denganmu. Kau yang lembut, kau yang tak ada duanya, kau yang hebat. Aku mencintaimu. Dengan semua kepintaran dan hidupku, menikahlah denganku"
__ADS_1
Satu bulan kemudian...
Semuanya akhirnya happy ending and punya calon pasangan masing-masing. Jin Yan sama Yao Yao, Zi Yu sama asistennya, bu presdir sama Dr. Barnes dan Susan sama Mr. Evans (IMO, pasangan2 ini random banget... kenapa Zi Yu ga balikan aja sama bu presdir). Terus nasib Xun Ran gimana?
Ternyata dia sudah sembuh dan kembali jadi polisi di kampung halamannya. Dan hanya dia seorang yang ga punya pasangan. (Kasihan banget deh Xun Ran, cintanya ga terbalas, disiksa, dihipnotis, ditembak sampai koma and ujung-ujungnya sendirian. Aigoo... ngenes banget nasibmu, nak!).
Tapi biarpun dia ga punya pasangan, dia tetap bahagia untuk pernikahan sahabatnya.
Jin Yan dan Yao Yao sekarang tinggal bersama di villanya Jin Yan. Yao Yao sedang sibuk memasak di dapur sementara Jin Yan pergi ke balkon melihat pemandangan pegunungan yang indah.
Selama beberapa saat dia membelakangi kita... tapi saat dia berbalik, pandangan matanya tampak aneh dan menakutkan.
Aaaaaargh!!! itu maksudnya apa? jangan bilang Jin Yan beneran punya kepribadian ganda? aduh kenapa dikasih ending gantung?! *sebel deh*
__ADS_1
Err... tapi kalau dipikir-pikir lagi sebenarnya Jin Yan itu emang agak aneh sih. Dan beberapa keanehannya dia ga pernah dijelasin sampai akhir. Misalnya, waktu di episode 1, dia pernah ngomong entah sama siapa di kamar kosong. Waktu itu dia ngomong sama siapa? seingatku ga pernah dijelasin deh.
Aku juga kadang rada bingung dengan caranya dia mecahin kasus. Kadang-kadang, dia buat suatu kesimpulan atau bayangin olah TKP bahkan sebelum dia nemui bukti. Kadang pula dia langsung nemui bukti entah gimana ceritanya. Contoh waktu kasus Wan Wei, dia kan bisa langsung tahu gitu dimana obatnya dikubur. Lah dia itu tahunya dari mana, ga pernah dijelasin. Seandainya SW-nim lebih memperhatikan plot holes dan mengemas tiap kasus dengan lebih rapi dan lebih apik. Sigh! Anyway, Xie Xie semuanya... ^^