
Dia membayangkan tangannya terikat di meja itu dan ketakutan menanti ajalnya di bawah mesin pembunuh. Lalu tiba-tiba saja muncul sosok dirinya yang lain.
Alter ego-nya itu menatapnya dengan wajah dingin lalu melepas mesin pembunuh itu dan membunuh sosok dirinya yang ketakutan.
Jin Yan tersadar dari bayangannya, tapi kemudian dia malah menyuruh Yao Yao berbaring di meja itu. Jin Yan beralasan kalau dia terlalu tinggi sementara tingginya Yao Yao jauh lebih cocok dengan korban, jadi dia ingin Yao Yao berbaring disana agar dia bisa menelitinya.
Jelas saja Yao Yao langsung menolak keras perintah gila Jin Yan itu dan Jin Yan hanya menanggapinya dengan senyum mengejek.
Saat mereka keluar, Jin Yan membantu Yao Yao mengobati luka di tangannya. (nih orang aneh banget, abis nyuruh Yao Yao berbaring di bawah mesin pembunuh eh dia malah mengobati luka Yao Yao)
__ADS_1
Ada seseorang yang menarik perhatian Jin Yan diantara kerumunan para penonton. Setelah mengamati orang itu sesaat, Jin Yan langsung nyamperin orang itu karena dari pengamatannya, Jin Yan tahu kalau pria itu ada hubungan dengan korban pertama.
Pria itu menjelaskan pada polisi bahwa korban pertama itu adalah saudara jauhnya yang sudah tidak punya orang tua, dia mempekerjakan anak itu di tokonya, memperlakukannya dengan baik, bahkan memberikan semua baju bekas anaknya (karena itulah kenapa celana korban kepanjangan) dan juga kotak pensil milik anaknya.
Anak itu menghilang sekitar setahun yang lalu tapi dia tidak pernah melaporkannya karena dia pikir anak itu kerja di tempat lain.
Di sebuah papan, mereka melihat ada deretan angka-angka yang ditulis dengan cat merah. Walaupun angka-angka itu tampak seperti deretan angka biasa tapi Xun Ran yakin angka-angka itu punya makna tertentu. Diduga si pembunuh lah yang menulis angka-angka itu tapi anehnya si pembunuh mengaku tidak tahu apa-apa.
Zi Yu memberitahu Jin Yan kalau dia sudah mengurus gajinya Yao Yao dan dia juga sudah mengurus tempat tinggal baru untuk Jin Yan di daerah Jiang Zhou.
__ADS_1
Selain itu, karena sekarang kasusnya sudah selesai dan juga karena Yao Yao sudah punya pekerjaan lain, Zi Yu menyarankan agar Jin Yan memilih salah satu mahasiswa jurusan psikologi kriminologi yang dia rasa jauh lebih baik dan lebih profesional untuk menggantikan Yao Yao.
Tapi Jin Yan tidak mau, dia ngotot menginginkan Yao Yao untuk tetap jadi asistennya. Dia beralasan kalau Yao Yao sekarang sudah punya pengalaman dalam menghadapi pembunuh berantai, selain itu Yao Yo juga suka memancing dan dia juga sudah sangat nyaman bekerja bersama Yao Yao.
Dia juga menyuruh Zi Yu untuk memerintahkan Yao Yao mengundurkan diri dari pekerjaannya yang lain itu. Pekerjaan kantoran kan sangat membosankan dan sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan bekerja jadi asistennya. Zi Yu langsung tersenyum geli mendengar semua alasan itu.
Yao Yao sudah menyelesaikan semua terjemahannya yang terakhir. Dia sudah mau pamit tapi Jin Yan langsung menghentikannya dan menawari Yao Yao untuk tetap jadi asistennya.
Dia bahkan sudah menyiapkan surat kontrak yang menyatakan kalau dia akan mempekerjakan Yao Yao jadi asistennya selama 3 tahun.
__ADS_1