
Beberapa saat setelah ledakan itu terjadi, hanya ada sisa-sisa barang-barangnya Xun Ran yang hangus terbakar sementara mayatnya diperkirakan sudah hancur dalam ledakan itu. Yao Yao menangis saat dia melihat barang-barangnya Xun Ran yang hangus terbakar itu.
Malam harinya, Jin Yan membawa Yao Yao ke villanya. Setelah menidurkan Yao Yao, Jin Yan menelepon Zi Yu karena cemas dan memperingatkan Zi Yu untuk berhati-hati. Zi Yu meyakinkannya untuk tidak cemas lagipula dia tahu betul tentang situasi ini.
Beberapa saat kemudian Yao Yao terbangun. Jin Yan langsung memeluknya dan berusaha memikirkan sesuatu untuk menghibur Yao Yao dan hasilnya?
"Apa kau mau permen?" (hahahahaha... emangnya Yao Yao anak kecil apa)
"Aku ingin membeirtahumu tentang apa yang terjadi saat aku masih kecil" ujar Yao Yao.
Hari itu, ayahnya membawanya dan Jian Xuan untuk merayakan ultah kakek. Ibunya tidak ikut karena saat itu ibunya sedang kerja lembur di pabrik.
__ADS_1
Hari itu sebenarnya hari yang sangat bahagia, kakek dan neneknya memasak di dapur, Jian Xuan sedang tidur, sementara dia dan ayahnya sedang bermain-main... tapi kemudian pembunuh itu datang.
Ayahnya langsung menyembunyikannya dan Jian Xuan di dalam lemari dan menutupinya dengan sofa. Setelah dia dan Jian Xuan diselamatkan dan dikeluarkan dari lemari oleh ayahnya Xun Ran, Xun Ran lah yang terus menemaninya. Xun Ran lah yang selalu menyemangatinya untuk menguatkan diri dan tidak menangis.
Keesokan harinya, Jin Yan bersama Yao Yao dan rekan polisinya Xun Ran, melihat-lihat barang-barangnya Xun Ran yang hangus terbakar.
Pak polisi mengatakan bahwa mereka memang tidak menemukan adanya mayat, tapi mereka menemukan beberapa daging manusia.
Jin Yan meneliti beberapa barang dan mendapati ada yang aneh dari jam tangannya Xun Ran. Rantai jam tangan itu tidak mengait.
Jika jam tangan ini dipakai oleh Xun Ran saat ledakan terjadi maka sudah pasti rantai jam tangan itu akan terkait dan akan tetap berada di tangannya Xun Ran.
__ADS_1
Pak polisi menduga mungkin tim forensik yang membuka kaitan rantai jam tangan itu tapi Jin Yan berkata tidak karena rantai jam tangan itu hangus menyeluruh, jadi tidak mungkin kaitan rantai jam tangan itu dibuka setelah ledakan terjadi.
Sudah pasti jam tangan itu sudah dilepas sebelum ledakan terjadi. Tapi masak Xun Ran sendiri yang melepas jam tangan itu? Jin Yan meminta pak polisi untuk segera mengambil sample dan membawanya untuk tes DNA.
Yao Yao bertanya-tanya apakah mungkin Xun Ran masih hidup? Jin Yan menduga mungkin Xun Ran sengaja melepaskan jam tangannya sebelum ledakan terjadi sebagai petunjuk, tapi hal itu bukan berarti dia masih hidup.
Yao Yao yang masih sangat berharap Xun Ran masih hidup, menduga mungkin si pembunuh lah yang melepaskan jam tangannya Xun Ran dan meninggalkannya di TKP dengan harapan mereka semua mengira kalau Xun Ran sudah mati.
Jika si pelaku sangat ingin mereka mengira kalau Xun Ran sudah mati, maka besar kemungkinan Xun Ran sebenarnya masih hidup.
Jin Yan mengingatkan Yao Yao bahwa banyak sekali saksi mata yang melihat Xun Ran masuk kedalam gudang dan satu jam tangan tidak bisa langsung dijadikan bukti kalau Xun Ran mungkin masih hidup.
__ADS_1