
Yao Yao bersikap sangat ketus padanya karena Yao Yao bingung memilih antara karirnya di kantor atau bekerja padanya. Menurut Zi Yu, hal itu wajar saja karena dengan meminta Yao Yao bekerja padanya sama saja Jin Yan menyuruh Yao Yao untuk membuang semua ilmu yang dipelajarinya selama bertahun-tahun, lagipula pekerjaannya Jin Yan ini butuh dedikasi yang tinggi dan cukup melelahkan. Kalau Zi Yu jadi Yao Yao, dia juga pasti akan lebih memilih pekerjaan kantoran.
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang?"
"Tidak, apa yang harus kulakukan?"
"Kau harus merayunya. Kalau kau tidak mau kehilangan asistenmu yang satu itu maka kau harus memperlakukannya bagai seorang ratu. Apapun yang terjadi kau harus memanjakannya. Wanita itu cukup sensitif. Kalau dia merasa tersentuh maka dia pasti akan memilihmu"
Sesampainya di kampus, mereka melihat Yao Yao sedang foto-foto bersama teman-temannya. Zi Yu memperhatikan cara Jin Yan menatap Yao Yao dan langsung menggodanya "Kukira kau benci pada wanita yang suka cekikin, bercanda tawa dan suka foto-foto?"
Jin Yan mau menghampiri Yao Yao tapi Zi Yu langsung melarangnya dan menyuruhnya kembali ke mobil saja karena Zi Yu takut kalau kehadiran Jin Yan malah akan membuat Yao Yao lari ketakutan, Yao Yao kan lagi ga mau ketemu Jin Yan sekarang ini.
Jin Yan akhirnya kembali ke mobil. Saat dia melihat Yao Yao datang, dia langsung geser ke jok sebelah agar Yao Yao nanti duduk di sampingnya.
__ADS_1
Tapi begitu melihat Jin Yan, Yao Yao langsung memilih duduk di jok depan. Ha! Bahkan selama dalam perjalanan, Yao Yao tidak mau sedikitpun melirik Jin Yan.
Mereka kemudian makan siang bareng di restoran. Jin Yan melakukan apa yang Zi Yu sarankan, merayu dan memanjakan Yao Yao dengan cara menuangkan segelas jus untuknya, membantu memisahkan daging ikan dari durinya untuk Yao Yao, bahkan bicara dengan nada manis pada Yao Yao. Kebetulan, Zi Yu ditelepon orang dan dia langsung memanfaatkan saat itu untuk meninggalkan mereka berduaan.
"Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?" tuntut Yao Yao.
"Masak kau tidak tahu? Aku berusaha memanjakanmu"
"Bukan cuma itu saja. Kurasa kita harus berbaikan"
Tapi saat Zi Yu kembali, bukannya membantu Jin Yan, dia malah menyemangati Yao Yao untuk memakan semua makanan yang Jin Yan pesan ini tanpa perlu merasa harus jadi asistennya. Jin Yan langsung kesal, sebenarnya Zi Yu itu memihak siapa?
"Tentu saja... aku selalu setia pada Jian Yao"
__ADS_1
Setelah selesai makan, Yao Yao berkata kalau dia tidak bisa bermain bersama mereka lagi karena dia harus belanja sekarang.
Tapi Zi Yu bersikeras mau ikut dengan alasan kalau mereka akan memanjakan Yao Yao bagai seorang ratu hari ini. Jin Yan tentu saja menyetujui usul Zi Yu.
Di supermarket, Zi Yu membuat-buat alasan untuk meninggalkan mereka berduaan. Tiba-tiba Jin Yan mengambil sebotol permen dan berkata "Hei ratuku, mau permen bebas gula?"
"Kenapa kau ikut-ikutan dia memanggilku seperti itu?"
"Jangan cemas, aku melakukannya dengan ikhlas, aku tidak mengharapkan balasan."
"Aku mau yang rasa itu" kata Yao Yao samil nunjuk permen rasa lain
"Baik, ratuku" Jin Yan mengambilkannya lalu menyerahkannya tapi dia tidak mau melepaskannya begitu saja "Apa kita sudah berbaikan?"
__ADS_1