
"Baiklah, baiklah, kita sudah berbaikan. Kau menakutiku"
"Ah, saya senang bisa melayani ratu"
"Berhentilah memanggilku seperti itu"
"Baiklah... ratuku mau makan apa lagi?"
Dalam perjalanan pulang, Jin Yan dengan pedenya memberitahu Zi Yu kalau Yao Yao sudah setuju untuk tetap jadi asistennya. Zi Yu ragu, itu beneran atau cuma perkiraan Jin Yan saja. Perkiraan saja, jawab Jin Yan.
Jin Yan sedang mandi saat Yao Yao masuk ke apartemennya. Zi Yu mengajaknya minum wine tapi Yao Yao lebih memilih minum susu. Lalu tiba-tiba saja Zi Yu menanyakan sesuatu yang membuatnya hampir tersedak "Kau menyukai Jin Yan kan?"
__ADS_1
Awalnya, Yao Yao berusaha menyangkal tapi pada akhirnya "Jangan bilang sama dia"
Pfft! Zi Yu langsung ketawa mendengarnya "Jangan cemas, aku pasti tidak akan memberitahu dia"
Yao Yao sangat yakin kalau Jin Yan itu tidak menyukainya. Karena Jin Yan pernah memberitahunya untuk mencari pacar, kalau Jin Yan menyukainya maka tidak mungkin Jin Yan akan berkata seperti itu padanya.
Zi Yu meyakinkan Yao Yao kalau Jin Yan itu berbeda dari kebanyakan cowok, Jin Yan itu orang IQ-nya tinggi tapi EQ-nya nol, dan lagi Jin Yan itu tidak pernah berhubungan dengan wanita.
Apalagi dia itu orang yang tingkat arogansi dan kenarsisannya sangat tinggi. Orang seperti Jin Yan baru akan sadar dan menyesali dirinya jika Yao Yao sudah terlanjur menikah dengan pria lain.
"Jian Yao, aku tidak pernah melihatnya begitu peduli pada seorang wanita. Jin Yan itu tidak tahu apapun tentang hubungan. Jadi terkadang, kitalah yang harus mengambil langkah lebih maju"
__ADS_1
Bahkan untuk menjadi satu-satunya teman Jin Yan, Zi Yu mengaku kalau dia butuh usaha ekstra. Karena itulah, sebagai satu-satunya temannya Jin Yan, Zi Yu meminta Yao Yao untuk memberi Jin Yan lebih banyak waktu dan kesempatan.
Saat Jin Yan datang, dia langsung cemas karena dia melihat wajah Yao Yao memerah. Yao Yao malu dan langsung cari-cari alasan untuk menghindar dan pulang sekarang juga.
Keesokan harinya, Yao Yao curhat ke temannya tentang kebingungannya harus memilih bekerja untuk bu presdir atau Jin Yan.
Temannya yakin kalau Yao Yao pasti akan lebih memilih bekerja untuk si profesor ganteng karena 2 hari yang lalu dia pernah memergoki Yao Yao membaca buku-buku hukum.
Jin Yan dan Zi Yu video call lagi dengan Susan. Jin Yan menanyakan tentang hasil pemeriksaan DNA mayat yang terbakar di mobil bu presdir. Susan mengatakan bahwa mayat itu adalah mayat bernama Jiang Hao.
Jin Yan langsung tahu siapa Jiang Hao karena orang itu dulu adalah salah satu dari 27 korban flower cannibal. Dia disiksa oleh Tommy selama 20 hari berturut-turut sebelum akhirnya dia diselamatkan FBI berkat informasi dari Jin Yan.
__ADS_1
Zi Yu tidak mengerti kalau Jin Yan lah yang membantu menyelamatkan Jiang Hao lalu kenapa sekarang Jiang Hao malah mengejar Jin Yan?
Susan menduga kemungkinan peristiwa traumatis yang dialami Jiang Hao itu membuatnya menderita PTSD dan akhirnya malah berubah jadi penjahat dan mengulang kembali penyiksaan yang pernah dialaminya pada orang lain sebagai upaya untuk melepaskan rasa sakit yang pernah dialaminya dulu atau mungkin pula dia memang sengaja menyerang orang-orang yang ada hubungan dengan trauma yang pernah dialaminya itu.