
Yi Yang tampak santai-santai saja tapi yang membuatnya penasaran, sejak kapan Jin Yan mulai mencurigainya. Dia yakin sekali kalau selama ini Jin Yan tidak pernah sekalipun mencurigainya.
Jin Yan langsung tergelak mendengarnya "Apa aku benar-benar tidak mencurigaimu? Kau sungguh-sungguh berpikir begitu? Apa kau benar-benar percaya bahwa selain sidik jari didalam kartu (kartu yang ada dalam buket bunga di kamarnya Yi Yang, buket bunga dan pesan yang diduga dari Xie Han) kau tidak meninggalkan cela yang lain?"
Masih ingat waktu mereka masih di Hong Kong dan bu presdir pernah memberitahu Jin Yan bahwa sebenarnya dia tidak pernah tahu kalau Yi Yang kecanduan obat?
Ternyata waktu itu, Jin Yan sudah mulai curiga. Dan karenanya dia minta sample darah dari suster. Dan setelah memeriksanya, hasilnya menunjukkan kalau Yi Yang bukan pecandu obat-obatan.
Kecurigaannya yang kedua adalah dokter Hong Kong yang tiba-tiba saja memutuskan agar Xun Ran dibawa ke Amerika. Jin Yan yakin kalau dokter itu membuat keputusan seperti itu karena ada seseorang yang mengontrolnya.
__ADS_1
Dia yakin orang itu bukan Xie Han karena pada saat itu Xie Han tengah menjalankan rencana melarikan diri dari Hong Kong.
Jadi pastinya orang yang berada dalam rumah sakitlah yang mengontrol si dokter. Dengan pura-pura dirawat di rumah sakit yang sama, Yi Yang bisa dengan mudah menentukan target mana yang ingin dia kontrol.
Dan begitu Xun Ran masuk rumah sakit, dokter yang dia kontrol langsung mengajukan diri untuk menangani Xun Ran.
Waktu itu, Yi Yang berkata kalau dia sedang tidur dan bunga itu sudah ada disana waktu dia bangun. Anehnya, jika Yi Yang waktu itu sedang tidur lalu bagaimana bisa sidik jarinya ada didalam bunga itu.
Memang, Yi Yang telah membuat situasi sempurna dengan cara menembak Evan untuk menjebaknya dan hampir membuatnya putus asa dan harapannya satu-satunya hanyalah teman-temannya yang masih mempercayainya. Dan mungkin yang tidak Yi Yang sanga-sangka, teman-temannya benar-benar mempercayainya.
__ADS_1
Susan mengaku kalau dia hampir saja meragukan Jin Yan tapi mereka memeriksa mayat itu lagi dan mengetahui bahwa mayat itu sebenarnya dibuat membusuk dengan lebih cepat (hah? dengan cara gimana?).
Sementara kalung salibnya pastinya didapat dari Tommy. Jin Yan yakin kalau Yi Yang pasti sudah menculik bu presdir juga dan mungkin saat ini bu presdir sedang ada di kamar sebelah.
Yi Yang tiba-tiba mengeluarkan kalung salib besar. Dan begitu melihat kalung salib itu terayun-ayun, rekan FBI-nya Susan tiba-tiba berubah jadi linglung. Tanpa mencurigai perubahan si agen FBI, Susan memerintahkannya untuk menyelamatkan bu presdir dari ruang sebelah.
Lampu tiba-tiba menyala, setelah itu pintu terbuka dan si agen FBI itu muncul kembali dengan membawa bu presdir yang dia todong dengan pistol. Jin Yan, Zi Yu dan Susan shock melihatnya.
Yi Yang langsung merebut pistolnya Susan lalu mengarahkannya ke Jin Yan dan DOR!! satu tembakan fatal tepat di d~~a, langsung membuat Jin Yan roboh.
__ADS_1