
Tapi Mr. Evans tetap yakin Jin Yan lah pembunuhnya. Dia menduga kalau Jin Yan membunuh Evan karena Evan tahu kalau Jin Yan memang punya kepribadian ganda saat dia kecil.
Lalu saat Jin Yan disiksa oleh Tommy, dia tidak tahan lagi dengan penderitaannya dan akhirnya mulai membunuh orang. Mungkin Evan merahasiakan masalah ini karena mungkin dia kasihan atau mungkin demi pertemanan di masa lalu. Dan sekarang Jin Yan membunuh Evan karena dia takut kalau Evan akan mengungkapkan kebenarannya.
Susan masih sulit mempercayai dugaan Mr. Evans itu dan karenanya dia menuntut Mr. Evans untuk menunjukkan bukti. Mr. Evans dengan santainya menyerahkan sebuah USB pada Susan.
Isi USB itu adalah video saat Jin Yan diculik, dimana dalam video itu Jin Yan mengaku ke Tommy kalau dia membunuh seorang gadis kecil pirang karena gadis itu menyebalkan dan dia mengubur mayatnya di sebuah lapangan bola yang sudah tidak terpakai.
Susan masih belum mau mempercayainya, dia yakin kalau Jin Yan cuma berbohong pada Tommy. Mereka pasti tidak akan menemukan mayat apapun.
__ADS_1
Akan tetapi keesokan harinya, mereka benar-benar menemukan lokasi yang disebut Jin Yan di video dan sebuah tulang belulang mayat berambut pirang... err, tapi di dekat mayat itu ditemukan sebuah kalung salib.
Susan akhirnya setuju untuk menginterogasi Jin Yan. Tapi Mr. Evans malah mengeluarkan sebuah surat perintah yang menyatakan kalau mulai sekarang dialah yang akan mengambil alih kasus Jin Yan ini.
Sementara itu, Zi Yu memperlihatkan informasi data diri Xie Han yang sebenarnya pada Jin Yan. Nama aslinya memang Mei Jun Yuan. Anehnya, selama Tommy melakukan kejahatannya, Mei Jun Yuan/Xie Han sebenarnya berada di penjara.
Mr. Evans memimpin tim FBI mencari Jin Yan ke rumah sakit. Susan mengikuti mereka belakangan sambil diam-diam menelepon Jin Yan dan mengabarkan berita ini dan berita kematian Evan. Jin Yan langsung shock dan sedih mendengar kabar itu.
Di rumah sakit, Mr. Evans dan para anak buahnya tidak bisa menemukan keberadaan Jin Yan dimana-mana. Mr. Evans akhirnya menanyai Yao Yao tapi Yao Yao tidak mau buka mulut.
__ADS_1
Setelah semua FBI dan polisi itu pergi, Dr. Barnes masuk ke kamarnya Yao Yao dan mengaku bahwa dia menerima pemindahan Xun Ran dari Hong Kong adalah karena data medis yang dikirimkan padanya menyatakan kalau kondisi Xun Ran sangat amat serius.
Begitu Xun Ran tiba kemari, mereka langsung mengecek kondisinya. Tapi hasilnya, mereka malah mendapati kondisi Xun Ran tidak separah yang disebutkan dalam data medis.
Lebih anehnya lagi, komputernya di-hack seseorang dan semua informasi didalamnya dihapus. Tapi untungnya, dia punya kebiasaan buruk memback-up semua data komputer (itu mah namanya kebiasaan baik, dok!).
Dia lalu menyerahkan sebuah USB pada Yao Yao. Yao Yao tidak mengerti kenapa Dr. Barnes ingin membantu Jin Yan padahal dia tahu kalau Jin Yan sekarang jadi buronan FBI.
Dr. Barnes menjawabnya dengan menunjukkan foto seorang wanita. Dr. Barnes berkata kalau wanita itu adalah adiknya yang dulu pernah diselamatkan oleh Jin Yan, karena itulah dia tidak percaya kalau Jin Yan seorang pembunuh berdarah dingin.
__ADS_1