
Sementara itu di villa, Jin Yan mengamati papan informasinya sambil bertanya-tanya sendiri, siapa kira-kira korban pertama si pelaku? apa yang membuat si pelaku memulai kejahatan ini? apa yang sebenarnya si pelaku inginkan.
Setibanya di villa, Xun Ran dan Yao Yao tidak sadar kalau ada orang yang diam-diam memotret mereka. Mereka mendapati Jin Yan sedang melamun menatap kosong ke arah papan.
Tapi yang lebih mengejutkan, saat Xun Ran hendak memberitahu Jin Yan tentang informasi terbarunya, dia malah mendapati bahwa Jin Yan ternyata sudah tahu tentang adanya jeda waktu yang cukup jauh antara saat korban menghilang dengan saat orang tua korban melapor ke kantor polisi.
Jeda waktu yang cukup jauh itu ternyata terjadi karena di daerah pedesaan, anak remaja umur 15-16 tahun sudah dianggap sebagai orang dewasa.
Karena hal itulah, hilangnya anak-anak remaja itu tidak dilaporkan lebih cepat. Selain informasi itu, Xun Ran juga memberikan laporan lain pada Jin Yan.
Sementara Jin Yan sibuk sendiri mempelajari informasi barunya, Xun Ran dan Yao Yao bicara berdua di ruang belajar. Yao Yao masih sulit mempercayai dugaan Jin Yan ini. Dia masih berharap kasus ini kasus penculikan biasa dan anak-anak itu masih hidup entah dimana, mungkin dijual ke pasar gelap atau semacamnya.
__ADS_1
Tapi Xun Ran sekarang sudah mulai meyakini dugaan Jin Yan. Pertama karena anak-anak yang hilang itu bukan anak kecil yang gampang diculik tapi anak-anak remaja yang sudah dianggap dewasa.
Dan yang kedua, jika kasus ini kasus perdagangan manusia maka para penculiknya pasti harus memindahkan anak-anak itu ke suatu tempat dan dalam proses itu pasti akan ada saksi mata dan jejak, sementara dalam kasus ini tidak ada satupun saksi mata dan tidak ada jejak sedikitpun.
Jin Yan turun tak lama kemudian dengan membawa map yang dia tandai dengan tiga titik lokasi yang dia duga tempat pelaku mengubur mayat para korban. Xun Ran pun langsung pergi mengecek tempat-tempat bersama tim kepolisian.
Setelah Xun Ran pergi, Jin Yan berkata kalau dia lelah dan mau tidur. Yao Yao heran apa Jin Yan tidak akan membantu polisi mencari mayat korban dan tersangka?
"Kalau begitu aku mau pulang saja sekarang. Aku akan datang lagi besok"
"Tidak boleh, semua waktumu adalah milikku"
__ADS_1
Yao Yao masih bersikeras ingin pulang dan berjanji akan langsung datang lagi kalau terjadi sesuatu tapi Jin Yan juga ngotot melarangnya dengan alasan jika ditengah malam nanti mereka harus keluar untuk melihat mayat-mayat korban maka dia bakalan repot harus menjemput Yao Yao.
"Kalau begitu aku harus tidur dimana?" tanya Yao Yao.
Dan apa jawaban Jin Yan?... *lirik sofa*
Yao Yao langsung protes "Bahkan dalam situasi seperti ini, kau tetap tidak mau memberikan tempat tidurmu pada seorang wanita?"
"Berhentilah membaca cerita-cerita dongeng"
Akhirnya, terpaksalah Yao Yao harus tidur di sofa. Tapi tengah malam, dia terbangun oleh telepon dari Xun Ran yang memberitahunya kalau mereka sudah menemukan mayat-mayat korban.
__ADS_1
Yao Yao langsung naik ke kamarnya Jin Yan dan membangunkannya. Dia mencoba memanggilnya tapi Jin Yan tidak bangun. Yao Yao mencoba lagi dengan menepuk ringan pipi Jin Yan, tapi Jin Yan tiba-tiba menggenggam tangannya sambil berkata dalam tidurnya "Chen Mo, tidurlah."