CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 11 (Apa...? Korea?)


__ADS_3

Aku masih terdiam. Aku sama sekali tidak mengetahui siapa itu Shantowi. Bahkan aku baru pertama mendengar namanya hari ini. Oh tidak! Mereka bukan hanya berniat untuk menculikku, tapi juga menikahkanku? Ini mimpi buruk macam apa?


“Halo… Ricka… Bagaimana kau setuju?” suara Om Shoni mengagetkan lamunanku.


“Maaf Om… Tadi Om bilang apa? Om, aku benar-benar shock mendengar berita ini...” aku sedikit terisak.


“Iya, Om tahu Rick, kamu harus jadi gadis yang kuat ya? Kemarin Om menawarkan kepada ayahmu agar kamu sementara tinggal bersama Om di Korea. Sampai situasi di sana terkendali dan ayahmu menemukan bukti yang kuat untuk memecahkan masalahnya. Apakah kau setuju?” Tawaran Om Shoni membuatku kembali terpana.


“Apa Om? Ke Korea?” Aku seperti bermimpi di tengah lautan lepas. Merasakan indahnya langit dan air yang menyatu dalam warna biru, tapi juga merasakan takut luar biasa akan tingginya langit dan dalamnya air laut itu. Aku bingung. Haruskah aku kabur dari masalah ini?


“Iya… kau harus segera memberikan jawaban. Kalau kau setuju, pukul lima sore nanti kau harus sudah siap. Akan ada orangku yang menjemputmu!”


“Om… apakah ini jalan satu-satunya Om?”


“Iya… demi keamananmu Ricka! Tidakkah kau tahu betapa ayah dan bundamu mengkhawatirkanmu? Mereka meminta Om untuk menjagamu sementara waktu!”

__ADS_1


“Tapi Om... bagaimana dengan kuliahku?”


“Kau tenang saja. Kau bisa cuti kuliah sementara waktu. Om akan membantumu.”


“Iya Om... kalau itu jalan yang terbaik. Aku terpakasa menyetujuinya.”


“Ok… Segera kau mempersiapkan diri. Masalah perkuliahanmu akan Om serahkan kepada orang-orang Om yang di sana. Kau jangan bawa barang terlalu banyak. Kebutuhanmu di sini akan Om persiapkan, jangan lupa persiapkan juga passport mu!” Kini nada bicara Om Shoni terdengar sedikit lega.


“Terimakasih Om.”


Pernah sekali Om Shoni mengajak isteri dan anak laki-lakinya, tapi sepertinya sudah lama sekali hingga aku tidak ingat wajah mereka. Sempat aku mendengar kabar, bahwa ia mempunyai sepasang anak kembar dan seorang puteri.


Om Shoni adalah om yang baik bagiku. Karena ayah dan bunda juga merupakan anak tunggal. Aku sudah tidak tahu lagi, selain Om Shoni apakah ada lagi yang bisa menjamin keamananku di Jakarta.


Sekilas aku melirik jam beker yang sudah menunjukkan pukul 14.05 WIB aku dari semalam belum makan. Aku benar-benar merasakan perih di lambungku. Tiba-tiba pintu kamarku berbunyi. Dan setelah aku membukanya ternyata Kak Wisnu datang mengunjungiku.

__ADS_1


“Sudah aku tebak. Kau belum makan dari semalam, kan?” Kak Wisnu langsung duduk di lantai dengan membawa beberapa bungkus makanan yang berwadahkan styrofoam. Aku tersenyum dan mendekatinya.


“Iya Kak… Kakak tahu banget aku sedang kelaparan!” Aku langsung bersemangat melihatnya membawa sesuatu yang aku butuhkan saat ini.


“Kau tampak lebih bahagia dari sebelumnya, Rick!” ucap Kak Wisnu sambil membuka satu per satu bungkusan styrofoam yang ada di hadapannya.


Aku hanya melihatnya. Dan menerima sebungkus styrofoam yang berisi penuh makanan.


“Iya Kak, akhirnya ayahku sudah menemukan solusinya.”


“Benarkah? Pantas kau bisa makan selahap itu. Ayahmu tidak memintamu untuk pindah dari sini, kan?” Pertanyaannya membuatku menghentikan kunyahanku.


“Kak, untuk sementara waktu ini...” beberapa detik aku terdiam,


“Aku akan tinggal bersama omku yang ada di Korea.” Aku melihatnya menghentikan kunyahannya.

__ADS_1


__ADS_2