
Entah sejak kapan pagi terasa lebih indah di musim gugur ini. Aku membuka layar smart phone pemberian Kak Ji-Sung semalam. Aku login ke akun Facebook-ku karena sudah lama sekali tidak membuka Facebook. Betapa terkejutnya aku melihat berandaku penuh dengan tulisan Kak Wisnu. Aku mencoba melihat lebih seksama. Namun tidak ada nama Kayla di sana. Facebook-nya masih tidak aktif. Aku melihat inbox dari Risa.
Kak Ricka… ponsel Kakak tertinggal di kamar, saya temukan setelah membersihkan kamar Kakak. Takut jadi sarang laba-laba kalau tidak dibersihkan….wkwkwkwk
Aku segera mengetik balasan.
Terima kasih Ricka, maaf baru balas karena baru sempet buka. Oh ya tidak apa-apa. Tolong log-out kan segala akun sosialku, ya. Tapi kalau kamu tidak keberatan tetap aktifkan no handphone ku. Aku takut kalau sewaktu-waktu Kayla telpon dan aku tidak bisa menjawabnya... pleaaasee….
Selang beberapa detik kemudian ada Line masuk. Ternyata dari Kak Ji-Sung.
Kamu tidak keluar? Tidak lapar?
Aku tidak membalasnya namun segera turun dan mendapati semua sedang menungguku untuk sarapan. Selesai sarapan dan semua sudah kembali beraktivitas normal kecuali aku yang hanya di rumah saja. Tiba-tiba Kak Ji-Sung mengirim Line lagi kepadaku.
Kak Ji-Sung: Ricka… hari ini kau ada acara?
Aku: Anniyo….
Kak Ji-Sung: Mau aku ajak jalan-jalan?
Aku: Bukannya Kak Ji-Sung sedang kerja?
Kak Ji-Sung: Anniyo… aku sedang ada waktu luang, hari ini, spesial untuk mu….
***Aku: Wah… mau Kak. Aku benar-benar
rindu jalan-jalan….
__ADS_1
Kak Ji-Sung: Keluarlah…!
Aku: Keluar? Sekarang?
Kak Ji-Sung: Ne… sebelum aku berubah pikiran….
Aku: Andwee…! Aku meluncur. Tapi Kak, aku belum dandan…hiks
Kak Ji-Sung: Tak perlu, begitu saja sudah yeppo ….<3***
(Yeppo: cantik)
Aku hanya tersenyum membaca Line terakhirnya. Entah kenapa ada perasaan berbunga-bunga ketika ia mengatakan aku cantik. Apa lagi aku melihat tanda hati di akhir kalimat. Sungguh mendebarkan.
Aku segera berlari ke kamar mengambil jaket. Tapi pada saat aku hendak keluar kamar mungkin karena terlalu terburu-buru, aku menabrak orang di depanku hingga kami terjatuh dengan posisi aku tepat di atas tubuhnya yang jauh lebih besar dariku.
“Bau parfum ini…,” bisikku dalam hati. Aku mendongak ke atas, begitu terkejutnya aku ketika itu adalah Yoon-Jin.
(Mianheo: maafkan aku)
“Kau mau kemana? Semangat sekali?” Yoon-Jin melihatku dari atas ke bawah.
“Kak Ji-Sung mau mengajakku jalan-jalan. Bosan rasanya berhari-hari di sini hanya di rumah saja. Emm… aku kira tadi kau sudah berangkat kuliah?”
“Aah… Ini juga mau berangkat. Ya sudah sana pergi…!” Ia berlalu begitu saja.
“Haissh... Pangeran Jutek...!” gerutuku.
__ADS_1
“Kau bilang apa? Aku mendengarmu...” teriaknya dari jauh.
“Haissh…” dengusku lalu berlari menuruni tangga.
Aku menuju ke pintu gerbang dan melihat mobil Hyundai hitam di sana. Beberapa detik kemudian sang pemilik mobil membuka kaca jendela mobilnya dan melambai ke arahku.
Kak Ji-Sung membukakan pintu mobil untukku dan menyuruhku masuk. Kemudian ia juga memasangkan sabuk pengaman padaku yang membuat senyumku semakin berkembang.
“Apa kau sebegitu bahagianya hari ini? Dari tadi aku lihat kau senyum-senyum terus.” Kak Ji-Sung membuka percakapan.
“Hehehe... iya Kak, aku merasa sekarang benar-benar menjadi tokoh utama wanita di dalam drama-drama Korea,” jawabku dengan tersenyum lebih lebar.
Aku mendengar tawa renyah dari Kak Ji-Sung yang melihatku dengan pandangan lucu seperti melihat sekawanan topeng monyet.
“Apa kau sangat menyukai drama Korea?” Ia menoleh ke arahku masih dengan senyumnya.
“Iya... tentu... aku sangat menyukai drama Korea yang romantis. Entah kenapa dalam pikiranku semua pria Korea itu cute.” Aku melihat lurus ke depan.
Tawa Kak Ji-Sung semakin meledak mendengar perkataan terakhirku.
“Ricka-ya, bagiku tidak ada yang lebih cute kecuali engkau.”
Deg… Jantungku berdesir cukup cepat ketika Kak Ji-Sung mengatakan pernyataanya tadi.
Aku masih belum bisa menafsirkan sikap Kak Ji-Sung terhadapku. Apakah Kak Ji-Sung juga menyukaiku? Ah… tidak mungkin. Bukankah semua laki-laki Korea itu baik? Ah... Tidak juga... Yoon-Jin sangat cuek terhadapku. Kenapa perasaanku campur aduk begini?
Tak lama kemudian, kami tiba di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul. Namanya Coex Mall. Kami di sana memilih beberapa baju musim dingin. Kak Ji-Sung membelikanku jaket yang lumayan tebal.
__ADS_1
“Kamu akan membutuhkan ini jika salju datang…” Ia memakaikannya kepadaku.
Selesai belanja, Kak Ji-Sung mengajakku ke kawasan Insangdong di sana kami belanja jajanan khas Korea. Ada Ddobokki, Bungeoppang, dan lain sebagainya. Aku tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya hari ini. Melupakan sejenak masalah yang kemarin bertubi-tubi menghampiriku. Sesekali aku merasakan hangatnya sentuhan Kak Ji-Sung yang menggandengku. Akankah kutukan seperti yang Kayla katakan itu akan benar-benar terhapus?