CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 30 (Salju pertamaku, di saat yang tidak tepat)


__ADS_3

Tak terasa aku sudah di Korea selama dua bulan. Seminggu yang lalu ayah menelponku. Betapa bahagianya aku mendengar ayah dan bunda dalam keadaan baik dan kini mereka berusaha menyelesaikan urusan bisnisnya dan secepatnya akan menjemputku ke Korea. Aku sungguh tidak sabar kapan waktu itu tiba, aku sungguh sangat merindukan ayah dan bunda serta Indonesiaku.


Tok… tok….


“Iya… masuk….” Aku membuka pintu dan ternyata itu Yoon-Hee.


“Yoon-Hee, ada apa?” tanyaku, aneh rasanya karena selama ini ia tidak pernah menyapaku semanis ini.


“Apa nanti kau ada waktu?” Ia menatapku sedikit lebih ramah dari biasanya.


“Wae… ada apa?”


“Nanti akan ada festival musim dingin, bagaimana kalau kita jalan-jalan?” Ia menunjukkan senyum manisnya.

__ADS_1


“Aah… Boleh!” Aku menyambut ajakannya dengan gembira.


“Okey… tapi jangan bilang siapa-siapa kalau kau nanti pergi bersamaku, ya? Karena akan terdengar aneh nantinya,” katanya sambil melenggang keluar kamarku.


“Aah… okey,” jawabku.


Terdengar aneh? Aneh apanya? Aku masih belum paham maksud Yoon-Hee yang secara tiba-tiba mengajakku jalan-jalan.


Malam pun tiba. Cuaca sangat dingin menurutku.


Padahal aku sudah memakai pakaian paling tebal yang aku punya, tapi dingin ini masih sangat terasa menembus pori-poriku. Yoon-Hee mengajakku masuk ke mobilnya. Aku tidak tahu arahnya mobil itu melaju. Aku rasa sangat jauh sehingga aku tak tahu aku berada di mana.


Sekitar tiga puluh menit mobil berjalan kami berhenti di sebuah jalanan asing yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.

__ADS_1


“Sebaiknya kau turun di sini dulu. Aku akan mencari lokasi parkir. Kalau kau ikut aku nanti ketika sampai sini akan penuh sesak dengan orang-orang yang ingin melihat festival musim dingin, dan kita tidak akan bisa melihatnya dengan jarak dekat,” kata Yoon-Hee.


Tanpa curiga aku turun dari mobilnya. Aku duduk di samping jalan raya yang tidak begitu ramai lalu lalang kendaraan. Cuaca semakin dingin. Aku tidak melihat banyak orang yang melintas. Sekitar lima belas menit Yoon-Hee masih belum kelihatan batang hidungnya.


“Apa parkirannya sejauh itu ya? sampai sekarang Yoon-Hee belum juga datang,” aku bergumam dalam hati.


Aku melihat jam tanganku sudah lebih dari jam sembilan malam. Tidak ada tanda-tanda akan diadakan festival di daerah ini. Sekitar tiga puluhan menit Yoon-Hee masih belum muncul. Kepanikan mulai muncul dalam otakku.


“Apa Yoon-Hee diculik sehingga tidak sampai sini? Atau dia pingsan di mobil? Ini daerah mana? Ah… Bagaimana ini?” Aku beranjak dari tempatku duduk dan berjalan ke arah yang tak pasti. Aku hanya melihat barisan toko-toko yang sebagian mulai tutup. Aku panik luar biasa, di kota asing yang aku belum begitu paham bahasanya.


Cuaca semakin dingin membuat tulang-tulangku membeku setiap kali aku menggerakkannya. Ingin rasanya aku bertanya sesuatu dengan orang-orang yang berada di sekitarku, tapi aku tak kuasa. Karena penguasaan bahasaku masih lemah. Sesekali aku menggunakan bahasa Inggris, tapi kebanyakan mereka menjawab dengan bahasa Korea yang aku tidak tahu apa artinya.


Aku terus berjalan tak tentu arah. Rasa takut dan panik sangat menghantuiku. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku merogoh saku kanan dan kiriku. Ponselku tertinggal dalam mobil Yoon-Hee, sama sekali aku tidak dapat menghubungi Kak Ji-Sung atau yang lain. Aku sudah tidak mampu menggerakkan kedua kakiku lagi. Aku merasa sudah berjalan sangat jauh. Aku duduk bersimpuh di pinggiran trotoar melihat lalu lalang mobil di depanku. Aku berharap Kak Ji-Sung segera mengetahui keberadaanku. Aku berharap Yoon-Hee segera menyusulku.

__ADS_1


Aku menangis sesunggukan. Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh tepat di lututku. Putih bersih dan dingin rasanya. Perlahan-lahan berterbangan jatuh bebas dari langit.


Aah… Ini salju pertamaku. Kenapa aku mendapatkan salju pertamaku dengan kondisi mengenaskan seperti ini? Semakin lama benda putih itu semakin deras. Aku semakin terasa dingin. Kepalaku terasa terantuk benda yang sangat berat. Ah… Apakah aku akan mati karena hypothermia di sini? Aku tak tahan lagi dan… semua gelap.


__ADS_2