CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 15 (Mata itu...)


__ADS_3

Perjalanan sudah hampir tujuh jam. Paman Park dari tadi menawarkanku berbagai macam makanan tapi aku menolaknya. Lidahku rasanya pahit dan tidak ingin makan apa pun.


Pesawat berhasil landas dengan sempurna. Suara dercitan roda pesawat dengan badan jalan sangat terasa, membuat para penumpang lega karena berhasil selamat sampai tujuan. Kami turun di bandara internasional Incheon Korea Selatan. Begitu turun dari badan pesawat, kami langsung di sambut dengan udara dingin yang sangat jelas berbeda dengan udara di Indonesia.


Aku berjalan menyusuri koridor bandara. Perasaan macam apa yang sekarang aku rasakan, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata yang sederhana. Di sekililingku penuh dengan orang asing yang sangat berbeda. Baik bahasa, fisik, dan perilaku.


Aku sungguh akan gila di sini. Apakah aku sanggup tinggal di sini dengan cara ini? Mungkin tersirat di wajahku sekarang perasaan panik dan terkejut berada di luar negeri bersama dengan begitu banyak orang asing. Setelah sekian menit berjalan akhirnya dari arah depan terlihat sosok yang begitu aku kenal.

__ADS_1


Iya, dia adalah Om Shoni beserta keluarganya. Om Shoni tidak banyak berubah dari terakhir aku bertemu dengannya. Meskipun beliau asli orang Indonesia, namun tidak begitu berbeda dengan warga asli Korea. Walaupun kulitnya sawo matang, tapi tetap saja ketika ia berbahasa Korea masih sulit dibedakan negara asalnya. Kacamata yang selalu ia kenakan menunjukkan betapa smart-nya ia.


Aku berjalan perlahan. Dalam hati, aku ingin perjalananku menuju ke arah Om Shoni ini dijauhkan seribu kali lipat agar waktu semakin lama berputar. Sungguh sanggupkah aku hidup bersama dengan orang-orang yang belum aku kenal ini?


“Ricka, kau tumbuh dewasa dengan sempurna. Semakin cantik saja!” Om Shoni meyambutku dengan pelukan hangatnya. Kata-kata yang selalu ia ucapkan setiap bertemu denganku seperti beberapa tahun lalu.


“Baik sayang… ini isteri Om, sebelah kirinya puteri bungsu Om namanya Mi-Yun, sebelahnya lagi si kembar bernama Yoon-Hee dan Yoon-Jin dan sebelahnya lagi putera sulung Om bernama Ji-Sung,” Om Shoni mengenalkan keluarganya. Aku memberi hormat pada mereka.

__ADS_1


“Anyeonghasemnika, na neun Sonaricka imnida,” (Hai, nama saya Sonaricka)


sapaku menundukkan kepala sambil menebar senyum seramah mungkin. Aku memperhatikan satu per satu keluarga Om Shoni yang dalam beberapa waktu nanti akan tinggal bersama mereka.


Tante Nari yang merupakan isteri dari Om Shoni adalah sosok wanita yang lembut. Beliau memelukku sambil mengucapkan selamat datang ke negaranya. Ia memiliki senyuman yang sangat manis. Di sampingnya gadis cantik bernama Mi-Yun. Gadis yang beranjak remaja itu sangat cantik, seperti ibunya. Memiliki kulit yang putih bersih.


Di sampingnya berdiri sepasang laki-laki dan perempuan yang wajahnya sulit kalau dikatakan kembar. Walaupun sama-sama memiliki wajah yang rupawan yaitu Yoon-Jin dan Yoon-Hee. Yoon-Jin dan Yoon-Hee setahun lebih tua dariku. Yoon-Jin tumbuh menjadi laki-laki yang walaupun rupawan tapi sorot matanya berbeda dengan Om Shoni. Ia memiliki sorot mata yang tajam. Bibir yang tipis merah muda. Rambut yang hitam kelam tinggi yang sempurna dengan ukuran badannya. Sepertinya, tinggiku pun tak lebih dari dagunya. Yoon-Hee memiliki mata yang hampir mirip dengan kembarannya, tajam malah terkesan lebih sadis. Ia sama sekali tidak tersenyum kepadaku. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Fashion yang ia kenakan khas seperti anak remaja yang aku lihat di drama-drama. Rambutnya di cat kemerahan sedikit jingga di setiap ujung-ujung rambutnya yang panjang terurai.

__ADS_1


__ADS_2