CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 52: (GOMAWO-MIANHAE-SARANGHAE 3)


__ADS_3

Aku sempat curiga kepadanya. Tapi perasaan itu aku tepis karena aku pikir kau juga akan pergi bersama dengan hyung saat itu. Aku tidak ingin mengikutimu kali ini. Aku menyerah.


Namun saat tekadku bulat untuk menyerah, tiba-tiba hyung menemuiku di rumah dan menanyakan keberadaanmu. Ah… aku sungguh khawatir saat itu. Akhirnya aku menemukanmu yang sedang kebingungan di pinggir jalan. Aku menikmati wajahmu yang seperti anak kecil baru melihat salju pertamanya.” Ia tersenyum miris.


“Yaaa…itu adalah salju pertamaku… aku harap bisa lebih menikmatinya bersamamu… tapi… kenapa kau tidak menolongku? Kenapa kau membiarkan aku pingsan di tepi jalan? Jahat sekali….”


“Langkah kakiku hendak menghampirimu, namun aku terlambat, hyung sudah terlanjur menemukanmu. Harga diriku menuntutku agar jangan sampai hyung tahu aku mengikutimu. Setelah saat itu, aku sangat marah pada hyung, kenapa tidak membawamu pulang ke rumah? Tapi justru membawamu ke apartemennya. Isssh….” Ia mengepalkan tangan kanannya.


“Hahahaha… kau bisa marah?” ejekku.


“Yaa… aku marah sekali saat itu, apa yang kau lakukan di dalam sana, haa??” Ia menatapku dengan tatapan bak seorang vampire menemukan mangsanya.


“Aku… aku tidak melakukan apa-apa!” Aku mendongakkan kepalaku membalas tatapannya.


Ia membuang muka.”Issssh… aku tak percaya…! Kau bahkan dua kali tertangkap basah!” Ia menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya menunjukkan bilangan dua.


“Arrrgh…” Aku menepuk dahi perlahan. “Kenapa kau membahas hal seperti itu, ha?” Aku tahu saat ini walaupun keadaan gelap ia masih dapat melihat wajahku yang memerah karena malu.


“Aku menyelamatkanmu dua kali… pertama, kau ingat aku membuat ponsel hyung bergetar di saat yang tepat, dan yang ke dua aku berhasil merusak pintu kamar mandimu!” Ia masih melihat tajam ke arahku.


“Yaaaa… jadi itu semua kau lakukan dengan sengaja? Isssh…”


“Tentu saja, tidak ada laki-laki mana pun yang membiarkan jodohnya dicium oleh laki-laki lain…!” Ia menarik napas panjang sambil berucap, “Walaupun begitu, hyung tak mungkin sampai melakukannya.”


“Dari mana kau tahu?” aku menyelidik.


“Iya… dia sengaja melakukan itu karena ia tahu aku sedang melihat kalian.”

__ADS_1


“Mwo? Jadi Kak Ji-Sung sudah tahu?”


“Ne… ia sudah cerita semuanya. Skenarionya benar-benar berhasil membuatku hampir gila karenamu. Walaupun ia hampir saja membuka perasaannya kepadamu.”


“Mwora-gu?”


“Hyung bilang sempat sedikit memiliki perasaan kepadamu, namun ia tepis ketika melihat wajahmu, karena ia tahu sebenarnya takdir kita sudah saling mengikat satu sama lain.”


“Wae…wae dengan wajahku?” Aku meraba pipi dan dahiku.


Ia mendekatiku dan sekarang berada tepat di hadapanku. Memegang kedua pipiku.


“Karena wajah ini… hanya aku yang berhak memiliki.” kemudian ia mengecup keningku.


Aku seperti kejatuhan ribuan ton bola salju. Dingin dan merinding seluruh bulu romaku. Seperti pori-pori kulitku merenggang dengan lebarnya. Apa ini…barusan ia melakukan apa. Ia barusan mengecup keningku!


“Aisssh… apa yang kau lakukan?” Aku sedikit mendorongnya.


“Berjanjilah satu hal kepadaku, kau tidak akan jauh dari hatiku dan pelukanku… kalau tahu begini rasanya jatuh cinta, aku tidak akan menyia-nyiakan 24 tahun kehidupanku kemarin!”


Aku mencubit keras perutnya. “Kau akan bermain cinta dengan banyak wanita sebelum aku begitu maksudnya, kan?” Aku memperkeras cubitanku.


“Aarghhh… ampun-ampun… anni… anniya… bukan itu maksudku!” wajahnya memerah.


“Apha..” Ia memegangi perutnya.


“Gomawo sudah datang di kehidupanku… mianhe baru berani menunjukkan diri, Ricka-ya… chongmal Saranghae…” Ia menggenggam erat tanganku.

__ADS_1


“Aaah… aku ingat tiga kalimat ajaib itu… kalimat yang di ucapkan Go Dok-Mi yang diperankan oleh Park Shin-Ye dengan Enrique Geum yang di perankan oleh Yoon Shi-Yoon saat mereka bermain menyusun kalimat Gomawo-mianhe-saranghae di film Flower Boy Next Door… Ah…! Kenapa kau mengucapkan kalimat yang indah seperti itu. Aku sekarang benar-benar merasa menjadi tokoh utama wanita dalam sebuah drama…!” gumamku sambil berkhayal.


“Aisssh… drama lagi drama lagi…! Aku akan membuat hidupmu lebih manis dari cerita di drama-drama itu! Tapi ingat, ini bukan drama! Tapi nyata! Dan juga jangan menghafal nama aktor-aktor itu. Entah kenapa selama ini aku mendengar kau sangat hafal beberapa aktor! Ingat, aku ini kekasihmu! Namja cingumu! Arrha?” ia mengancamku.


“Isssh… apa kau tak merasa, bahwa sebentar lagi namamu juga akan dihafal banyak yeoja di luar sana, ha?” Aku membalas tatapan seramnya. Ia melihatku sambil menaikkan kedua bahunya.


“Ricka-ya, aku memutuskan untuk menerima perjodohan itu.” Perkataan Yoon-Jin seperti semilir angin di musim gugur.


Aku menghentikan senyumku dan kembali menatap ke arahnya. “Andwe… jangan sekarang… kau baru merintis karirmu….” Aku tak berani menatap wajahnya.


“Hmmm… aku tak peduli. Terpenting sekarang, aku sudah mewujudkan keinginanku untuk menunjukkan kepada dunia, aku punya cara sendiri untuk membuat appa dan eomma bangga kepadaku, dan kali ini aku ingin mewujudkan keinginanku dari kecil… yaitu menikah denganmu.” kini raut mukanya tampak serius memandangku.


“Yaaa! Apakah menikah itu adalah keinginanmu dari kecil? Isssh… harusnya kau memperjuangkan karirmu terlebih dahulu baru menikah!” dengusku.


Ia tertawa ringan, kemudian menarik napas panjang. “Aku sudah membicarakannya dengan semua personil Dreams, apa pun nanti ending dari konser itu, aku akan menjalaninya layaknya seperti air. Aku akan mengikuti kemana angin membawaku. Mereka setuju, aku akan tetap berada di Dreams baik sebelum atau sesudah menikah denganmu. Aku tak peduli apakah para fans menyukainya atau tidak, kalau mereka benar menyukai karyaku mereka tidak akan keberatan, bahkan sampai kita punya cucu nantinya.”


“Woaaah… kepercayaan dirimu luar biasa!” pekikku.


“Harusnya kau bersiap-siap….”


“Untuk apa?”


“Untuk bertemu netizen dimana-mana, bahkan hatters yang siap menerkammu kapan saja…hahaha….” ia tersenyum ala Kentung di film Tuyul dan Mbak Yul, sungguh menyebalkan.


“Yaa…! Akankah mimpi buruk itu akan datang menghampiriku. Aku sungguh tidak ingin berurusan dengan para netizen, wartawan, gossip atau apalah-apalah di dunia entertainer,” dengusku.


“Itu salahmu, kau buat aku seperti ini…!” Ia menatapku ringan kemudian berkata, “Kau tidak ingat ketika kau mengejekku di rumah sakit dulu? Kau membuat ambisiku muncul sehingga aku ingin membuktikan kehebatanku ini…!” ia memegang kerah bajunya bergaya sok jagoan.

__ADS_1


“Isssh… harusnya kau berterimakasih karena aku telah berhasil membuatmu seperti ini!”


Ia tersenyum manis sekali. Entah kenapa aku seperti kecanduan senyumannya karena terlalu manisnya. Kami pulang meninggalkan percakapan terpanjang kami. Sungguh mengapa surga tiba-tiba datang di kehidupanku ini? Aku benar-benar kejatuhan puluhan ton buah durian. Keberuntungan yang amat besar telah menghampiri kehidupanku.


__ADS_2