CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 25 (Sungai Han... oh menambah indahnya malam ini.)


__ADS_3

Aku benar-benar tidak melihat Andra di dalam hatiku maupun bayangan mataku. Sekarang yang aku lihat hanyalah sosok Kak Ji-Sung yang penuh pesona. Bahkan kegilaan dalam otakku meningkat kalau kisah cintaku akan segera di mulai dan berakhir romantis seperti di drama-drama Korea.


Hari sudah mulai gelap. Angin musim gugur cukup membuatku merinding kedinginan. Kami berhenti di sebuah sungai yang sering aku lihat di drama-drama.


Apakah ini Sungai Han dari dekat? Aku hanya bertanya dalam hatiku.


“Ne… ini adalah Sungai Han yang paling populer dan kerap masuk di drama-drama Korea. Kau pasti pernah melihatnya, kan?” Kak Wisnu duduk bersandar di depan mobil.


“Woaaah… yeppota!” seruku.


(Yeppota:indahnya)


Sinar lampu yang berpantulan dengan aliran air sungai menambah pesona Sungai Han. Aku merapatkan jaketku sembari menikmati keindahan sungai terlebar yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Tak henti decak kagumku melihat pemandangan yang terlukis di hadapanku. Bersama seorang pria yang memesona dan pemandangan yang romantis membuat jantungku kembali berdebar tak berirama.


“Ricka-ya, besok aku akan ada perjalanan ke Jepang selama beberapa hari. Kita tidak akan bisa melihat satu sama lain selama hari itu,” Ia tiba-tiba menggenggam punggung tangan kananku.


Aku menatapnya tanpa kata. Senyum yang aku urai mendadak menghilang separuhnya.


“Kwenchana… kalau itu urusan pekerjaan. Tidak boleh dibatalkan begitu saja.” Aku melihat ke atas dengan pandangan kosong.


Tak bisa ku bayangkan laki-laki yang menemaniku selama ini harus pergi jauh dariku. Walaupun tidak lama, tapi perasaan ini seakan tidak mengijinkannya untuk pergi begitu saja.


“Apa kau tidak apa-apa jika aku pergi jauh?” Ia menatapku dalam-dalam.


“Kak Ji-Sung pergi tidak lama bukan?”


“Iya… hanya beberapa hari.”


“Kwencana… setelah Kakak pulang dari Jepang, Kakak akan langsung menemuiku, kan?”


“Keromiyo aku akan langsung menemuimu,”


(Keromiyo: tentu saja)

__ADS_1


–ia berhenti beberapa detik– “tapi sepertinya aku tidak bisa jauh darimu lama-lama,” ia mengalihkan pandangannya yang semula melihatku sekarang menjadi melihat lurus ke depan.


Aku terdiam. Perasaan berbunga-bunga itu muncul lagi. Aku tersenyum terharu mendengar perkataannya. Aku membalas genggaman tangannya dengan tangan kiriku.


“Na-do.” jawabku dan memberikan senyumku yang paling manis.


(Na-do: aku juga)


“Sepertinya sudah malam, Kak. Apa sebaiknya kita pulang saja?” Aku melirik jam tanganku.


“Aah... apa kau tidak ingin berlama-lama denganku?” Aku melihatnya mengenyitkan kening.


“Anniyo… aku suka sekali berlama-lama denganmu, tapi aku takut membuat Om Shoni dan Tante Nari khawatir.”


“Georeo… kajja…!” ia menggandengku kemudian membuka pintu mobilnya.


(Georeo… kajja…: okelah kalau begitu...ayo...)


“Ya ampun indahnya… baru pertama kali ini aku merasakan indahnya berjalan dengan seseorang,” bisikku dalam hati.


Di tengah-tengah makan malam Yoon-Hee tak lepas memandangku sinis. Matanya setajam pedang yang seakan siap melibas leherku. Tatapan matanya sukses membuatku merinding disko saat itu juga.


“Oppa… dari mana saja? Barusan aku lihat Oppa dengan Ricka pulang bersamaan?” tanya Yoon-Hee menyelidik.


“Jalan-jalan...” jawab Kak Ji-Sung tanpa melihat ke arah Yoon-Hee dan tetap melanjutkan aktivitas makannya.


“Ricka-ya… kalian dari mana saja?” giliran pertanyaan itu menghampiriku.


“Eh… kami hanya… hanya jalan-jalan ke luar sebentar,” jawabku terbata-bata.


“Yoon-Hee-ya… Ada apa denganmu? Bisakah kau mengintrogasi mereka setelah selesai makan malam?” Kini Om Shoni angkat bicara.


“Ne…” Yoon-Hee menunduk. Perasaanku tidak enak. Sebenarnya ada apa ini?

__ADS_1


“Ricka... Besok Om bersama Ji-Sung akan ke Jepang melakukan survey dan tanda tangan kontrak di sana. Tantemu ikut juga karena sekalian menghadiri pernikahan putra teman bisnis Om. Kamu tidak apa-apa sendiri?” Om Shoni melihatku sambil melahap makanannya.


Aku diam sejenak. Dan menjawabnya, “Tidak apa-apa Om….”


“Apa Ricka ikut saja?” tanya Tante Nari melihatku.


“Ah… tidak Tante, aku lebih baik di rumah saja. Aku lebih suka pemandangan di sini,” jawabku menolak tawarannya. Jujur saja, aku malas untuk beradaptasi lagi di sana. Dan aku juga tidak ingin mengganggu konsentrasi Kak Ji-Sung dalam bekerja.


“Appa... Aku besok menginap di rumah teman kelompokku. Karena akan ada pentas festival musim dingin. Dan kami akan berlatih menampilkan sebuah drama nantinya.” Mi-Yun yang dari tadi diam ikut bicara.


“Aku juga ada acara pemotretan di Pulau Jeju selama dua hari,” Yoon-Hee menimpali.


Aku baru tahu kalau Yoon-Hee adalah model sebuah majalah. Walaupun belum begitu tenar namun wajahnya cukup eksis di majalah fashion ternama.


Dapat ditarik kesimpulan bahwa aku di rumah hanya dengan Yoon-Jin. Kelihatannya Yoon-Jin tidak begitu nggubris dengan pembicaraan barusan. Ketika semua orang melihatnya, ia baru kelihatan gugup. Lucu sekali wajahnya.


“Wae..?? Kenapa semua melihatku seperti ini?” Ia membalas tatapan pada semua anggota keluarganya tak terkecuali aku.


“Berarti hanya Yoon-Jin yang di rumah bersama Ricka,” Om Shoni bicara sambil sedikit tertawa.


“Ye???” Yoon-Jin terkejut dan terbatuk-batuk karena tersedak.


(Ye: ungkapan terkejut)


Semua orang di meja makan tertawa selain aku. Aku melihat ke arah Kak Ji-Sung. Ada tatapan aneh di sana, ketika melihat Yoon-Jin.


Kemudian ia pun tertawa ringan sambil melahap makanannya. Sekarang aku yang menatap aneh ke Kak Ji-Sung. Aku bertanya-tanya dalam hati. Apa ini lucu? Apa Kak Ji-Sung baik-baik saja kalau aku hanya berdua dengan Yoon-Jin? Apa Kak Ji-Sung tidak cemburu?


"Aah… Mungkin Kak Ji-Sung sudah benar-benar menganggap Yoon-Jin adiknya. Jadi tidak ada rasa khawatir apa-apa.” Aku menghibur hatiku sendiri.


“Yoon-Jin-ah… Appa mohon kau di rumah dan jaga Ricka baik-baik. Jangan meninggalkannya di rumah sendiri. Arrha?” Om Shoni melihatnya tajam.


(Arrha?: Mengerti?)

__ADS_1


Yoon-Jin hanya menjawab permintaan ayahnya dengan senyum, senyum kecut tentunya.


__ADS_2