CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 44 (Benarkah katanya? Kau benar-benar mencintaiku?)


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian sarapan itu, tiba-tiba Yoon-Hee menemuiku saat aku duduk di teras belakang.


“Ricka… apa aku boleh duduk di sini?” Ia menunjuk ke kursi di sampingku.


Aku hanya membalas senyumnya dan anggukan kepala ringan.


“Mian, selama ini aku sudah kejam kepadamu. Aku… aku saat itu….” Ia tidak melanjutkan perkataannya.


“Aku tahu…,” jawabku sambil menatap wajahnya. “Maaf, sebelumnya. Aku juga tidak tahu kalau Kak Ji-Sung adalah kekasihmu,” lanjutku.


Ia menunduk sambil membuang napas kemudian berkata,


“Aku paham, awalnya aku marah bukan karena aku cemburu dengan Ji-Sung Oppa. Aku marah kenapa Yoon-Jin tidak mengakui perasaannya terhadapmu.”


“Maksudmu?”


“Iya… aku mengenal Yoon-Jin lebih dari siapa pun. Sejak kecil, entah karena polosnya ia selalu menceritakanmu di sekolah. Ia membuat cerita-cerita seakan kalian sudah sangat mengenal. Ah… awalnya aku tidak begitu mempercayainya. Namun setelah melihat sendiri aku benar-benar percaya bahwa sebelumnya kalian sudah pernah bertemu.” Yoon-Hee melihatku dengan pandangan serius.

__ADS_1


“Mwo? Aku belum pernah bertemu dengannya kecuali saat pertama kali di bandara,” jawabku.


“Entah dari mana Yoon-Jin bisa tahu kebiasaanmu. Dan yang membuat aku tercengang, bagaimana bisa ia mendekor kamarmu sesuai dengan apa yang kau suka?”


“Jadi yang mendekorasi kamarku itu Yoon-Jin?”


“Iya… awalnya aku tidak percaya kau menyukai bentuk bintang. Tapi setelah kau datang, kau memakai segala hal berbentuk bintang. Baju, anting-anting itu, kalung itu, sepatu, jepit rambut. Ah… kenapa begitu kebetulan?”


“Jinjja? Dia tahu darimana? Aaah… pasti dari Om Shoni. Om tahu banget kalau aku suka segala aksesoris berbentuk bintang. Bahkan kerap Om selalu membawakan aksesoris bintang dari sini,” jawabku.


(Jinjja: sungguh)


“Tapi….” Aku belum melanjutkan kalimatku.


“Wae? Katanya kau juga belum punya kekasih di Indonesia, kan?” Yoon-Hee menatapku tajam.


“Tetap saja aku tidak mentah-mentah menerima perjodohan ini. Karena aku belum tahu bagaimana perasaanku terhadap Yoon-Jin,” jawabku terbata-bata.

__ADS_1


“Apa mungkin… kau menyukai Ji-Sung oppa??” tanyanya dengan nada yang lumayan tinggi.


Aku tersenyum ringan melihat ekspresinya yang berubah kembali menjadi menyeramkan.


“Hahahaha… jelas tidak Yoon-Hee. Mana mungkin aku merebut kekasih orang!” Aku tertawa lebar melihatnya yang membulatkan kedua bola matanya.


“Ah… dahaeng-ida. Kau tidak boleh sampai menyukai oppaku! Ingat itu!”.


(dahaeng-ida: melegakan sekali)


“Kau tenang saja. Awalnya memang aku sedikit membuka perasaan dengan Kak Ji-Sung, tapi setelah kejadian-demi kejadian membuatku sadar bahwa perasaanku sebenarnya bukan mengarah ke Kak Ji-Sung.”


“Tapi Yoon-Jin, kan?” Ia kembali membuka matanya berbinar-binar. Aku menjawabnya dengan senyuman dingin. Kemudian kembali bicara, “Apa kau tidak menyukai Yoon-Jin? Tahukah kau, selama Yoon-Jin tahu mengenai perjodohan kalian aku tidak pernah melihat Yoon-Jin menyukai perempuan lain. Tidak hanya sekali dua kali, bahkan mungkin hampir ratusan kali ia didekati perempuan dari sejak sekolah menengah hingga kuliah tapi ia selalu menolaknya,” kata Yoon-Hee tersenyum dingin.


“Jujur saja, aku sempat cemburu kepadamu. Apakah mungkin ada laki-laki yang mencintaiku seperti Yoon-Jin mencintaimu. Aku sangat terkejut saat tiba-tiba Yoon-Jin menolak perjodohan itu. Sempat aku ingin mengatakan kepadamu saat kau sampai ke sini pertama kali. Tapi Ji-Sung oppa melarangku. Ia bersikeras menerima perjodohan itu. Maka dari itu aku sangat membencimu saat itu. Mengapa kau seberuntung itu,” lanjutnya sambil melirik sinis ke arahku.


“Ah… kau terlalu berlebihan. Aku tidak seberuntung itu,” jawabku.

__ADS_1


“Yaaa…aku terlambat. Aku harus segera pergi. Ada pemotretan fashion musim semi hari ini di plaza Seoul. Daaah Ricka…please mianhe!”


Aku melihat ia lenyap dari pandanganku. Sekarang pikiranku berkecamuk, apa yang kurasa sungguh aku tidak bisa menafsirkannya. Seperti ada teka-teki lagi yang harus segera aku pecahkan. Tapi apa itu? Ah…. Percuma semua orang bilang kalau Yoon-Jin menyukaiku tapi gelagatnya saja sungguh berlawanan arah. Ditambah lagi pangeran berwajah buram akhir-akhir ini kerap menghampiriku. Membuat aku semakin penasaran terhadapnya. Kenapa dalam mimpi-mimpi terakhirku menjadi mimpi yang terindah bersamanya? Andai aku bertemu dengannya aku tidak akan seragu ini terhadap perasaanku sendiri. Di satu sisi, aku seperti menyukai Yoon-Jin namun terselip perasaanku terhadap laki-laki berwajah buram itu. Aku memutuskan untuk tidak akan membahas masalah perjodohan itu sebelum aku bertemu dengan laki-laki berwajah buram itu dalam dunia nyata.


__ADS_2