CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 45: (Ah wajah itu, kenapa bisa aku merindukannya?)


__ADS_3

Dua hari aku melewati penuh dengan kebosanan akhirnya akan terbayar sudah. Yoon-Hee dan Kak Ji-Sung semakin romantis saja.


Entah apa yang terjadi dengan percintaan mereka yang jelas aku lihat sekarang mereka seperti sepasang kekasih baru. Aku tahu belakangan ini mereka tidak bisa bersama karena sedang lembur dengan pekerjaan masing-masing. Begitu pula dengan Yoon-Jin yang sempat tidak terlihat beberapa hari karena latihan bersama anggota Dreams yang lain.


Hari ini kami sepakat untuk berangkat ke pulau Jeju. Aku ikut berangkat bersama Yoon-Hee, Mi-Yun, dan tante agak pagi agar kami mempunyai banyak waktu untuk jalan-jalan. Sedangkan Yoon-Jin bersama dengan anggota Dreams setelah semua yang ia persiapkan selesai, sedangkan Kak Ji-Sung bersama dengan om Shoni dan rekan bisnis mereka yang juga akan menghadiri konser musik penyambutan musim semi.


Kami berangkat menuju bandara Gimpo ke CJU pulau Jeju. Ah… baru menginjak ke pulau ini suasana berbeda sudah terasa, lebih damai dan tenang dari pada kota Seoul.


Luar biasa, udara musim semi menambah begitu syahdunya pulau ini. Banyak jenis bunga bermekaran di sepanjang jalan seakan merupakan simbol kemolekan musim semi.


Tak berapa lama setelah sopir menjemput kami tiba di sebuah rumah bercat putih entah apa orang Korea menyebutnya, tapi kalau aku lebih tepatnya menyebutnya seperti villa.


Yoon-Hee langsung mengantarkanku ke kamar atas. Aku memasuki kamar dan membuka jendela. “Daebaaak… kenapa seindah ini?” bisikku lirih.


Aku melihat pemandangan yang luar biasa, hijau dan berwarna-warni dari kejauhan mataku memandang. Aku melihat sebuah lapangan luas dengan jalan sempit di tengahnya. Di samping jalan itu terdapat pohon-pohon yang berbunga lebih banyak daripada daunnya.


Aku menikmati deburan angin yang meniup pipiku. Aku menghembuskan napas dalam-dalam. Indahnya hidup ini sudah lama tidak aku rasakan. Tak lama setelah itu aku mendengar keramaian dari lantai bawah sehingga menarikku untuk segera turun ke bawah.


“Ricka-ya… jal jineseoyo?” sapa suara itu ternyata suara Hae Sung.


(jal jineseoyo?: kabarmu baik?)

__ADS_1


“Jeoneun jal jinesseoyo, Good luck Hae-Sung… hwaiting!” jawabku sambil mengepalkan tanganku memberinya semangat.


(Jeoneun jal jinesseoyo: kabarku baik)


“Kamsahamnida, thank you… kau pasti akan melihat kami tampil, kan?”


“Ya… pasti aku akan melihatnya,” jawabku sambil melempar senyum ke Hae Sung. Aku melirik sosok yang selama ini aku cari, yaitu Yoon-Jin. Ia sedikit pucat pasti terlalu lelah berlatih untuk konser perdananya. Ah wajah itu, kenapa bisa aku merindukannya?


Tak lama kemudian mereka berpamitan untuk mempersiapkan semua perlengkapan pertunjukan. Aku hanya melihat Yoon-Jin dari kejauhan, aku tahu tak ada artinya aku di depannya. Aku sempat melihatnya melirikku sebelum ia kembali memalingkan wajahnya ke teman-temannya.


Setelah puas jalan-jalan bersama Yoon-Hee, Mi-Yun dan tante mengelilingi beberapa tempat yang begitu indahnya di pulau Jeju, datang saatnya aku menghadiri konser musik musim semi yang menampilkan Dreams sebagai tamu spesial malam ini.


Aku, Yoon-Hee, Mi-Yun dan tante duduk di barisan VIP bersama dengan tim sponsor yang lain. Sebagian penonton lain di belakang. Terdengar MC membuka acara disambut beberapa sorak sorai penonton ketika mendengar nama band Dreams beberapa kali di sebut.


Aku menjawabnya dengan mengangkat kedua bahuku. Perlahan tampak Hae-Sung, Jung-Su, Young-Suk, Dae-Young, dan Yoon-Jin memasuki arena panggung dan mengambil posisi masing-masing, samar-samar masih terdengar sorak sorai sebagian penontonnya.


Penampilan mereka sangat memukau. Mereka bagaikan cherry blossom yang bermekaran di malam hari. Entah Cuma perasaanku saja atau bagaimana, Hae-Sung menyanyikan sebuah lagu lembut yang membawa kami hanyut bersama dengannya.


Pembukaan yang luar biasa membuat kami semua terpesona. Selesai di lagu pertama sukses meraih ratusan tepuk tangan penontonnya. Aku sendiri benar-benar terperangah di buatnya, sepertinya tidak sesempurna ini ketika beberapa waktu lalu mendengarkan musik mereka.


Tidak hanya bermain musik, dari beberapa season ada pula penampilan mereka yang membuat kami khususnya para kaum hawa sampai meneteskan salivanya, saat mereka berlima menampilkan dance serta vokal yang ternyata setiap personilnya memiliki suara emas.

__ADS_1


Ah tidak hanya bermain band mereka pun bisa menjelma sebagai boyband yang energik. Dance yang mereka tampilkan tidak kalah dengan boyband ternama.


Ah… benar-benar surprise yang luar biasa. Aku sangat yakin hanya hitungan detik mereka bisa menjadi bintang besar.


Penampilan terakhir mereka ditutup oleh seseorang yang benar-benar membuatku semakin berdecak kagum. Yaitu Yoon-Jin yang menjadi vokalnya dan Hae-Sung yang memetik gitar sekaligus backing vocal-nya. Mereka berdua mengalunkan lagu penutup yang terdengar begitu sedih.


Petikan gitar yang mengalunkan irama serta melodi yang begitu serasi, ditambah suara lembut Yoon-Jin seakan menyatu bersama alam di musim semi ini. Aku pun sempat tidak menyadari, bahwa laki-laki yang barada jauh di atas panggung itu adalah laki-laki yang aku kenal. Tak ku sangka bakatnya di bidang musik sungguh luar biasa.


Perlahan telinga, otak, dan mataku seakan terhipnotis dengan alunan yang begitu mengagumkan. Aku melihat beberapa penonton perempuan yang lain terdiam dan terisak sambil menyalakan layar ponselnya, ada pula di sudut pandanganku melihat sepasang kekasih sedang berdebat karena si lelaki yang cemburu karena kekasihnya yang begitu terpukau dengan personil Dreams. Aku menangkap sepenggal bait yang Yoon-Jin alunkan, begitu indah barisan bait itu membuat hati dan darahku berdesir bersama aliran suaranya.


Dangsineun misoga jeongmal areumdaweoyo, dangsin bakkye eopseoyo, Dangsin eopsi  motsaleoyo. Saranghaeyo, bogo sipeoyo… Cheoeumbuteo geudaeneun yeongweontorok geudaeneun, gippeulttaena seulpeulttaena neul sarang hagetsseumnida. Gatchi itgosipeoyo,Dangsin ttaemune eonjena haengbokhal subakke eomneun na…


Artinya:


Kamu tersenyum dengan indah, tidak ada orang seperti kamu. Aku tak bisa hidup tanpamu. Aku mencintaimu. Aku merindukanmu… Dari awal kamu dan sampai selamanya tetap kamu, saat senang atau saat sedih aku akan selalu mencintaimu, Aku ingin bersamamu, aku yang hanya dapat bahagia karena kamu, kapan pun itu…


Aku memukul pelan kepalaku. Aku tidak akan terpengaruh olehnya. Tak mungkin aku mengijinkan perasaan kagum terhadapnya ini menguasai otakku. Aku harus lebih bersikap rasional mulai sekarang.


Yoon-Jin memainkan suaranya di coda membuat jantung para penontonnya seakan berhenti berdetak mendengarkan ujung dari lagu itu. Serentak pula dengan petikan gitar Hae-Sung seakan menghipnotis semua penonton untuk segera bersorak sorai mengakhiri penampilan Dreams di pertengahan malam ini.


“Wah… Daebaaak… jinjja Daebaaak… sepertinya penampilan mereka berhasil menghipnotis banyak orang…” bisik Mi-Yun dengan tepuk tangan yang sangat nyaring.

__ADS_1


“Oppaaaaa…Saranghaeoooo!!!” teriak Mi-Yun lagi. Baru kali ini aku melihat Mi-Yun sehisteris ini melihat oppa nya.


__ADS_2