CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!

CINTAKU BERSEMI DI KOREA...!!
Chapter 53 (CREEPY KISS)


__ADS_3

Musim panas telah tiba, hawa yang lebih hangat aku rasakan dari segala musim di Negeri Ginseng ini. Tak jauh berbeda dengan suasana di Indonesia. Sekarang aku berada di atas Namsan Tower. Aku mengingat semua kenangan di sini bersama dengan namja yang paling aku cintai. Tangan kami tidak pernah terlepas satu sama lain. Senyum kami mengembang tak henti-hentinya. Kedua tangan kiri kami menunjukkan cincin yang berbentuk sama.


Seminggu yang lalu, kami telah resmi bertunangan. Ah… Tuhan benar-benar adil. Membuatku merasa bahagia setelah sekian lama tersiksa dengan perasaan tak jelas ini.


Ayah dan bunda telah menepati janjinya. Semua bukti telah berhasil menjerat Shantowi. Ayah sudah mendapatkan kepercayaan kembali dari para kolega bisnisnya. Walaupun uang asuransi telah kembali, ia sekarang kembali merintis bisnisnya dari awal dan memilih lokasi yaitu di Bali. Targetnya adalah para wisatawan asing. Aku lega karena semua ini akan ending dengan bahagia.


“Aku tak menyangka semua akan berakhir bahagia, seperti drama-drama Korea yang aku tonton selama ini….”


Aku masih menggandeng tangan namja yang sangat aku cintai sambil melihat ke depan dari puncak Seoul Tower ini.


Yoon-Jin hanya tetsenyum sekilas kemudian berkata, “Aku sudah berada dalam posisi paling bahagia dalam hidupku, Tuhan begitu Pemurah mempertemukan takdir kita melalui mimpi indah di Seoul ini.


“Berjanjilah untuk terus melanjutkan karirmu. Aah… aku sempat khawatir saat pertunangan kita berlangsung kemarin. Kenapa banyak tamu tak diundang di sana? Untung tidak mengacaukan acara penting kita,” aku mendengus sebal.


Ia menatapku lekat-lekat. “Mereka tidak mungkin berani mengacaukan acara kita… aah… masalahnya sekarang kenapa terlalu banyak mengundur waktu pernikahan kita! Rasa-rasanya sudah tidak sabar lagi!” ia berkata dengan ekspresi yang menyebalkan.


“Yaaa… aku masih ingin melanjutkan kuliahku, lagi pula aku kesini cuti dua semester… untung ada Kak Wisnu yang mau menguruskan cutiku…!”


“Nugu-ya? Siapa kau bilang? Kak Wisnu?” tanyanya menyelidik.


“Ne… namanya Wisnu. Ia hanya sekedar teman….” Aku tak berani melihat matanya.


“Ghojimal … mengapa kau terlihat gugup kalau memang ia hanya sekedar teman?” selidiknya.


“Aaa… aku gugup bukan karena bohong. Karena kau menatapku seperti itu yang membuatku gugup.” Aku menyibakkan rambutku yang acak-acakkan karena diterpa angin.


“Apa laki-laki yang memelukmu di foto itu?”


Pertanyaannya seperti bom yang pernah meletus di Hirosima dan Nagasaki. Meluluhlantakkan segala perasaanku yang ada. Aku hampir lemas dibuatnya. Bagaimana aku menjelaskannya?


“Yaaa… bukan aku yang memeluknya… tapi…” Aku tak sempat melanjutkan kalimatku.


“Tapi kau tidak menolak seakan bahagia dalam pelukannya… begitu?” tatapan matanya seperti anak panah yang telah diberi racun mematikan seakan ingin meracuniku detik itu juga.


“Aaa… aaannniya... bukan begitu…” Yoon-Jin berjalan perlahan mendekatiku, aku pun perlahan mundur selangkah demi selangkah. Ah… aku bagaikan rusa yang sedang diintai seekor raja hutan.

__ADS_1


“Yaaa! Kenapa kau jadi semenakutkan begini?” Aku melihat tajamnya kedua mata itu.


Ia hanya diam, namun tetap dengan tatapan yang paling menyeramkan dalam hidupku. Hingga akhirnya aku mentok di sebuah tembok dan tidak memungkinkan untuk mundur lagi.


“Aaah… Yoon-Jin! Gemane…! Stop it…! Berhenti…! Kau jinjja-jinjja menyeramkan…!” suaraku putus-putus.


Ia tidak menghiraukan permohonanku melainkan terus menuju ke arahku.


“Kau berani-beraninya berpelukan dengan namja lain, sedangkan aku selama ini belum pernah memeluk seorang yeoja sekalipun… hmm… mau ku apakan kau ya…” gertaknya.


“Yaaaa…! Apa yang kau…” aku belum sempat melanjutkan kata-kataku ia mendekati telinga kananku dan berbisik.


“Segera hapus fotonya atau aku akan melempar ponselmu ke bawah…!” bisikannya membuat bulu kudukku menjadi keriting.


“Ne… ne… akan aku hapus… sekarang…” kalimatku putus-putus sambil menelan salivaku.


“Isssh… kenapa ia jadi semenakutkan ini…? Lebih menakutkan dari seorang vampire atau malaikat pencabut nyawa…! Issshhh….” bisikku.


“Apa kau bilang…?” Ia kembali mendekatiku.


Aku segera membuka galeri di ponselku. Aku tidak bermaksud untuk menyimpan foto itu, karena foto itu otomatis tersimpan di memory ponsel ketika Kak Wisnu mengirimku Watsapp beberapa waktu lalu. Ishhh… dimana foto itu ya? Tanganku sibuk menggeser layar ponsel. Mataku membelalak sempurna ketika menemukan foto itu.


“Mwo-ya? Apa-apaan ini?” teriakku dengan nada yang lebih tinggi. Bagaimana bisa aku tidak terkejut ketika melihat fotoku dengan Kak Wisnu diedit dengan bentuk yang menyeramkan.


“Yaaa…! Kenapa aku jadi berkumis begini? Dan apa ini? Kenapa ada tahi lalat di bawah mataku? Aaah… ini bukan seperti tahi lalat tapi seperti tompel…! dan… kenapa Kak Wisnu jadi pakai lipstik dan maskara? Kenapa pakai rok mini juga? Ah… siapa yang mengedit ini hingga menjadi foto menjijikkan seperti ini?” gerutuku.


“Mwo-ya? Wae gereo?” tanya Yoon-Jin dengan tatapan polos. Aku yakin ia menahan tawanya dengan sempurna sekarang.


Aku membalikkan layar ponselku ke arahnya. Jelas sekali aku mendengar tawanya yang sungguh membahana. Membuat banyak orang menatap kami dengan pandangan yang aneh.


“Hahahahahaahah… kenapa kau menjadi tampan begini? Dan oppamu jadi… seksi! Hahahaha….” Wajahnya memerah.


Aku segera menutup mulutnya dan mendekatkan mataku ke arahnya.


“Yaaa… ini kerjaanmu, kan? Kenapa kau jadi kurang kerjaan mengedit fotoku jadi menjijikkan seperti ini…?” aku mendekatinya sambil mengeluarkan suara yang menyeramkan.

__ADS_1


Ia menepis tanganku dan menjawab. “Aku tidak hanya mengeditnya, tapi mengirimkannya kembali…! Hahahahahahaha” kini tawa yang menyebalkan itu lebih keras dari sebelumnya.


“Mwooooooo? Apa kau bilaaaang? Mengirimnya kembali???” aku sukses mencubit keras perutnya.


“Aaaargghhh… ampun… mian… mian… aaarrrghhh…!!” Ia mengerang kesakitan.


“Issssh… apa yang harus aku lakukan, ha? Aaaah… malunya aku…!” aku segera membuka Whatsappku. Ternyata benar Yoon-Jin telah mengirimkan kembali foto yang menjijikkan itu.


“Aaargghh… eotokheeee…!” erangku sambil meliriknya tajam.


“Mian... setelah mengirim itu ia langsung menelponmu! Dan aku juga menjawabnya…” Kini wajahnya benar-benar menjengkelkan.


“Mworagu? Kau yang menjawabnya?” tanyaku.


“Ne… aku menjelaskan bahwa aku yang mengedit foto kalian. Jujur saja aku cemburu dengan foto itu!” jawabnya santai.


“Isssh… kau benar-benar menyeramkan Yoon-Jin-ah…!” dengusku kasar.


“Ia memintaku untuk menjagamu. Ia pikir semua itu untuknya. Isssh… laki-laki malang, kau pasti sudah menolaknya berkali-kali, iya kan?” Ia menoleh ke arah lain.


“Aaa… hari sudah malam. Ayo kita pulang!” Aku pun mengalihkan pembicaraan. Ia tidak menerima ajakanku malah menarikku kepelukannya.


“Jhanggamman …! Aku tidak tahu, setelah kau pulang nanti apakah aku bisa memelukmu lagi atau tidak. Aku tidak tahu setelah kau kembali ke Indonesia apakah aku tidak akan cemburu dengan teman-temanmu di kampus atau tidak… apakah tidak sebaiknya kau kuliah di sini saja?” aku mendengar nada kesedihan di setiap ucapannya.


Aku melepaskan napas panjang dan menjawabnya, “Aku hanya butuh kepercayaanmu Yoon-Jin-ah. Semua akan terasa ringan jika kita memulai suatu hubungan dengan sebuah benteng kepercayaan. Jujur saja, aku juga tidak yakin untuk tidak cemburu denganmu jika kau tampil di depan penggemarmu. Terlebih kebanyakan penggemarmu adalah yeoja. Tapi bagaimanapun ini akan menjadi lika-liku kita dalam menjalin hubungan agar menjadi sebuah hubungan yang semakin kuat,” aku kembali memeluknya.


Jujur saja, aku juga tidak tahu apakah aku akan baik-baik saja ketika jauh dari pelukannya.


“Sepertinya keputusanmu untuk kembali ke Indonesia menjadi semakin kuat….” Ia bergumam sambil membelai rambutku.


Aku hanya menjawab dengan senyuman ringan, “Yoon-Jin-ah… jangan buat aku semakin berat meninggalkanmu. Jujur, seindah apa pun tempat ini, aku sangat merindukan kampung halamanku. Banyak sekali yang aku rindukan di sana. Mianheo… aku janji, setelah aku lulus kuliah, kita akan bersamamu selamanya.” ucapku mempererat pelukannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2