DALAM PELUKAN TUJUH BIDADARI

DALAM PELUKAN TUJUH BIDADARI
Selamat


__ADS_3

Suasana mencekam kini sedang dirasakan oleh lima bidadari. Mereka sekarang sedang dalam keadaan panik yang luar biasa, karena para pria yang menghadangnya mulai bergerak untuk menangkap mereka. Lima bidadari itu hanya bisa berteriak memanggil nama singa agar segera datang memberi pertolongan.


"Hahaha... Leo tidak akan bisa datang, mungkin saja dia telah lenyap saat ini," salah satu pria berjata dengan lantang. Dia lantas memberi kode kepada empat rekannya dengan gerakan kedua tangan agar keempat rekannya maju untuk menangkap para bidadari.


"Tangkap mereka!" titahnya.


Dengan suara tawa yang begitu keras, kelima pria itu langsung melangkah bersama mendekati para bidadari. Salah satu dari mereka bahkan sampai mengacungkan senjata tajam yang dia arahkan kepada sang kakek.


Dengan perasaan takut, Kakek tetap berusaha untuk berada di depan para wanita sebagai penghalang. Kakek bahkan sudah memasang kuda kuda dan siap untuk memberi perlawanan.


"Minggir kamu, pria tua!" bentak pria berambut panjang dengan lantang.


"Tidak, aku tidak akan minggir. Lebih baik kalian enyah dari sini!" dengan suara agak gemetar, Kakek itu tetap memberi perlawanan.


"Sepertinya kamu sudah tidak ingin hidup, Pria tua," pria lain yang berperut buncit ikut bersuara. "Baiklah, jika itu yang kamu inginkan, akan saya kabulkan kemauan kamu."


Pria berperut buncit langsung mengambil senjata tajam yang dia taruh di dalam wadah pada sisi kanan pinggangnya.


"Bersiaplah untuk kehilangan nyawa, pria tua! Hiyat!"


"Tidak!"


Pria itu langsung mengayunkan tangan yang memegang senjata tajam. Bersamaan dengan kejadian itu, nenek dan kelima bidadari juga ikut berteriak dengan kencang. Dan di saat itu juga pria pemegang senjata tiba-tiba berteriak dengan kencang bersamaan tubuh ysng terseret sesuatu.


"Akhh!"


Semua mata yang menyaksikan kejadin tersebut terperanjat. Jika para bidadari terlihat lega setelah rasa takjubnya sirna, berbeda dengan apa yang drasakan keempat pria itu.


"Singa!" pekik mereka hampir bersamaan.


"Tolong aku!" teriak pria berperut buncit karena tangan yang memegang senjata saat ini diterkam oleh Singa. "Akhh!"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Singa melepaskan tangan tersebut dan dia mengalihkan pandangan ke arah empat pria lainnya.


"Leo, akhirnya kamu datang," seru bidadari dengan wajah yang berbinar.


"Leo? Jadi dia..," pria berambut panjang yang tadi berkoar koar, seketika menciut nyalinya. Dia dan ketiga rekannya tidak bisa berkutik dengan wajah pias .


Leo melangkah maju dan membelakangi para bidadari. "Ya, dia Leo, binatang peliharaan kami," jawab Dewi kuning lantang.


Keempat pria mematung. Wajah mereka menjadi semakin pucat saat mata ke empat pria itu menyaksikan sendiri tatapan singa yang terlihat sangat menakutkan. Sedangkan rekan mereka yang berperut buncit hanya meratapi tanganmya yang terluka cukup parah.


Untuk berjaga jaga, kempat pria mengacungkan senjata tajam mereka. Singa itu tak gentar. Dia bahkan maju perlahan untuk memberi rasa takut pada pria pria itu. Benar saja, keempat pria itu langsung melangkah mundur.


Di saat keadaan panik, salah satu bidadari melihat benda yang sangat dia kenal berada terselip pada salah satu pinggang pria. Sepertinya benda itu tadi tertutup senjata jadi tidak kelihatan. Saat senjata itu dipegang, benda yang sedang dicari para bidadari menampakkan diri.


"Jika kalian ingin selamat, serahkan bulu yang ada pada pinggang kamu!" dengan lantang Dewi nila langsung bersuara sambil menunjuk salah satu pria.


Pria yang ditunjuk Dewi Nila sontak tertegun, lalu dia melirik pinggangnya. di sana memang ada bulu angsa emas.


"Cepat! Serahkan bulu angsa emas itu, atau kalian akan menjadi santapan singa kami!" Dewi Nila kembali berkata dengan suara keras.


"Wahh, kita menemukannya lagi," bisik Dewi ungu girang.


"Dah, simpen dulu bulu itu. Kita selesaikan masalah yang kita hadapi," bisik Dewi biru dan langsung disetujui oleh yang lainnya.


"Sekarang, kalian lebih baik pergi sebelum kami berubah pikiran, cepat!" titah Dewi jingga lantang.


"Baik," para pria itu sampai tergagap. Mereka segera saja pergi tanpa pikir panjang. Dua orang diantara mereka membantu rekan yang kesakitan dan membawanya pergi juga


"Yeahh!" para bidadari serta nenek dan kakek langsung bersorak begitu kelima pria menghilang dari pandangan mata. Mereka lantas memutuskan untuk segera pulang karena takut ada bahaya lainya yang mengusik..


Di tempat berbeda, kelima pria yang sudah pergi jauh, saat ini memilih istirahat sejenak di tengah perjalanan pulang. Di saat bersamaan ada rombongan beberapa pria berseragam yang lewat di hadapan kelima pria itu.

__ADS_1


"Loh, kalian kenapa? Kok itu seperti ada yang terluka?" salah satu pria yang hendak lewat, seketika menghentikan langkah kakinya karena merasa heran dengan salah satu pria yang terluka.


"Ini, tadi, kita berkelahi dengan Singa, Tuan. Teman saya sampai terluka."


"Singa? Dimana?" beberapa pria yang memakai pakaian seragam itu terkejut mendengarnya.


"Di sebelah sana, Tuan," tunjuk rekan dari pria berperut buncit.


"Astaga! Bisa bahaya kalau ada singa berkeliaran di sekitar kampung," pria berseragam lainnya ikut beruara.


"Tapi sepertinya Singa itu merupakan Singa peliharaan, Tuan."


"Hah, Singa peliharaan? Maksud kalian?"


"Singa yang kami lawan, tadi nampak nurut dengan beberapa wanita. Bahkan Singa itu juga memiliki nama panggilan."


"Benarkah?"


"Benar, Tuan. Malah salah satu wanita meminta barang milik kami."


"Meminta barang kalian? Apa itu?"


"Bulu angsa berwarna emas, Tuan."


"Apa!"


@@@@@


Hy reader, apa kabar? Semoga semuanya dalam keadaan baik ya? Terima kasih yang masih mengikuti jalan cerita ini. Sebagai penulis saya juga minta, jika cerita ini nantinya jarang update.


Alasannya, karena saya sedang lebih fokus ke cerita di tempat lain yang lebih menghasilkan (tempat menulis yang pakai koin) Tidak munafik, saya sendiri butuh pemasukan, sedangkan di sini, saya sama sekali tidak mendapatkannya.

__ADS_1


Sejak aturan baru berlaku, semua penulis di aplikasi ini memang sudah pada kabur dan menggantung ceritanya, karena sulitnya mendapatkan penghasilan.


Sekali lagi saya minta maaf, tapi saya akan usahakan cerita ini akan terus berlanjut sampai tamat meski tidak setiap hari update. Terima kasih semoga reader bisa maklum ya.


__ADS_2