
Dua bulan telah berlalu antara pernikahan Bidin dan Yati. Kehidupan mereka terbilang biasa saja, tetapi uniknya di mata orang pernikahan mereka luar biasa, mungkin karena jarak usia mereka yang terlampau jauh, dan juga karena Bidin banyak disukai orang karena parasnya.
Mereka merasa bahwa Yati sangat beruntung.
Di awal, Yati pun merasakan hal yang sama merasa senang, bahkan merasa di unggulkan.
Tetapi lambat laun, dengan aktifitas yang biasa-biasa sajabosan, membuat Yati mulai merasa bosan.
Yati bertemu dengan teman-temannya saat Yati dengan mengajak main Mawar dan Melati.
Salah satu teman Yati menyapanya,
"Eh Yati, gimana apa kabar kamu?"
Yati bertemu dengan teman-temannya hatinya pun merasa senang.
"Kabar aku baik, Kabar kalian gimana?" tanya Yati balik.
"Kabar kami jelas baik dong Yat, baik banget, karena tiap hari bisa main, he he he," jawab Asih, salah satu teman Yati.
Yati terdiam sejenak mendengar jawaban Asih. Yati merasa di ledek oleh Asih, tetapi Yati berusaha tidak menghiraukan nya.
Yati kembali bertanya, "Kalian mau kemana sekarang?"
Asih dan teman-temannya lainnya memang hendak pergi ke suatu tempat. Mereka berdandan layaknya ABG pada zamannya.
"Kami mau ke danau, kita main di sana. Banyak loh pengunjung dari luar kota yang datang ke sana, mereka orang-orang dari kota yang ganteng pisan," jawab Asih. Mata Asih memandangi Yati yang tengah menggendong Melati dan menuntun Mawar.
Lalu Asih bertanya pada Yati, "Kamu sendiri mau ke mana Yat? Kayanya kamu lagi repot banget ya?"
Yati terdiam sejenak, matanya masih mengarah pada teman-temannya yang masih berada di hadapannya.
"Iya nih repot, jagain anak-anak, ini aku lagi mau ngajak jajan, mau beli jajanan di warung, lagin sebenarnya aku bosan main di dalem rumah terus," sahut Yati.
"Yaaa, namanya juga udah jadi istri, repot lah. Lagian kamu Yat, jangan suka sama bapaknya aja, lagian emang enak kawin sama duda yang udah punya anak? Hahaha," ledek Asih.
Kemudian Asih kembali melanjutkan perkataannya,
"Emang sih Kang Bidin itu ganteng, tapi kalo aku harus jagain anak-anaknya aku mah ogah! Ngapain kawin cuman buat urusin anak-anaknya, emangnya aku pengasuh bayi, hahahahaa!"
Asih dan teman-temannya pun tertawa.
Mendengar ucapan Asih, Yati terdiam. Sebenarnya dalam hati Yati, dia meng iyakan ucapan Asih.
Memang benar apa yang di katakan Asih padanya, ini lah yang sebenarnya dia tidak mau, menjadi pengasuh anak-anaknya Bidin.
__ADS_1
Sedangkan sebelum dia menikah, dia tidak pernah melakukan pekerjaan itu, bahkan Yati tidak begitu suka dengan anak-anak.
"Udah ah, aku mau ke warung dulu, kasian anak-anak udah kepanasan," kata Yati pada Asih dan teman-temannya.
Lalu Asih pun menjawab, "Baiklah Yat, kami pergi bersenang-senang dulu ya, dan kamu, selamat repot ya sama anak-anak kamu, hahahaha."
Asih dan teman-temannya berlalu meninggalkan Yati. Hati Yati bertambah dongkol, di tambah lagi Melati mulai merengek,
"Teteh jajan, Teteh jajan!" Suara Melati semakin membesar.
Mawar pun tidak kalah dengan merengek juga. Mawar mulai menarik-narik baju Yati, dan baju Yati pun terlihat miring.
"Ayo Teh, kita ke warung cepetan, Mawar udah cape nih," rengek Mawar, tangannya amaih saja menarik baju Yati.
Yati semakin geram dengan sikap anak-anak tirinya yang mulai cengeng. Dan tenaga Yati pun mulai terkuras, lantaran ocehan Asih dan teman-temannya barusan.
Kepala Yati jadi bertambah pusing. Akhirnya Yati pun berteriak di jalanan,
"Bisa diem gak sih, Teh Yati jadi pusing!"
Mendengar teriakan Yati, bukannya diam, sikap Mawar dan Melati malah menjadi. Mawar dan Melati mulai menangis.
Akhirnya Yati berkata, "Aduuuh, kenapa malah tambah nangis! Ayo, kan kita maunke warung, kita jajan! Ini lagi Mawar, jangan tarik baju Teteh, atuh!"
Akhirnya mereka pun meneruskan perjalanan mereka ke warung.
Mendengar perkataan Yati, pemilik warung berkata pada Yati,
"Eh Yati, kamu jangan galak-galak atuh sama anak-anak tirimu, kasian mereka masih pada kecil!"
Yati yang merasa sudah bicara baik-baik, tetapi pemilik warung menganggap bahwa Yati marahin anak-anaknya, Yati pun menjadi kesal.
"Yang galak sama anak-anak teh siapa? Aku cuman nawarin jajanan dan nyrih cepetan, takut bapaknya udah pulang, kenapa Teteh bilang aku galak sama anak-anak?"
tanya Yati pada pemilik warung.
Pemilik warung pun tidak mau di salahkan dengan pendapatnya, "Barusan kamu ngomong sambil marah-marah Yat, jangan galak sama anak tiri, gak baik Yat!"
Yati akhirnya terdiam. Dia pun menjadi bingung dengan sikap pemilik warung. Karena apa yang dia rasakan tidak seperti apa yang pemilik warung katakan.
Akhirnya Yati pun segera membayar jajanan yang mereka ambil, agar bisa bwrgegas dari sana.
Hati Yati sudah terlanjur kesal dengan pemilik warung.
Sebenarnya dari rumah bukan begitu rencananya. Yati ingin mengajak Mawar dan Melati main di luar, dan duduk-duduk di warung, agar Mawar dan Melati tidak merasa jenuh bermain di dalam rumah.
__ADS_1
Tetapi karena sikap pemilik warung yang tidak bersahabat, Yati pun ingin segera menyudahinya.
"Ayo kita pulang cepetan," kata Yati pada Mawar.
Mawar pun melangkahkan kakinya dengan cepat, sedangkan sebelah tangannya masih saja memegang baju Yati.
Mereka pun akhirnya meninggalkan warung. Dan dalam perjalanan menuju rumah, Yati merasa bajunya miring sebelah, akhirnya Yati menghentikan langkahnya dan berkata pada Mawar,
"War, jangan tarik baju Teteh dong, gak enak nih, merasa membleh!"
Mawar pun mendongakkan kepalanya. Lalu tangan Yati meraih tangan Mawar sambil kembali berkata,
"Sini, Teteh tuntun aja."
Mawar pun membiarkan tangannya di tuntun Yati, dan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya mereka di rumah, Yati segera mengajak anak-anaknya masuk ke dalam, dan menurunkan Melati dari gendongannya.
Melati pun duduk di lantai, sambil memegang makanan.
Sementara Mawar pun ikut duduk di lantai, dan Yati menyalakan TV.
Setelah menyalakan TV, Yati beranjak hendak ke kamar mandi.
Di saat Yati hendak beranjak, tersengar suara orang dari luar memberi salam.
Mawar melihatnya keluar, sedangkan Yati berjalan ke kamar mandi.
Senyum Mawar pun mengembang saat melihat Bidin pulang.
Mawar pun berteriak, "Bapak pulang, bapak pulang."
Bidin masuk ke dalam rumah dan bertanya pada Mawar, " Teh Yati mana?"
Mawar pun menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu Mawar mengangkat kedua bahunya, pertanda Mawar tidak tahu keberadaan Yati.
Lalu Bidin berjalan mendekati Melati yang tengah duduk di samping Mawar,
Bidin oun ikut duduk dan memangku Melati, lalu dia berbisik,
Mel, teh Yati mana?"
Lalu Melati turun dari pangkuan Bidin. Dia berjalan ke dalam tepatnya ke ruangan lain, dan menuju ke kamar mandi.
Lama Melati berdiri di depan pintu kamar mandi. Tidak la kemudian Yati keluar dan melihat Melati.
__ADS_1
Yati bertanya pada Melati, "Melati mau ngapain?"
Melati tidak langsung menjawab, tetapi dia menunjuk ke ruangan di mana Bidin berada.