
Kediaman Perdana Menteri Li tengah di porak porandakan oleh kelompok pembunuh bayaran, mayat dimana-mana, dari yang tua bahkan anak kecil pun di bunuh dengan sadis. Di dalam kediaman, masih ada Li Guang, sang perdana menteri yang tengah sekarat. Darah mengucur dari luka tusukan di bagian dada dan perutnya, dengan tenaga yang tersisa dia bertanya pada pembunuh dengan pakaian serba hitam yang tengah berdiri di hadapannya menunggunya menghembuskan nafas terakhir.
" Si-sia-pa Kau? " tanya Li Guang.
" Menurut mu? " balas si pembunuh dengan suara perempuan yang terdengar lirih.
Wajahnya tak terlihat karena jubah dan topeng menutupi sebagian wajahnya dan hanya memperlihatkan bibir saja. Li Guang melirik ke pedang yang pembunuh itu gunakan, sebuah pedang yang memperlihatkan simbol naga itu terlihat sangat familiar baginya.
" Kau bisa memintaku membunuhmu sekarang! " ujar sang pembunuh.
" Kat-katakan siapa kau? " tanya Li Guang.
" Jika aku memberitahumu juga tidak ada gunanya karena kau akan segera mati! " balas si pembunuh.
Li Guang batuk darah, tak mampu lagi berkata-kata, tenaganya sudah hampir habis.
" Bai Long Qishi .. ! " ucap Si Pembunuh lirih.
" Ka.. Kau.. Zhan Xi-- "
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Pembunuh itu menggorok tenggorokan Li Guang. Selang beberapa detik, rekannya datang.
" Kita harus segera pergi! " suara laki-laki tegas.
Tanpa banyak berpikir lagi, mereka pun segera meninggalkan kediaman Li.
Kelompok pembunuh bayaran ini dikenal sebagai 'Pembunuh Malam'. Mereka bergerak dari atap ke atap di bandingkan masuk dari pintu utama atau lainnya. Dengan pakaian berjubah hitam dan topeng yang menutupi sebagian wajahnya, mereka terlihat garang jika berhadapan secara langsung.
Meski melakukan aksinya secara berkelompok namun mereka memiliki tugasnya masing-masing. Yang paling menarik adalah mereka di pimpin oleh gadis muda sebagai Master dari Pembunuh Malam ini. Siapa sangka jika seorang gadis muda mampu mendirikan sekte Pembunuh Bayaran tersadis, bahkan dia juga pencipta ilmu pusaran tanah yang mana hanya di ketahui oleh anggotanya saja.
...***...
Zhan Xishi adalah Ketua Pembunuh Malam, orang-orang pada umumnya mengenal dia sebagai Master Shi. Nama Bai Long Qishi hanya di beritahukan pada orang-orang tertentu, dan tentunya mereka yang mengenal nama ini atau berusaha mencari tahu kemudian akan mati pada waktu tak terduga. Pembunuh Malam ini bersarang di gunung Qiyi, yang mana letaknya lumayan jauh dari Ibukota Jianyi.
Sejauh ini identitas para pembunuh ini masih aman. Tidak ada yang tahu betul siapa sebenarnya para pembunuh ini, begitu juga darimana asalnya. Karena, jika seorang saja tahu hal ini, Xishi tidak akan diam saja dan menjadikan orang itu sebagai buruan sebelum membeberkan kebenarannya. Meski itu hanya sekedar menambahkan bahwa Pembunuh itu adalah seorang Bai Long Qishi.
^^^( Bái lóng qíshì ( 白龍騎士 ) - Ksatria Naga Putih )^^^
Xishi memiliki sekitar 1500 anggota terlatih dalam tiga tingkatan. Tingkat bawah, menengah dan atas. Biasanya tingkat bawah akan terus berlatih hingga mencapai tingkat beladiri yang maksimal, tingkat menengah akan mempelajari gerakan rahasia seperti langkah tanpa suara saat bergerak di atap. Sedangkan, tingkat atas akan mulai mempelajari ilmu khusus yang menjadi ciri khas dalam pembunuh ini, Ilmu pusaran tanah.
Dalam anggota sebanyak itu, tentu saja Xishi tidak sendirian dalam mengurusnya. Dia memiliki dua rekan yang mana satunya adalah kakak laki-lakinya dan satu laginya adalah pelayannya.
Zhan Qibo, seorang pendekar dengan pedang ganda yang memiliki ilmu beladiri tinggi namun masih belum sebanding dengan adiknya, Zhan Xishi. Qibo sendiri adalah kakak angkat Xishi, meski Qibo adalah seorang kakak, dia tidak pernah memperebutkan posisi master dengan Xishi. Dia berfikir posisi itu lebih cocok untuk Xishi, kemampuan bela diri Xishi berada jauh di atasnya. Meski dia menggunakan pedang ganda, dia tetap tidak bisa mengalahkan adiknya itu.
Selain itu, Qibo juga ahli membuat pedang, di luar aktivitas nya sebagai Pembunuh Malam, dia bekerja sebagai pembuat pedang. Hingga banyak pendekar yang mengenalnya, selain itu dia juga ahli mencari berbagai informasi di dunia persilatan.
Zhan Limei, seorang gadis cantik yang mana sejak kecil sudah mengikuti Xishi kemanapun ia pergi. Meski usia mereka tak terpaut jauh dan hanya selisih beberapa tahun saja, Xishi terlihat jauh lebih muda daripada Limei, meskipun begitu Limei tetap menganggapnya sebagai seorang Kakak dan Tuannya.
Limei juga di berikan keahlian khusus oleh Xishi, dia di jadikan ahli racun oleh Xishi. Menciptakan racun mematikan dan penawarnya, karena keahliannya ini Limei juga di sebut sebagai Dewi Racun.
...***...
Waktu terus berjalan, malam semakin larut Xishi, Qibo dan Limei kembali ke penginapan. Sedangkan sisanya akan kembali ke desa lebih dulu.
__ADS_1
Orang berbondong-bondong pergi ke kediaman Li, Xishi yang sudah mengganti pakaiannya hanya melihat orang-orang itu berlalu lalang dengan tatapan dingin. Jika pakaian Pembunuh Malam itu membuatnya terlihat menyeramkan, maka pakaian Hanfu ini membuatnya terlihat sangat cantik dan lebih feminim. Meskipun demikian, Xishi tetap memakai masker putih senada untuk tetap menjaga identitas nya.
" Master, sedang apa di luar? " tanya Li Mei yang tiba-tiba datang.
Xishi berbalik sesaat lalu kembali melirik kearah orang-orang yang tengah kesana kemari di bawah sana. Li Mei mengerti maksud Xishi, namun hari akan segera pagi dia berusaha membujuk Xishi agar cepat tidur.
" Master tidurlah, malam semakin larut besok pagi kita akan kembali ke desa! " ujar Li Mei.
" Kau tidur duluan saja, sebentar lagi aku akan masuk! " jawab Xishi.
" Baik " Li Mei kembali ke kamar.
Xishi masih berdiri di tempat yang sama, tak lama setelah itu, suara seruling terdengar sangat merdu, namun nadanya penuh dengan kesedihan. Xishi hanyut dalam iramanya, seolah kesedihan dalam lubuk hati Xishi ikut bangkit, menggugah pertanyaan yang tidak seharusnya di pertanyakan.
' Siapa yang meniup seruling ini? Kenapa hatiku sangat sakit begitu mendengar alunan nadanya? ' batin Xishi bergumam.
Matanya menyapu area sekitar, mencari sosok yang memainkan seruling di tengah malam seperti ini. Seolah kesedihan nya begitu dalam sampai seorang Xishi meneteskan air matanya tanpa sadar.
' Tidak Benar! 'gumam Xishi sekali lagi.
Sebelum Xishi berbalik, dia melihat seorang laki-laki yang tengah duduk di atap dengan seruling di depan bibirnya. Wajahnya tidak terlihat jelas, namun pakaiannya menunjukkan kalau dia bukan penduduk biasa. Pakaian serba merah itu tidak terlalu mencolok, warnanya malah menjadi senada dengan atap bangunan itu. Tanpa berlama-lama lagi, Xishi pun segera masuk ke kamar penginapan dan beristirahat.
Disisi lain, laki-laki yang bermain seruling itu juga menyadari seseorang tengah memperhatikannya dari jauh. Sebelum Xishi berbalik, dia menemukannya lebih dulu, secara tidak langsung pandangan mereka bertemu sekilas dalam jarak yang cukup jauh. Laki-laki itu berhenti meniup seruling nya saat Xishi berbalik dan melihatnya masuk ke dalam kamar penginapan.
' Siapa kau? Kenapa rasanya seperti kita pernah bertemu? 'gumam laki-laki berpakaian merah itu.
Menyadari tidak akan mendapatkan jawaban apapun, laki-laki itu kembali meniup seruling nya.
' Di atas atap, di bawah sinar rembulan, aku masih menunggumu, bukankah sudah waktunya? ' hati laki-laki bertanya di tengah alunan nada seruling nya.
Pagi menyapa, Li Mei bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuk Masternya. Sedangkan, saat Xishi terbangun dia malah mengingat alunan nada seruling semalam.
^^^( Guzheng (古筝)- Kecapi yang memiliki 16 - 26 senar. )^^^
" Hm itu, sepertinya di simpan oleh Guru, aku akan mengambilnya jika Master membutuhkan Guzheng itu " Jawab Li Mei.
" Baiklah, ambil begitu sampai di desa! Sekarang kita harus segera pergi dari sini! Ngomong-ngomong dimana Kak Qibo? " Tanya Xishi.
" Dia ada di luar.. Aku akan memanggilnya.. " sahut Li Mei lalu keluar memanggil Qibo.
Xishi bangkit dari tempat tidur lalu segera bersiap. Alunan itu meski hanya mendengar sekali dalam semalam, namun sangat sulit di lupakan. Menenangkan namun jika terus menerus terngiang Xishi khawatir akan mengganggu konsentrasi.
Qibo dan Li Mei datang, Xishi sudah siap. Mereka sarapan lebih dulu sebelum melakukan perjalanan pulang. Tak butuh waktu lama, begitu selesai mereka langsung beranjak. Xishi memakai pakaian biasa namun wajahnya tetap tidak di ekspos, kecuali Qibo dan Li Mei. Mereka berjalan sambil menuntun kuda masing-masing, sepanjang jalanan yang ramai, mereka mendengar penduduk sekitar membicarakan kejadian semalam.
" Pembunuh Bayaran itu pada akhirnya kembali setelah dua puluh tahun lamanya, entah siapa lagi yang akan menjadi korban selanjutnya, cara membunuhnya sangat sadis! "
" Dengar-dengar mereka adalah sekte Pembunuh Malam! "
" Benar-benar kejam! "
" Menurut mu berapa bayaran mereka dalam sekali membunuh? "
" Hey! Kau tahu, ternyata para pembunuh itu di pimpin oleh Master Shi "
" Benar! Yang membunuh Perdana Menteri Li adalah Bai Long Qishi! "
Seketika langkah Xishi berhenti, raut wajah tidak sukanya terpasang meski terhalang masker, seseorang melempar satu kendi arak ke meja penduduk yang tengah membicarakan kejadian semalam itu. Xishi berbalik untuk melihat siapa yang melakukan hal itu dan membuat semua penduduk sekitar terkejut. Bahkan salah satu anak kecil sampai menangis ketakutan, mata Xishi beralih melihat ke anak kecil ditengah para penduduk yang melihat laki-laki itu berjalan menuju ke meja yang rusak dalam sekali pukulan kendi.
" Siapa yang berani menyeret nama naga putih ke dalam kasus kotor seperti ini? " Tanya laki-laki gagah nan tampan itu.
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan.
" Siapa dia? " Tanya Xishi berbisik.
" Dia adalah Nie Feng Yue, Dia adalah putra tunggal Ketua Klan Fènghuáng Nie dari Utara! " Jawab Limei ikut berbisik.
" Marga Nie ini..? " Gumam Xishi tanpa tahu harus mengatakan apalagi.
Fengyue mendekati mereka yang membicarakan Bai Long Qishi. Langkah gagahnya menarik perhatian semua orang yang ada disana, kecuali Xishi yang menatap lekat, menebak-nebak apa yang akan di lakukan selanjutnya.
" Siapa yang berani menyinggung Dewa Pedang? " Tanya Fengyue.
" Kami tidak menyinggung, hal ini berdasarkan fakta dari apa yang kami dengar semalam! Sebelum Perdana Menteri Li mati, dia sempat bertanya dan pembunuh itu menjawab Bai Long Qishi! " Jawab salah seorang laki-laki.
" Lancang! " Umpat Fengyue lalu langsung menarik pakaian laki-laki itu dan menyeretnya ke tanah.
Fengyue memukul wajahnya dua kali lalu kembali mengoceh.
" Jadi maksudmu dewa pedang membunuh Perdana Menteri Li? Dia tidak akan datang jauh-jauh hanya untuk membunuh orang tanpa alasan yang jelas! Kau dengar! " Ucap Fengyue penuh kekesalan.
' Dewa Pedang? Apa hubungan Naga Putih dengan Dewa Pedang? Apa ini hanya kebetulan? ' Gumam batin Xishi.
Sesaat Xishi sedang tidak fokus, dia merasa ada seseorang yang tengah memperhatikannya. Xishi kembali menyapu sekitar, tak butuh waktu lama dia menemukan laki-laki yang tengah duduk melihat ke arahnya dengan kipas di tangannya yang menutupi sebagian wajahnya. Xishi menandai matanya, lalu mengalihkan pandangannya.
" Mari lanjutkan perjalanan! " Ajak Xishi dengan nada nyaris berbisik.
" Baik " jawab Li Mei dan Qibo bersamaan.
Namun saat mereka berbalik, suara Fengyue seperti menghentikan langkah mereka. Mereka menahan diri untuk tidak langsung berbalik untuk memastikan, namun sepertinya Fengyue benar-benar menghentikan mereka.
" Nona berpakaian putih ini.. " ucap Fengyue berhenti.
Xishi berbalik dan menghadap Fengyue, dia sedikit membungkuk untuk memberi hormat pada orang ini.
" Aku tidak pernah melihatmu, kau bukan berasal dari ibukota? " Tanya Fengyue seolah mencurigai mereka.
" Betul Tuan, kami penduduk Desa Luo dan datang ke ibukota untuk berdagang! " Jawab Xishi.
" Benarkah? Lalu mengapa berpakaian begitu tertutup? Tidak khawatir orang akan menganggap mu adalah pembunuh bayaran yang tengah menyamar? " Tanya Fengyue.
' Orang ini benar-benar berani mengintimidasi ku! ' Gumam batin Xishi.
" Saya tidak melakukan hal keji itu kenapa harus khawatir? Jika tidak ada yang lebih penting, kami pamit undur diri, perjalanan kami masih jauh dan kami tidak punya banyak waktu untuk membicarakan hal di luar urusan kami! Permisi! " Ujar Xishi lalu berbalik.
Namun, Fengyue sepertinya sudah benar-benar penasaran dengan identitas Xishi. Saat Xishi berbalik tangannya mencoba membuka penutup kepala yang dipakai Xishi, namun dengan cepat Qibo menarik tangan Xishi dan menggagalkan niat Fengyue.
" Maaf Tuan, sebaiknya Anda tidak perlu lancang melakukan hal itu, atau semua orang akan tahu kalau Anda berusaha melecehkan Adikku! " Ujar Qibo.
Sesaat rasa sakit dalam tubuh Xishi kembali menyerangnya, Xishi batuk darah dan langsung di sadari oleh Qibo dan Li Mei. Qibo langsung membantu Xishi naik ke kudanya.
" Maaf, kami harus segera pulang, penyakit adikku kambuh dan harus segera di obati! Kami permisi! " Pungkas Qibo lalu menunggangi kudanya sebelum akhirnya pergi.
' Fisiknya lemah namun pandai menunggang kuda, mereka benar-benar mencurigakan! ' Gumam batin Fengyue.
Di sisi lain, waktu memperlihatkan seorang laki-laki dengan kipas di tangannya. Laki-laki yang sama dengan laki-laki yang meniup seruling tengah malam itu. Tatapannya terlihat mengekori kepergian Xishi dan dua lainnya.
Liu Xingsheng, seorang laki-laki yang meniup seruling di tengah malam. Kali ini dia menunjukkan barang lain yang sering ia bawa, sebuah kipas dengan lukisan lembah. Dia menemukan Xishi untuk yang kedua kalinya, menggugah rasa penasaran dalam hatinya. Merasakan esuatu yang sepertinya pernah ada.
__ADS_1
' Siapa Kau, kenapa begitu mencuri perhatianku? 'gumam batin Xingsheng.