Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Rencana Akhir


__ADS_3

..." Saat yang baru muncul, maka yang lama akan hilang! "...


...- Zhan Li Mei -...


Se-perginya Raja Xiali, Xishi beranjak dari tempat tidur lalu membuka jendela. Malam sudah se-larut ini namun dirinya belum keluar dari penginapan. Tanpa berpikir lebih banyak lagi, Xishi pun keluar sebagai Master Shi, lengkap dengan jubah hitam kemerahannya.


Situasi damai, sangat berbeda dengan sebelumnya, para pendekar juga sudah kembali ke kotanya masing-masing. Xishi berkeliaran di Ibukota seorang diri, tanpa ragu dan takut sedikitpun. Padahal sebelumnya para Pembunuh Yue menyebar ke segala sisi kota, bahkan sebelumnya pun Xishi di serang oleh Rubah Pembunuh yang tak lain adalah anak buah teman masa kecilnya sendiri.


Xishi sudah tidak ada urusan lagi, dia berencana menutup diri sampai genap dua puluh tahun. Saat tiba waktunya, Xishi berencana melakukan pemberontakan besar, yakni menyerang Gunung Shu dan mematahkan ikatan pernikahan antara dirinya dengan Raja Alam Baka.


Hanya saja hal kedua belum ada kepastian karena Xishi menduga di antara dua orang yang ia kenal, salah satunya adalah Raja Alam Baka yang sebenarnya.


Hawa, aroma wangi menyeruak dan tubuh dingin seperti tak bernyawa, Xishi pernah merasakan hal demikian, namun saat mendengar suaranya justru malah tidak sesuai dengan yang ia kira.


Sementara Xishi beristirahat, para mata-matanya akan bekerja untuk mendapat informasi. Akan ada banyak kesempatan untuk para organisasi pembunuh lainnya merebut posisi pertama, di samping itu Pembunuh Malam akan lenyap sampai tiba waktu Xishi untuk kembali.


Xishi baru saja keluar dari wilayah Ibukota dengan menunggangi kudanya, namun gerakan aneh membuat kewaspadaannya muncul secara otomatis.


Dia berhenti tepat sebelum pintu masuk wilayah timur dan ibukota Jian Yi, yakni kota Kun Yuan yang terkenal akan kedamaian nya. Namun, kali ini adalah pengecualian, kota akan tetap damai jika tidak ada mata yang mencoba melongok sesuatu yang terjadi.


" Kau ini, sudah pandai menguntit! Tidak ada keahlian bertarung 'kah? " celetuk Xishi memantapkan suaranya.


Tak lama setelah itu, seseorang menyerang Xishi dari belakang, dia menggunakan pedang gaib. Dengan hal ini, Xishi dapat menyimpulkan kalau orang ini adalah mata-mata yang di tugaskan oleh Xuan Yin.


Serangannya jelas meleset, namun tak sampai disitu dia terus menyerang Xishi tanpa jeda. Xishi belum mengeluarkan pedangnya dan hanya menghindari serangan sampai tiba saatnya dia serius.


Mata-mata ini bernama Niu Mei, dia adalah perempuan yang menghampiri Xuan Yin saat Xishi pergi. Kemampuan pedangnya sangat baik, hingga Xishi pun mengakui ha itu. Hanya saja, dia muncul dan tiba-tiba menyerang tentu sangat menyinggung Xishi yang saat ini berperan sebagai Master Shi.


Serangannya terus meleset, Xishi sudah tidak sabar dan langsung menggunakan pukulan jantung ke lawannya. Niu Mei tersentak ke belakang hingga sampai beberapa meter dari Xishi berdiri.


" Heh, siluman, ya? " gumam Xishi.


' Sialan! Dia belum serius namun aku sudah kewalahan! ' gumam batin Niu Mei.



^^^(Niu Mei - Mata-mata Rubah^^^


^^^Pembunuh)^^^


' Gadis ini benar siluman, pukulan jantung itu akan membunuh manusia dalam sekali pukul, namun jika mengenai yang bukan manusia reaksinya akan melambat! ' gumam Xishi.


Niu Mei tidak menyerah dan kembali melancarkan serangannya, namun sebelum dia melakukan itu Xishi sudah lebih dulu membaca serangannya hingga apapun upaya Niu Mei tetap tidak bisa menjangkau Xishi.


Seperti apa yang telah di katakan oleh Zhu Zhishu, tidak ada yang mengetahui kelemahan Pembunuh Malam, namu Pembunuh Malam mengetahui semua kelemahan yang dimiliki oleh lawannya.


" Pedang gaib ini tidak ada apa-apanya bagiku, menyerahlah atau kau akan mati! " ujar Xishi.


" Ti-tidak! Tidak akan!! Aku tidak akan kalah!! " bantah Niu Mei.


" Heeeeh, keras kepala juga, ya? Namun, aku menyukai sikapmu yang seperti itu, sayang sekali, bagaimana jika kau bergabung bersama ku, aku ini orang baik lhooo.. " ujar Xishi sambil menunjukkan senyumannya.


" Berhenti mengatakan omong kosong perempuan jahanam!! " sarkas Niu Mei sebelum akhirnya kembali menyerang.


" Aih, mulutmu tajam sekali! " balas Xishi santai.


Niu Mei mengerahkan seluruh tenaga dalamnya dan terlalu terburu-buru dalam menyerang Xishi, padahal Xishi masih begitu santai namun Niu Mei sudah terdesak karena kecerobohannya sendiri.


Xishi yang menikmati permainannya pun mulai mengeluarkan pedangnya, namun pedang Hei Ying tidak sepadan dengan pedang gaib yang merupakan pedang sihir.

__ADS_1


Meskipun begitu, bukan berarti Xishi tidak bisa mengimbanginya.


Xishi adalah Zhu Zhishu, sebagaimana dia terakhir sebagai satu-satunya Bai Long Qishi. Meskipun terlahir di atas perjanjian antara Dewi dan Raja Alam Baka, namun dirinya tetap mewarisi darah dewa. Yang mana dewa memiliki kemampuan sihir yang tidak bisa di miliki oleh manusia biasa, meski dia adalah pendekar sekalipun.


Xishi memiliki kemampuan sihir yang lebih kuat di bandingkan Zheyan, namun tidak bisa di bilang lebih dari Zhexuan.


Dengan begitu dia bisa menyalurkan sihir pada pedangnya. Seperti yang diketahui, gerakan Xishi sangat cepat hingga lawan pun tidak akan mampu melihatnya. Hal itu bisa di katakan sebagai kelebihannya karena mampu membuat lawan lengah di menit pertama pertarungan.


Seperti halnya saat ini, ketika Niu Mei lengah karena tidak fokus pada serangan yang di berikan Xishi. Xishi dengan mudah menangkis lengannya dari belakang hingga pedangnya berhasil terlepas, sebelum di tarik oleh sihir pemiliknya, Xishi menghancurkan pedangnya terlebih dahulu dengan mengendalikan tanahnya.


Saat fokus Niu Mei mengarah ke pedangnya yang perlahan lenyap, Xishi kembali menyerangnya, lehernya di cekik hingga tubuhnya terangkat dari permukaan tanah. Tatapan mata Master Shi yang begitu tajam akan membuat siapapun menundukkan kepalanya dengan menahan rasa takut.


" Heeeeh, sepertinya permainan akan segera berakhir, sayang sekali lawan kali ini hanya bocah tempramental, mudah terpancing emosinya dan begitu ceroboh!! " ucap Xishi dengan nada datar.


" Baj-jingan!! " umpat Niu Mei.


" Iya, iya terserah apa yang kau katakan, namun setelah ini aku akan membuatmu menjadi sangat tidak berguna untuk Xuan Yin!! " pungkas Xishi sebelum akhirnya meniup kan racun ke wajah Niu Mei.


Xishi melepaskan cengkeraman dari leher Niu Mei, hal itu membuat gadis itu jatuh terkapar dengan keadaan mata yang mengeluarkan darah.


" Lemah! " suara yang begitu dingin itu keluar dari mulut Xishi.


Tak lama setelah itu suara langkah kaki kuda terdengar mendekat, Xishi memutar tubuhnya ke arah sumber suara dan melihat dua tiga ekor kuda. Dua kuda dengan penunggangnya dan satu ekor kuda milik Xishi yang pergi ke desa Bai Xuan saat dirinya di serang.


Kuda itu ternyata sebagai pengganti sinyal darurat, dia tahu kemana harus pergi. Saat pihak bawahan mendapati tunggangan pemimpinnya kembali sendirian, mereka akan langsung paham jika pemimpin mereka sedang menghadapi suatu masalah. Meskipun begitu, bukan berarti pemimpin menginginkan pasukan untuk menyerang atau melindungi pimpinannya, melainkan hanya untuk mengirim orang kepercayaannya untuk datang dan mengurus sisanya.


Seperti halnya malam ini, Diwei Ling dan Zhan Limei datang menjemput Master mereka.


" Terlambat lagi, ya? " gumam Diwei Ling.


" Master, maafkan kami datang terlambat.. " celetuk Limei.


Diwei Ling menyadari kesalahannya seketika, dia langsung membungkukkan badannya dan memohon maaf.


" Lempar dia ke hutan Xin, bunuh siapapun yang berani menghalangi mu. Ini perintah! " tegas Xishi.


" Di mengerti!! " balas Ling lalu mulai membawa tubuh Niu Mei bersamanya.


Sementara itu, Xishi dan Limei pulang ke Gunung Qiyi. Di tengah perjalanan, Xishi menyempatkan diri untuk sedikit berbincang dengan Limei..


Dia berfikir masih harus mengulur waktu untuk membunuh Zhan Xishi, bagaimanapun juga dirinya tetap tidak bisa membagi diri ke tiga identitas yang memiliki kepribadian yang sangat jauh berbeda.


Diantara ketiga identitasnya, Zhan Xishi di kenal sebagai manusia biasa, sedangkan kedua identitas lainnya termasuk manusia setengah dewa dan gadis iblis yang memimpin pembunuh bayaran tersadis. Akan aneh jika salah satunya mati tiba-tiba.


Namun, Xishi memilih menggunakan cara ekstrim untuk membunuh Zhan Xishi dalam dirinya.


" Zhan Limei.. " panggil Xishi.


" Ya, Master.. " sahut Limei.


" Kita berpisah disini.. " ujar Xishi.


" Huh? Bukankah Master akan kembali ke Gunung? " tanya Limei.


" Tidak, mari bermain satu malam lagi, aku akan pergi! Besok malam, pimpin sepuluh murid teratas untuk pergi barat kota! Permainannya akan di mulai disana, sebelum itu tolong pancing pendekar muda untuk datang! " jawab Xishi.


" Master, jangan-jangan kau--


" Benar! Sesuai dengan apa yang kau pikirkan! Aku akan melakukannya, ini adalah langkah terakhir, jadi ku perintahkan padamu! Jalani tugas ini sebaik mungkin! Aku menolak kegagalan! " ujar Xishi.

__ADS_1


" Di mengerti, Master! "


Setelah selesai berbincang, Xishi turun dari kudanya dan mengubah pakaiannya menjadi pakaian yang biasa di pakai oleh dirinya saat menjadi Zhan Xishi. Kemudian, dia pergi menjauh hingga bayangannya tak terlihat lagi dalam kegelapan malam.


Limei menatap batangnya sampai menghilang sambil bergumam dengan dirinya sendiri.


' Saat yang baru muncul, maka yang lama akan hilang! '


" Tuanku.. Master yang ku ikuti ini sungguh luar biasa, aku harap akan ada banyak waktu lagi untuk tetap berada di sisinya.. "


Keesokan harinya, seluruh kediaman sekte telah menerima surat misterius yang mengundang mereka datang ke daerah barat. Tidak hanya itu, Zhan Cheng pun tidak ketinggalan mendapatkan suratnya.


Masing-masing penerima suratnya tidak tahu apa yang terjadi, mereka hanya mengikuti perintah dari surat itu lalu pergi secara diam-diam. Masing-masing sekte satu pendekar, termasuk sekte barat yang mengirim Qibo untuk datang.


Namun, sebelum itu hal yang terjadi saat Xishi dan Limei berpisah adalah, Xishi berhasil di tangkap oleh Pembunuh Yue yang saat itu mereka sedang mencari keberadaan Master Shi. Dan saat itu Limei sadar Xishi telah di culik, namun dia juga memiliki tugas, dengan kemampuan yang di miliki Xishi, bahaya seperti apa yang bisa mengancamnya.


Xishi sudah mengatur rencananya, meskipun secara mendadak namun sudah cukup matang, berikut Xishi juga sudah memantapkan strateginya, kini hanya tinggal melancarkan nya sampai akhir.


Disisi lain, di Kediaman Liu, Xingsheng tengah berbincang dengan Liang di teras sambil menikmati teh nya. Perbincangan kali ini sedikit terkait dengan masalah dunia bawah, mungkin memang bagian dari sana.


" Sebagai mata, telinga, tangan dan kakiku, apa saja yang kau dapat selama ku bebaskan belakangan ini? " tanya Xingsheng dalam mode serius.


" Aku tidak menyelidiki Nona Zhan sesuai dengan perintah mu, karena merasa tidak ada yang serius di dunia manusia maka aku pergi ke dunia bawah. Namun, disana juga sepertinya aman terkendali, jadi aku kembali ke dunia manusia! " jawab Liang.


Xingsheng mengerutkan keningnya sambil memejamkan matanya.


" A-Liang, bisakah kau langsung ke intinya! Jangan berbelit-belit jika tidak ingin ku kepang lidahmu itu! " tegas Xingsheng.


" Ah, baiklah, selama ini banyak orang yang salah faham dengan Raja Alam Baka dan Penguasa Lembah Hantu, mereka menyamakan keduanya tanpa tahu kebenarannya! Bahkan, nona Zhan pun berpikir demikian! " ujar Liang.


" Aku tahu itu! Berikut juga dengan dia, kami sama-sama tidak bisa menyangkal meski sangat jauh berbeda, alasannya pun sama, keduanya sama-sama tak berwajah. Entah kapan wujud yang sebenarnya akan muncul.. " gumam Xingsheng.


" Master, orang itu terlalu semena-mena, alih-alih bersamanya Nona Zhan akan lebih aman bersamamu! " ucap Liang.


" Jangan bodoh! Raja alam baka jelas lebih kuat, dia lebih tahu cara melindungi wanitanya, saat ini mungkin dia akan segera membunuhku! " balas Xingsheng.


" Heh. Mengapa demikian? " tanya Liang.


" Aku benar-benar menyukainya.. " jawab Xingsheng lirih.


Liang tidak terkejut karena sudah mengetahui ini sejak awal, namun pernyataan Xingsheng mengenai dia yang akan segera dibunuh jelas terlalu mengejutkan.


Di dunia yang fana ini hanya ada dua hal yang bisa membunuhnya, yang pertama adalah kehendak dari Raja alam baka dan yang kedua adalah hal yang di rahasiakan oleh Xingsheng.


Dalam arti lain, ini adalah kelemahan tersembunyi dari sosok Liu Xingsheng.


Gerakan beladiri yang lemah gemulai, teknik kipas beracun, bahkan bisa melayang di udara. Keahlian ini jelas tidak bisa di miliki oleh manusia biasa, melayang di udara adalah hal yang mustahil, tidak heran jika itu melompat namun jika sampai melayang di udara hal itu hanya bisa di lakukan oleh makhluk tertentu saja.


Selain itu, Xingsheng juga memiliki tubuh yang begitu dingin dan wangi yang menyeruak. Dia juga mampu berpindah tempat dalam waktu singkat, memiliki tatapan mematikan dan juga bisa mengendalikan irama pengendali.


Liu Xingsheng bukanlah orang biasa, pakaiannya yang terlihat seperti seorang tuan muda dari keluarga kaya ternyata tidak seperti kelihatannya.


Xishi menduga Xingsheng adalah Raja Xiali, namun suara Raja Xiali sangat berbeda dengan Xingsheng. Mereka hanya memiliki kesamaan suhu dan aroma.


Kebenarannya adalah, Xingsheng dan Liang adalah makhluk dari dunia bawah yang datang ke dunia manusia. Tidak ada yang tahu apa tujuan mereka datang, namun sejauh ini sepertinya Xingsheng datang hanya untuk Xishi.


Sebelumnya Xingsheng selalu melindunginya, namun setelah mengetahui Xishi terikat takdir dengan raja alam baka, Xingsheng juga mulai menjaga jarak.


Dia menyadari konsekuensi yang tidak hanya di terima oleh dirinya, semakin terlibat, Xishi juga akan semakin direpotkan.

__ADS_1


__ADS_2