
Zhishu memalingkan wajahnya dan menghindari kontak mata dengan Qinsong. Mustahil untuk meninggalkan Qinsong di tempat berbahaya seperti ini, meski dugaannya belum terbukti, namun dia sangat yakin kalau Rubah Pembunuh sudah menyebar di hutan timur.
Sebuah suara langkah kaki terdengar, membuyarkan lamunan Zhishu yang tengah bergelut dengan pikirannya. Segera Zhishu kembali membawa Qinsong pergi dari sana, mungkin saja tindakan kali ini bisa membuat Qinsong merasa berhutang. Dengan begini dia tidak bisa menolak untuk membantu misi Master Shi di masa depan.
Zhishu sengaja memancing orang yang mengejarnya ke tempat dimana Diwei Ling dan Yanxun berada. Dengan begini, dia bisa menghabisinya sekalian.
Sialnya, saat Zhishu sampai disana, jumlah mereka sudah lebih banyak dari yang pertama ia lihat. Namun, dia sudah ditengah jalan dan tidak mungkin kembali. Zhishu dan Qinsong tiba di hadapan Yanxun, hal itu spontan membuat Yanxun tersentak karena kehadiran Qinsong yang tiba-tiba bersama Master Shi.
' Song Qinsong? Apa maksudnya ini? Apa dia juga terlibat perjanjian dengan Master Shi? ' gumam batin Yanxun.
Pertarungan berhenti, Diwei Ling berhasil memojokkan Jili namun, nasib baik tengah berpihak padanya. Kini Zhishu, Qinsong, Yanxun dan Diwei Ling tengah berada di tengah-tengah kepungan Rubah Pembunuh. Jika dilihat lagi, hal ini seperti kejadian dua tahun lalu, yang mana lima pendekar dan satu tabib berada di dalam kepungan Pembunuh.
Yanxun tidak bersuara, dia juga berharap Zhishu tidak membocorkan identitasnya. Namun, saat ini wajah Qinsong terekspos tentu bukan hal baik jika ada yang berhasil lolos.
" Apa kau membunuh mereka? " tanya Zhishu.
Pertanyaan itu jelas untuk Yanxun, saat Diwei Ling menghadapi satu yang terkuat, antek-antek Rubah Pembunuh ini diurus oleh Yanxun. Jika benar dia membunuh, tidak heran jika jumlah mereka menjadi sebanyak ini.
" Ling? " panggil Zhishu.
" Aku fokus pada Mo Jili, tidak memperhatikan Tuan Hu--
" Kakak Xiao Xun, santai saja.. " potong Qinsong.
" Heh, sejak kapan kau sadar? " tanya Yanxun.
" Benar 'kan? Kau adalah Huang Yan Xun.. " ujar Qinsong.
' Sial! Pernyataan itu seolah-olah untuk menjebak ku menunjukkan diri, Song Qinsong ini setelah sekian lama hilang, hari ini tiba-tiba muncul bersama Master Shi dengan sikap yang berbeda jauh dari yang ku kenal.. Hal semacam apa yang menimpamu selama ini? ' gumam batin Yanxun bertanya-tanya.
Suara Qinsong yang dingin ternyata tidak hanya membuat Yanxun terkejut, namun juga Zhishu. Lama tak bertemu, Zhishu seolah melupakan sesuatu yang seharusnya ada dalam diri Qinsong. Di samping itu, dia menemukan keanehan.
" Mereka berhenti? " tanya Ling.
Orang-orang bertopeng rubah itu berhenti menyerang dan hanya berdiam diri mengepung mereka, seolah sesuatu tengah mengendalikannya. Namun, terdapat pengecualian untuk Mo Jili.
Tak lama setelah itu, sebuah suara kembali terdengar, namun kali ini suara itu tidak sama persis dengan suara yang di dengar oleh Diwei Ling sore tadi.
Saat musik kecapi itu di mulai, semua orang bertopeng rubah kembali menyerang. Zhishu dengan cepat mengeluarkan pedang Hei Ying miliknya dan ikut bertarung. Sementara itu, Qinsong hanya terdiam sambil menggenggam sebuah suling berwarna hitam.
Saat Zhishu, Yanxun dan Diwei Ling bertarung, Qinsong menggunakan sulungnya sebagai senjata. Dia mulai meniupkan seruling nya hingga membentuk sebuah irama nada yang terdengar berlawanan dengan suara kecapi.
Hingga perlahan Zhishu mulai menyadari gerakan orang bertopeng rubah ini mulai melemah.
" Xiao Xun, Ling, aku serahkan mereka pada kalian! Sementara aku akan mencari asal suara kecapi itu! " ujar Zhishu sebelum akhirnya melenggang pergi.
Lama menelusuri hutan, akhirnya Zhishu menemukan orang yang memainkan sebuah alat musik Liuqin , tidak salah lagi dia adalah gadis bernama Niu Mei, seorang mata-mata dari Rubah Pembunuh. Matanya tertutup kain hitam, hal itu adalah bukti kalau hadiah dari Master Shi masih terkenang.
^^^(Liuqin (柳琴)- Alat musik^^^
^^^petik kecil wujudnya seperti buah pir dengan 4 senar.)^^^
Zhishu tidak langsung menyerang karena menyadari keberadaan orang selain gadis itu, dia bersembunyi di balik batang pohon sambil mengamati sekitar.
' Begitu ya? Karena kehilangan matanya dia juga kehilangan kemampuan bertarung, namun masih tetap di gunakan mahir memainkan musik kegelapan.. ' gumam batin Zhishu.
Suara seruling yang dimainkan Qinsong mulai terdengar samar-samar, mungkin musik itu benar-benar mampu mengalahkan musik kegelapan yang dimainkan Niu Mei.
Zhishu sudah menunggu lama namun orang itu tidak kunjung muncul, dia berpikir mungkin orang itu juga tengah mengawasi Niu Mei, mungkin juga dia adalah Raja Rubah nya.
Zhishu mendapatkan ide untuk memancingnya keluar, yang pertama dia melempar sebuah shuriken ke arah Niu Mei, namun sesuatu seolah menyangkalnya hingga terjatuh tepat sebelum melesat menggores wajah Niu Mei.
__ADS_1
' Benar saja, ada yang melindunginya! Kalau begitu, aku akan benar-benar membuatmu keluar, rubah licik! ' ujar Zhishu dalam hati sebelum akhirnya keluar.
Zhishu menyerang Niu Mei tepat dari hadapan dengan pedang yang siap di hunuskan. Namun, sebelum ujung pedangnya menyentuh kulit Niu Mei, seseorang datang dari samping dan kembali menyangkal serangannya.
Saat itu, Zhishu menghindar dan memasang senyum di bibirnya ketika dia melihat wujud dari Pemimpin Rubah Pembunuh. Dugaannya tepat, dia ada di sekitar Niu Mei karena tahu akan ada yang mencarinya.
" Wah, Master Shi, ya? " ujar Xuan Yin.
^^^(Xuan Yin // Bai Xin)^^^
" Dunia penuh pembodohan bukan, Tuan Rubah? Kau bisa membodohi orang lain dengan nama samaran mu, namun tidak denganku, Bai Xin.. " balas Zhishu dengan nada dingin.
Suara seorang Master Shi yang tengah berada di hadapannya saat ini, sedikit membuatnya terkejut. Seolah teman lama tengah berbicara padanya, namun nada dingin itu benar-benar tidak dikenali oleh Xuan Yin.
' Zhan Xishi?? ' batin Xuan Yin.
" Hentikan dia, jika tidak ingin ku cincang jari-jarinya! " tegas Zhishu.
' Tidak! Wanita ini jelas bukan Xishi! ' batin Xuan Yin.
" Dia tidak akan berhenti jika aku tidak memberinya perintah! Lagi pula, siapa dirimu, datang-datang mengacaukan dan langsung memberi perintah? Mengganggu saja! " balas Xuan Yin.
" Cih, menjengkelkan! " gumam Zhishu.
Zhishu yang tidak bisa berlama-lama menghabiskan waktu untuk berbincang dengan siluman licik pun akhirnya mengangkat pedangnya lebih dulu. Xuan Yin juga tidak bertele-tele dan langsung meladeni permainan Zhishu.
Meski dia menggunakan pedang sihir yang paling kuat, dia tidak pernah menduga kalau seorang Master Shi bisa mengimbanginya. Di setiap serangan yang ia berikan, selalu saja terbaca dan selalu bisa disangkal olehnya. Namun, sebaliknya dengan serangan yang di berikan Zhishu, berulangkali membuat Xuan Yin terkecoh.
Meskipun berulang kali di buat kewalahan, namun pertahanan Xuan Yin masih cukup kuat. Dia melihat Zhishu yang masih terlihat santai, sama seperti pertarungan Niu Mei dengan Master Shi. Xuan Yin di buat terdesak dalam permainan yang di buat oleh Master Shi, dengan kata lain, ini adalah cara yang sama untuk menjatuhkan lawan.
Zhishu membuat lawan bersemangat untuk menyerangnya karena dia tahu bentuk serangan seperti apa yang mereka gunakan, Zhishu hanya perlu mengelak untuk menguras energi yang di keluarkan oleh lawan. Semakin lelah lawan akan semakin lengah, disaat seperti itu Zhishu baru akan menunjukkan keseriusannya dalam bertarung.
Mungkin dia pernah menunjukkan kemampuan pedangnya saat di hutan barat, namun itu belum bisa dibilang setengah dari kemampuannya.
Menyadari kegigihan yang dimiliki Xuan Yin, tentu membuat Zhishu sedikit bersemangat. Dia tidak pernah menemukan lawan yang serius seperti ini sebelumnya. Namun, semakin lama gerakan Xuan Yin, semakin agresif. Di samping itu, Zhishu menyadari Xuan Yin berusaha membuka topengnya.
Hal itu terbukti saat pedang gaib milik Xuan Yin berhasil mengenai topeng dengan ukiran bunga sakura hitam itu. Darah keluar dari pipi Zhishu yang tergores, seketika tatapan semangatnya pupus dan berubah menjadi kosong.
" Heh, merepotkan! " ujar Zhishu pelan.
Zhishu mengangkat wajahnya dan menatap Xuan Yin dengan sorot mata yang tajam. Xuan Yin hanya menatap datar sebelum akhirnya terkejut karena darah yang mengucur dari pipi Master Shi di depannya berhenti dan memperlihatkan luka yang perlahan menghilang.
" Siapa kau? " tanya Xuan Yin.
" Aku adalah Pemimpin yang tidak bisa di samakan dengan apapun dan siapapun! Pengecut yang menyebut dirinya pemimpin tidak pantas dihormati! Jika tidak mau mati, berhenti membuat onar dan tetaplah berada di wilayah mu! " balas Zhishu.
" Siapa yang kau sebut pengecut? " tanya Xuan Yin.
" Heh, tepat sasaran ya? " gumam Zhishu.
Lalu, sebuah benang mengarah ke Niu Mei tanpa sepengetahuan Xuan Yin. Benang itu berhasil memotong jari-jari tangan Niu Mei, bahkan sampai memotong Liuqin nya.
" AAaaaaahh!!!!!! " Teriak Niu Mei.
Teriakan itu cukup memekikkan telinga, Xuan Yin yang terkejut langsung membalikkan tubuhnya dan melihat kondisi Niu Mei yang sudah sangat parah.
" Apa yang kau lakukan sialan!!! " sarkas Xuan Yin.
" Apa itu salahku? Aku hanya tidak suka caramu membantah! " balas Zhishu.
__ADS_1
Melihat sikap tenang Zhishu semakin membuat Xuan Yin marah. Emosi nya yang tidak terkendali merubah dirinya ke wujud asli, sebagaimana dia adalah siluman rubah hitam dengan ekor sembilan. Namun, ukuran ini terlalu besar, bahkan lebih besar tubuhnya.
Zhishu masih nampak tenang, dia memindahkan pedang Hei Ying ke tangan kanannya sambil terus menatap mata rubah itu.
Xuan Yin yang siap menerkam Zhishu pun langsung berlari ke arahnya. Sorot matanya seperti binatang buas yang tengah kelaparan, namun di samping itu Zhishu masih diam di tempatnya dengan tenang.
" Boleh juga.. " gumam Zhishu.
Zhishu mengeluarkan pedang Naga Putih nya. Menghadapi binatang buas sebesar ini tentu bukanlah keahliannya, namun, bukan berarti Zhishu tidak bisa mengalahkannya. Mungkin, dalam sekali serang Xuan Yin bisa langsung mati di tangan Zhishu.
" Aku adalah maut, kau mendekatiku, maka jangan salahkan aku jika kehidupan mu berakhir! " ujar Zhishu.
Tepat saat Xuan Yin melompat ke arah Zhishu, sebuah ekor besar memukul tubuhnya hingga terpental jauh ke belakang. Itu adalah Naga milik Zhishu, sebagai mana dia adalah roh penjaga yang di miliki oleh masing-masing Bai Long Qishi.
Naga yang di miliki Zhishu lebih istimewa dari dua kakaknya karena naga itu berwarna emas pekat. Ini adalah kali pertamanya Zhishu memanggilnya keluar untuk melindunginya, tak di sangka dia akan berguna di saat-saat mendesak seperti ini.
Dengan kemampuan roh penjaga yang terkurung dalam diri Zhishu selama dua puluh tahun, tentu saja Xuan Yin kalah. Naga emas itu memiliki Zhishu yang bisa menetralkan luka dengan sekejap, sedangkan Xuan Yin yang bisa terluka parah membutuhkan waktu untuk pulih bahkan mungkin bisa mati.
Xuan Yin memang teman masa kecil Zhan Xishi, namun orang yang melawannya saat ini bukanlah Xishi, melainkan Zhu Zhishu yang hanya mengenal dirinya sebagai Bai Xin, seorang pemimpin Rubah Pembunuh yang menjengkelkan.
Tentu saja selain menikmati pertarungan ini, Zhishu tidak akan mempermasalahkan kematian Xuan Yin, dengan kata lain, akan lebih baik jika membunuhnya.
Zhishu yang tidak memiliki ingatan apapun tentang Xuan Yin, saat ini dirinya sudah terlanjur membulatkan tekad untuk membunuh lawannya saat ini.
Zhishu menyerahkan seluruh emosi dan amarahnya kepada roh penjaga miliknya, dengan begitu kekuatannya akan bertambah dan kemungkinan untuk menang akan meningkat.
Sementara itu, disisi lain Mo Jili yang merasakan bahaya tengah di hadapi oleh Masternya langsung mencari keberadaan Xuan Yin.
Dari jauh Mo Jili mendengar sebuah suara nafas binatang besar, dia mengikuti arah sumber suaranya dan terkejut saat melihat rubah hitam berekor sembilan tengah bertarung melawan naga emas yang tak kalah besar ukurannya.
" Naga ini... " gumam Mo Jili.
Tanpa berpikir panjang, Mo Jili yang melihat Zhishu tengah berdiri menatap pertarungan langsung menyerangnya. Serangan pertama yang tidak di sadari oleh Zhishu berhasil mengenai perutnya. Lagi-lagi tusukan pedang gaib, Zhishu langsung memberikan pukulan jantung begitu Mo Jili lengah di hadapannya.
Mo Jili jatuh tersungkur, dia mengeluarkan banyak darah dari mulutnya namun masih mencoba bangkit dan menyerang Zhishu.
Keduanya terlibat dalam pertarungan, tanpa memikirkan lukanya Zhishu terus meladeni Mo Jili hingga topengnya benar-benar terbelah dan memperlihatkan wajahnya.
Xuan Yin yang tidak sengaja melihat wajah di balik topeng Master Shi pun terkejut hingga dirinya lengah. Dengan sekali serang Naga milik Zhishu berhasil membuat Xuan Yin tumbang.
Dalam kondisi fisik yang semakin melemah, serangan Zhishu meleset dan hanya menyayat pinggang Mo Jili. Setelah itu, Zhishu mulai kehabisan tenaga karena kehilangan banyak darah. Roh penjaga kembali ke dalam tubuh Zhishu sebelum akhirnya Zhishu mulai kehilangan keseimbangan.
Sebelum tubuhnya tumbang, seseorang datang dan menangkap tubuh Zhishu, dia mendekapnya dengan tatapan sendu. Berharap Zhishu membuka mata dan memanggil namanya kembali, namun dia sudah tidak sadarkan diri saat ini.
" Liu Xingsheng? " panggil seseorang yang baru saja datang.
Liu Xingsheng menunjukkan ekspresi terkejut, sedangkan Song Qinsong yang baru datang lebih terkejut lagi saat mendapati Zhishu berada dalam dekapan Xingsheng.
" Serahkan dia padaku.. " ujar Qinsong.
Xingsheng menatap Zhishu sekilas sebelum akhirnya Qinsong mengambil alih tubuh Zhishu dan menggendongnya. Raut wajah Qinsong menjadi datar, di matanya tersirat dengan jelas rasa tidak suka yang tidak mampu ia katakan.
^^^(Song Qin Song)^^^
" Ini akan menjadi peringatan dariku, jangan pernah kau menyentuh sehelai rambut pun darinya lagi! Karena dia milikku, aku tidak suka orang lain menyentuhnya! " tegas Qinsong dengan nada dingin lalu melenggang pergi.
Xingsheng hanya menatap kepergiannya, seketika senyumnya terukir meski dadanya terasa sesak.
' Mengapa harus dia? Mengapa aku harus bertemu dengannya jika akhirnya aku tersesat dalam perasaan yang sulit? Bagaimana aku bisa mengatakannya, jika aku mencintai kekasihmu, Kakak.. ' gumam batin Xingsheng.
__ADS_1
^^^(Liu Xingsheng - Penguasa Lembah Hantu)^^^