Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Pertarungan Zhu Zheyan dan Master Shi


__ADS_3

Zheyan terdiam sejenak, dia mencoba mengingat kembali apa yang ia temukan sebelumnya.


Jika Zhishu masih hidup, berarti aroma yang ia cium tidak salah lagi, Zhishu sempat ke tempat yang Zheyan datangi sebelum akhirnya pergi ke hutan yang ada di wilayah Utara.


" Ibunda, apa orang lain akan memiliki aroma yang sama seperti kita? " tanya Zheyan.


" Apakah maksudmu itu, aroma dewa? " tanya Qian Ling.


" Ya "


" Aroma dewa hanya dimiliki oleh golongan dan keturunan dewa saja, manusia biasa bahkan iblis sekalipun tidak akan dapat membuat aroma seperti itu.. " jelas Qian Ling.


" Kalau begitu, sepertinya aku tahu dimana Zhishu berada.. " ujar Zheyan sambil beranjak.


" Kau mau pergi lagi? " tanya Qian Ling.


" Ya.. "


" Ini sudah larut, kau boleh pergi besok.. " ujar Qian Ling.


" Aku akan pergi sekarang agar bisa sampai besok pagi.. Ibunda tenang saja.. " balas Zheyan.


Zheyan memberi salam sebelum akhirnya melenggang pergi dari hadapan Ibundanya.


Sementara itu, se-perginya Zheyan, putra keduanya datang menemuinya. Raut wajahnya selalu sendu dengan rasa yang selalu ia tahan di dadanya.


" Zhexuan? " panggil Qian Ling.



^^^(Zhu Zhexuan)^^^


" Ibunda.. Belum tidur? "


" Apa ada yang ingin kau katakan? " tanya Qian Ling.


" Apa Ibunda masih mencari Zhishu? Apa Ibunda menyuruhnya mencari Zhishu? Kenapa Ibunda selalu mengandalkan Zheyan? Ibunda bisa meminta pengawal atau mata-mata kita mencari keberadaannya.. Kenapa begitu repot-repot mengandalkan seorang putra? " tanya Zhexuan.


" Zhu Zhexuan.. Jika tidak ada yang ingin kau katakan, kau boleh keluar.. " ujar Qian Ling mengalihkan pembicaraan.


" Kenapa? Kau selalu mencari mereka berdua, pintu mu selalu terbuka lebar untuk mereka berdua, sedangkan aku.. Aku harus berlutut sampai tujuh hari berturut-turut hanya untuk menemuimu.. Meski pada akhirnya, mau sekeras apapun aku maksa, sesering apapun aku memohon, kau tidak pernah mau menemuiku seolah-olah aku adalah makhluk menjijikan.. Bukankah aku juga putramu? Kenapa kau begitu tidak adil? " tanya Zhexuan lagi.


Mendengar semua pertanyaan itu membuat Qian Ling menjadi tidak tahan, namun disisi lain dia juga menjadi tersadar betapa kejamnya dia.


Qian Ling mencoba untuk tenang tanpa menjelaskan lebih jauh.


" Zhu Zhexuan.. Kau adalah putra satu-satunya dari Dewa Pedang, sedangkan mereka berdua hanya memilikiku seorang, tanpa perlu aku jelaskan, seharusnya kau mengerti, aku tidak bisa merebut semua rasa hormatmu untuk ayahmu. Kau adalah putra kedua ku, aku menyayangimu begitu juga dengan kakakmu.. " ujar Qian Ling.


Zhexuan tidak puas dengan jawaban itu, dia pergi dengan rasa kecewa serta cemburu yang tak dapat ia jelaskan lebih jelas lagi.


Sedangkan, di Ibukota, Zhishu yang tengah bersiap untuk beristirahat justru mendapat pesan rahasia dari gagak hitam.


Zhishu meraih jubahnya sebelum akhirnya kembali melenggang pergi.


Zhishu sampai di sebuah jalanan kecil yang sepi. Disana seorang mata-mata datang dan memberikan informasi kepadanya.


" A-Ling? " panggil Zhishu.


" Master Shi.. " sahut Diwei Ling sebelum akhirnya membungkuk memberi hormat.


" Kabar apa yang kau dapatkan? " tanya Zhishu langsung ke intinya.


" Begini, berdasarkan dengan rumor yang beredar, Gunung Shu akan mengadakan perguruan sihir putih pekan depan. Semua putra dari lima klan besar ikut serta dalam perguruan itu.. " ujar Diwei Ling.


" Perguruan sihir? Bukankah sihir hanya dapat dikuasai oleh golongan tertentu? " ujar Zhishu bertanya-tanya.


Saat mereka sedang fokus berbincang, sebuah suara yang familiar terdengar dan memotong perbincangan mereka.


" Suara apa itu? " tanya Diwei Ling.


" Jiangshi. " balas Zhishu.


" Jiangshi????? "


" Kita pergi lihat dulu! " ujar Zhishu.


Diwei Ling membalas dengan anggukan, lalu pergi mengikuti Zhishu dari belakang. Suara itu semakin jelas saat mereka pergi ke kediaman Song.


Tanpa di duga, salah satu Jiangshi menyerang kediaman Song. Zhishu dan Diwei Ling yang berdiri di atap melihat beberapa orang terkapar dengan luka bekas gigitan di tubuhnya.


" Mereka mati? " tanya Diwei Ling.


" Tapi, besok pun akan hidup lagi.. " jawab Zhishu santai sambil mengamati pergerakan.


" Hidup lagi?? Jadi mereka belum mati??? " tanya Diwei Ling lagi.


" Lebih tepatnya mereka akan menjadi mayat hidup dengan racun di tubuhnya, siapapun yang terkena gigitannya akan menjadi makhluk yang sama.. " jelas Zhishu.


" Ini semua perbuatan siapa? " tanya Diwei Ling.


" Jangan bertanya hal yang aku tanyakan.. " balas Zhishu.


" B-baik.. "


Saat sedang fokus mengamati, seseorang melihat mereka berdua, namun Zhishu dan Diwei Ling hanya diam dan membalas tatapannya.

__ADS_1


Dia adalah Nie Fengyue, saat dia hendak pergi ke atap, Zhishu lebih dulu melemparkan senjata andalannya dan menggagalkan niat Fengyue sebelum akhirnya pergi bersama Diwei Ling.


Zhishu menyuruh Diwei Ling untuk terus mencari informasi, sedangkan dia kembali ke penginapan untuk beristirahat sejenak.


Saat tiba di penginapan, Zhishu melihat sebuah topeng dengan ukiran bunga sakura berwarna hitam di atas tempat tidurnya. Dia tidak tahu siapa yang mengirimkannya namun, Zhishu cukup lega dibuatnya.


Tanpa berlama-lama, Zhishu pun pergi tidur untuk mengisi tenaganya.


Keesokan harinya, Zhishu terbangun karena suasana diluar terdengar begitu gaduh.


Saat Zhishu membuka pintu kamar nya, dia mendapati Xuemei tengah duduk di depan pintunya sambil memeluk lutut kecilnya.


" Xuemei? " panggil Zhishu.


Begitu Xuemei menoleh dan mendapati Zhishu berdiri di depannya, dia segera memeluk Zhishu erat-erat.


" Master..... " panggilnya.


" Ada apa?? Kemana Si Yin? " tanya Zhishu.


Xuemei hanya menggelengkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca. Zhishu masih belum tahu apa yang orang-orang ributkan di luar, namun sebelum dia mencaritahu, masalah lain datang kepadanya.


" Kakak??? " gumamnya.


Dengan cepat, Zhishu memberikan masker sutra berwarna hitam kepada Xuemei.


" Xuemei, dengarkan aku baik-baik.. Bawa ini dan temui Paman yang berbicara denganku kemarin di kedai yang sama.. Apa kau ingat kedai teh besar itu? " tanya Zhishu.


" Ya. "


" Bagus.. Temui dia lalu berikan benda ini padanya, setelah itu dia akan membawamu sampai aku datang menjemputmu.. Kau mengerti? Ini perintah, jangan sampai gagal dan berakhir diculik! " tegas Zhishu.


" Dimengerti Master.. "


" Pergilah.. " ujar Zhishu.


Xuemei memberi salam pada Zhishu sebelum akhirnya pergi.


Sedangkan Zhishu kembali masuk ke kamarnya dan memakai jubah beserta topengnya.


Saat dia mencoba menyegel kamarnya, Zheyan sudah lebih dulu mendobrak pintunya. Tidak ada jalan lain selain menyerangnya menggunakan pedang Hei Ying.


Namun, entah apa yang terjadi, fokus Zhishu menghilang hingga hampir tersayat oleh pedang perak milik Zheyan.


Zhishu terus terpojok sebelum akhirnya terlempar keluar dan merusak jendela kamarnya.


Zhishu terjatuh cukup keras hingga memuntahkan darah, namun dia masih mampu berdiri sebelum Zheyan menyusulnya keluar.


' Dia sudah mendapatkan kembali kekuatannya, ya? Bahkan jauh lebih kuat dari Zhexuan.. ' gumam batin Zhishu.


" Ma-master Shī? "


" Pembunuh Malam! "


" Ya! Benar!! Ada Pembunuh!! "


Segera Zhishu pergi sebelum akhirnya Zheyan keluar dan mengejarnya. Hal yang paling Zhishu hindari adalah pergi ke arah dimana kediaman Song berada.


Meski Raja Xiali ada disana, dia tidak dapan membantu Zhishu dalam situasi mendesak seperti ini.


Zhishu pergi ke arah selatan, namun dia malah bertemu dengan Luo Zhiyu yang ikut mengejar nya.


" Zhiyu brengsek! Selalu saja ikut campur! " gerutu Zhishu sebelum akhirnya melempar shuriken beracun kearahnya.


Dari Tiga Shuriken, Zhiyu hanya bisa menghindari salah satunya saja. Tidak butuh waktu lama untuk dia lumpuh.


Namun, sebelum itu, Zhiyu masih memaksakan dirinya untuk menyerang Zhishu, hal itu tentu saja membuat semuanya menarik untuk Zhishu.


Dia masih bisa meladeni Zhiyu sebelum Zheyan datang. Semua serangan Zhiyu dapat dihindari oleh Zhishu, sedangkan serangan Zhishu masih membuatnya terkecoh hingga mendapatkan beberapa luka gores.


Saat Zhiyu terpojok, Zhishu semakin bersemangat untuk menyelesaikannya, namun tentu hal-hal seperti ini tidak akan mudah diselesaikan begitu saja.


" Enyahlah! " ujar Zhishu penuh penekanan.


Saat Zhishu hendak menghunuskan pedangnya ke dada Zhiyu, sebuah pedang menyangkalnya dan membuat tangan Zhishu melemparkan pedangnya keatas.


Disaat yang bersamaan, saat Zhishu melemparkan pedangnya, dia juga menggunakan pusaran tanah sambil menyebarkan racun sebelum akhirnya menghilang dari hadapan Zheyan dan Zhiyu.


Dalam sekejap, Zhishu sudah berada di atas atap, menangkap kembali pedang miliknya.


" Sambutan yang bagus, selamat juga untuk Zhu Zheyan yang sudah mendapatkan kembali kekuatannya.. " ujar Zhishu santai.


Belum sempat Zhishu bergerak, seseorang muncul entah darimana dan menempatkan sebilah pedang di depan lehernya.


Tak lama setelah itu, sebuah suara berbisik kepadanya.


" Apa kau pikir ini semua sudah selesai? "


Zhishu memahami suara itu, dia juga berhenti tegang dan kembali menunjukkan sikap santainya.


" Lama tidak bertemu, Luo Beiyang.. Sepertinya tabib itu berhasil menyembuhkan mu, ya? Apa masih belum kapok? " tanya Zhishu.


" Ucapkan saja kata-kata terakhir mu, Master Shī.. " balas Luo Beiyang.


" Heh? Jangan besar kepala, hari ini bukan hari kematian ku.. Jangan lupa, serangan ku bukan hanya berasal dari ku saja, perhatikan celah terbuka mu " balas Zhishu.

__ADS_1


Sejenak, Luo Beiyang terdiam dengan mata terbelalak. Sebuah anak panah menusuk punggungnya, Zhishu memanfaatkan situasi dengan memutar pergelangan tangan Luo Beiyang hingga dia menjatuhkan pedangnya.


Setelah itu, Zhishu melepaskan tangannya dan membuat Luo Beiyang jatuh tak sadarkan diri. Jauh dari pandangannya, Zhishu melihat Diwei Ling, dengan kemungkinan dia adalah pelaku pemanah Luo Beiyang.


Setelah Zhishu membalas tatapannya, Diwei Ling segera pergi dari tempatnya.


Sedangkan Zhishu berbalik, untuk kembali memberi peringatan.


" Dengar! Aku sudah memutuskan untuk tidak terlibat lagi, namun dengan caramu yang menyeret ku secara paksa ke dalam pertarungan, selanjutnya aku tidak akan tinggal diam! " tegas Zhishu sebelum akhirnya pergi.


Beberapa orang membantu menurunkan Luo Beiyang yang terluka parah, sedangkan beberapa lainnya membantu Zheyan dan Zhiyu.


Selang beberapa saat, Song Qing Lian, Song Qinsong dan Nie Fengyue datang menggunakan kuda.


Mereka terkejut mendapati suasana kota yang berantakan, serta luka parah yang di derita oleh Luo Beiyang, Luo Zhiyu dan Zhu Zheyan.


Segera Song Qing Lian membawa ketiganya ke kediaman Song untuk mendapatkan pengobatan.


Sedangkan Qinsong dan Fengyue mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi hingga ketiga orang penting itu menjadi sepertu demikian.


Setelah mendapatkan titik cerah, mereka langsung pergi ke tempat awal dimana Master Shī dan Zhu Zheyan muncul.


Pertarungan antara penerus dewa pedang dengan sosok Master Shi adalah hal yang langka, bahkan baru terjadi pada hari ini, jelas hal itu membuat heboh penduduk kota.


Yang lebih mengejutkannya lagi, Master Shi tetap tenang di bawah sinar matahari, mereka yang di sebut-sebut sebagai Pembunuh Malam bahkan bisa sangat berani keluar disaat terang seperti ini.


Mereka sampai di penginapan dan mendapati kerusakan di salah satu kamar yang ada di lantai dua, namun pemilik penginapan tidak menanggapi hal itu secara berlebihan, dia tetap bersikap santai seolah tidak terjadi apa-apa.


" Song Qinsong.. Bukankah menurutmu pemilik penginapan sangat aneh? " tanya Fengyue.


" Apa yang aneh? " tanya balik Qinsong.


" Dia tidak terlihat seperti baru saja tertimpa musibah.. Dia bersikap seolah-olah hal itu tidak pernah terjadi.. " jawab Fengyue.


" Begitukah? Bukankah itu bagus? Seharusnya dia bernafas lega karena orang berbahaya itu tidak ada di tempatnya lagi! Kau terlalu banyak berpikir! " balas Qinsong.


" Eh? Tapi.. Aku penasaran, siapa yang sebenarnya menyerang? Pemilik penginapan bilang kalau seorang pria berpakaian putih datang mencari adiknya apa itu berarti Kakak Zheyan datang mencari Zhishu? Apa mungkin Zhishu diculik oleh Master Shi? " tanya Fengyue.


" Diculik? Tapi, sebelumnya aku bertemu dengan Zhu Zhishu saat dalam perjalanan pulang, bahkan Kakak Xiaoxun pun bertemu dengannya, sosok tangguh seperti Zhu Zhishu bagaimana bisa sampai diculik oleh Master Shī? " balas Qinsong.


" Kau bertemu dengannya? Kakak Xiaoxun juga?? Dimana? Lalu apa yang kalian bicarakan? " tanya Fengyue seperti bocah yang selalu penasaran dalam banyak hal.


" Nie Fengyue, kau bertanya dengan begitu semangat.. Apa kau menyukai Zhu Zhishu? " tanya Qinsong.


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


...Bonus!...


Pengenalan Karakter:


...Liu Qing Fei...



Liu Qing Fei adalah makhluk penguasa alam baka yang biasa orang-orang sebut sebagai Raja Xiali.


Raja Xiali sendiri adalah sosok musuh bebuyutan dari Seorang dewa pedang bernama Zhu Zhaoyang.


Namun, karena perjanjian yang dibuat oleh Istri Zhu Zhaoyang, Zhong Qian Ling. Zhaoyang terpaksa mengasingkan putri bungsunya demi suatu tujuan.


Zhaoyang juga menyegel tubuh putrinya sendiri agar tetap terikat dengan Raja Xiali, hal ini dilakukan sebagai bentuk jaminan supaya Raja Xiali tidak menyerang dunia manusia seperti satu tahun sebelumnya.


Sosok asli Raja Xiali yang telah lama menyamar sebagai manusia biasa yang tidak memiliki keahlian dalam memegang pedang namun memiliki keahlian dalam mengendalikan alam bawah dan ilmu gaib dengan nama Song Qinsong. Hidup berbaur dengan manusia dalam Klan terkenal di Ibukota yakni Klan Shèng yīng.


Semua orang mengenalnya sebagai Tuan Muda kedua Song, yakni adik angkat Song Qing Lian.


Song Qinsong sendiri meski tidak pandai dalam berperang, namun dia pandai memainkan alat musik, terutama seruling.


Dia kerap memainkan sebuah lagu untuk membantu menjernihkan pikiran Sang Ayah, Song Gaochang. Musiknya yang merdu dan enak di dengar selalu mendapat pujian dari Song Gaochang.


Selain itu, dia juga pandai dalam mengurusi masalah internal dari Klan nya.


Song Qinsong juga memiliki teman dekat yakni Nie Fengyue, putra dari ketua klan besar di wilayah Utara.

__ADS_1


Namun, perjalanannya menjadi Song Qinsong berakhir semenjak Zhu Zhishu membakar salah satu ingatannya. Dia menghilang bersamaan dengan hilangnya Pembunuh Malam lalu kembali muncul disaat yang bersamaan pula dengan munculnya Pembunuh Malam.


__ADS_2