Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Zhu Zhishu Adalah Satu-satunya


__ADS_3

Zheyan datang, dia tahu Hua akan bersikap seperti ini, jadi hal pertama yang ia lakukan adalah menenangkannya lebih dulu.


Dia percaya pada kematian Zhan Cheng, namun tidak dengan kematian Zhan Xishi. Adiknya itu tidak akan mati semudah itu karena mereka memiliki kelemahan yang sama. Dia memilih diam dan tidak mengatakan apapun karena pasti saksi akan membantah pendapatnya.


Hal selanjutnya adalah mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dari beberapa saksi hanya Yanxun yang bisa di percaya, melihat dari sisi lain yang di tunjukkan Zhiyu membuat dirinya meragukan sahabatnya itu.


Hua di biarkan beristirahat sebentar, sedangkan Zheyan akan mulai membahas masalah yang sebenarnya terjadi hingga sampai merenggut ayah tercintanya.


" Katakanlah padaku detailnya.. Aku akan membantu mencari kebenaran yang tersembunyi karena merasa janggal pada tragedi ini.. " ujar Zheyan.



^^^(Zhu Zheyan - Nama asli dari^^^


^^^Zhan Feng)^^^


" Sebenarnya, satu pendekar muda dari masing-masing sekte mendapatkan undangan dari Pembunuh Yue yang menyuruh kami datang ke hutan barat, namun mereka tidak memberitahu tujuan mereka mengundang kami. Kami bertemu satu sama lain di perjalanan, saat aku mencoba melihat situasi, Paman Zhan datang dari belakang dan langsung berteriak, saat aku menyadarinya ternyata Zhan Xishi ada di dalam api unggun itu. Dengan kata lain dia di bakar hidup-hidup.. " jelas Yanxun.



^^^(Huang Yan Xun)^^^


Zheyan terdiam, dia sama sekali tidak mengerti apa maksudnya, namun hal yang ia tahu Zhan Xishi adalah Zhu Zhishu, dia Bai Long Qishi yang memiliki darah dewa yang mengalir di dalam tubuhnya. Bagaimana bisa sampai tertangkap dan di bakar hidup-hidup oleh Pembunuh rendahan seperti mereka.


" Apa kau tidak merasa janggal? " tanya Zheyan.


" Maksudmu? " tanya balik Yanxun.


" Apa kau benar-benar yakin itu adalah Zhan Xishi? " tanya Zheyan.


" Tuan Zhan menerjang para Pembunuh Yue itu, dia bahkan tak melepaskan pandangannya dari api, aku melihat jelas raut wajah Xishi yang saat itu dilahap oleh api! " jawab Yanxun.


" Jadi maksudmu dia benar-benar mati??? " Ujar Zheyan dengan nada tinggi.


" Zhu Zheyan, aku tahu ini berat, aku pun tidak ingin ini terjadi, namun semua sudah terlambat.. banyak saksi yang melihat bagaimana tubuh Xishi lenyap dalam api! " ujar Yanxun.


" Tunggu sampai Bai Long Qishi Zhu Zhishu datang, sampai dia datang aku bisa menyimpulkan sesuatu.. " ujar Zheyan.


" Apa maksudnya? Apakah Zhishu mengetahui sesuatu? Bagaimana jika dia tidak datang? " tanya Yanxun.


" Jika dia tidak datang, maka aku akan mencarinya sampai ketemu! " pungkas Zheyan lalu beranjak.


Zheyan pergi meninggalkan kamar Hua, sedangkan Yanxun masih tinggal disana, sesuatu membuatnya teringat kembali pada tiga tahun yang lalu.


' Jika benar adalah dia, kau pasti tidak akan kesepian lagi, namun aku merasa bersalah karena terlambat menyadari dan tidak melindunginya, maafkan aku Qianfan.. ' gumam batin Yanxun.


Di waktu yang bersamaan, di kediaman Liu, Bei Liang datang menemui sang Master yang tengah berdiam diri di kamarnya. Dia berniat memberikan informasi yang mungkin saja membuat Liu Xingsheng bergerak.


" Ada apa? " tanya Xingsheng.



^^^( Liu Xingsheng )^^^


" Master, tidakkah seharusnya kita juga pergi? Nona Zhan, dia-- "


" Raja Xiali juga hadir, kau datang saja jika ingin.. " potong Xingsheng.


" Heeh, bagaimana dia bisa datang? " tanya Liang.

__ADS_1


" Apa kau belum tahu? Raja Xiali adalah salah satu putra dari klan besar, dia datang untuk kekasihnya.. " ujar Xingsheng membuat Liang tersentak.


" A-Apa??? Jadi selama ini dia berbaur dengan manusia? Mengapa aku tidak menyadarinya? Apa aku pernah bertemu dengannya?? " tanya Liang.


" Entahlah, mungkin dia menyadari kehadiran kita, namun dia tak sempat tertangkap pandangan kita.. " jawab Xingsheng.


" M-ma-master.. Apa kau sudah melihat wajah aslinya? " tanya Liang.


" Dia adalah Kakakku.. Bagaimana mungkin aku tidak tahu wajah kakakku! " jawab Xingsheng.


" APAAA???? KAKAK??? Master.. Kau. Mengapa kau begitu penuh kejutan?? Jadi, kalian kakak beradik menyukai gadis yang sama? " tanya Liang.


" Mau ku jahit tidak mulutmu? " balas Xingsheng.


Liang terdiam seketika, namun tak lama setelah itu dia kembali berbicara.


" Namun, jika Nona Zhan meninggal, bukankah Raja Xiali akan murka? " tanya Liang.


" Apa kau sama bodohnya dengan manusia itu? " tanya Xingsheng.


Lagi-lagi Liang di buat diam, setelah itu Xingsheng mulai memberitahu sedikit tentang hal ini.


" Zhan Xishi memang mati, meskipun begitu tidak akan ada masalah apapun karena yang terikat takdir dengan Raja Xiali adalah Zhu Zhishu. Pendekar naga putih yang memiliki darah dewa dan tidak terkalahkan. Zhan Xishi bunuh diri dan membakar dirinya sendiri, namun sebenarnya bukan itu yang terjadi, Xishi hanya membakar setengah jiwanya yang merupakan manusia biasa, segala ingatan dan sifatnya saat dia menjadi Zhan Xishi ikut lenyap dalam api itu. " jelas Xingsheng.


" Lalu, apa bagaimana Zhu Zhishu hidup jika tubuhnya terbakar? " tanya Liang.


" Anak bodoh! Apa kau lupa siapa Zhu Zhishu? Zhu Zhishu memiliki tanda yang sama seperti milik Raja Xiali. Saat setengah jiwanya hilang, maka setengah jiwanya yang lain bangkit membentuk kepribadian yang baru. Itu adalah hal yang seharusnya terjadi setelah pernikahan antara Zhu Zhishu dengan Raja Xiali. Tubuhnya akan utuh karena api membentuk kembali wujudnya, namun sifatnya akan jauh berbeda. Kemungkinan saat bertemu lagi dia tidak akan ingat pada kita! " jelas Xingsheng sekali lagi.


Setelah mendengar hal itu, Liang menjadi mengerti, sekalipun Masternya datang dan bertemu dengan Zhu Zhishu dia tidak akan diingat lagi, artinya sudah tidak ada harapan untuk Liu Xingsheng mengejar Xishi.


Dalam dunia ini, Zhan Xishi telah mati, namun Zhu Zhishu masih hidup. Dia memimpin Pembunuh Malam dan menjadi Master Shi. Sikapnya hanya kurang lemah lembut saja karena Zhan Xishi membakar semua ingatan nya.


Kematian Xishi membawa beberapa kelemahan untuk Zhu Zhishu, sebagaimana dia telah hilang ingatan, saat seseorang mencoba kembali mengingatkan apa yang terjadi di masalalu, dia akan menderita dan merasakan sakit yang teramat sangat.


Namun, selama Limei dan Diwei Ling ada di sampingnya maka hal itu tidak akan terjadi. Mereka akan melindungi Masternya seperti apa yang telah di lakukan Masternya di masalalu.


Sementara itu, pemakaman berlangsung, Hua sudah nampak tenang, dia berdiri di samping Kakaknya, Zhu Zheyan. Qibo pun sudah sadar, namun dirinya memilih untuk tetap berada di kamar. Qibo juga sudah memperbolehkan Chen Li pergi, namun dia menolak dan memutuskan untuk tetap menemaninya.


Qinsong berada dalam suasana hati yang buruk, dia menjadi murung seperti halnya Zhan Hua. Fengyue tahu betul bahwa Qinsong benar-benar menyukai Xishi, namun waktu tidak memberikannya kesempatan untuk mendapatkan Xishi.


Dari jauh, Limei memperhatikan mereka, tanpa sadar air matanya mengalir melalui pipinya. Sesuatu membuatnya lengah sampai tak mampu mengendalikan diri, namun begitu seseorang menoleh dan menyadari kehadirannya Limei langsung mencoba melarikan diri.


" Gawat! Tuan menyadari kehadiran ku!! Aku harus cepat kembali! " gumam Limei sebelum akhirnya pergi.


Disisi lain, Qing Lian menepuk bahu adiknya karena tidak fokus pada pemakaman.


" Ada apa? " tanya Qing Lian.


" Tidak ada apapun, beri waktu aku untuk sendiri dulu.. " jawab Qinsong sebelum akhirnya pergi.


Qing Lian hanya menatap kepergian adiknya, meski semua orang menganggap kalau Qinsong tengah terpukul karena meninggalnya Xishi. Namun, tetap saja Qing Lian adalah satu-satunya orang yang mencurigai adiknya, dia tidak benar-benar menganggap Qinsong sebagai adiknya karena merasa mereka sangat berbeda.


' Kau sedang mencoba menyembunyikan apa lagi? Kau bisa berpura-pura bodoh dan lugu di depan orang lain, tapi tidak di depanku! Bahkan segala hal yang kau lakukan di belakangku, kecurigaan akan tetap mengikuti mu! Suatu saat nanti aku pasti akan mengetahui hal yang ada di balik topeng mu itu! ' gumam batin Qing Lian.


...***...


Satu Minggu setelah pemakaman Zhan Cheng dan Zhan Xishi, semua beraktivitas seperti biasanya, sebentar lagi Zhan Hua akan lulus akademi Klan nya. Namun, saat pulang nanti tidak ada satupun keluarga yang menyambutnya, Qibo juga sudah kembali ke barat.


Selain itu, Song Qin Song tidak kembali semenjak pergi dari pemakaman, saat Song Gaochang memerintahkan orang untuk mencarinya, Qing Lian mencegah dan meyakinkan ayahnya kalau Qinsong akan segera kembali. Gaochang yang amat mempercayai putra pertamanya jelas langsung percaya dan mengurungkan titahnya.

__ADS_1


Banyak yang berubah semenjak kejadian itu, Fengyue dan Hua yang semakin berjarak, Zhiyu yang masih memburu sisa Pembunuh Yue, dan Yanxun yang mulai mencaritahu tentang asal-usul Master Shi.


Semua itu berlalu selama dua tahun lamanya. Selama dua tahun itu pula Pembunuh Yue, Pembunuh Malam bahkan Song Qin Song hilang secara misterius. Mereka tidak pernah kembali lagi, namun bukan berarti semuanya baik-baik saja, tetap saja ada masalah yang di sebabkan oleh organisasi pembunuh, yakni Rubah Pembunuh.


Hilangnya Song Qin Song sendiri mulai di kaitkan dengan Pembunuh Yue, ada rumor yang mengatakan kalau Qinsong adalah Raja Yue yang sebenarnya. Dia ikut menghilang karena Master Shi telah mengalahkan Raja Bayangannya.


Sedangkan Pembunuh Malam yang telah lama tidak muncul, dianggap karena mereka menutup diri setelah menghabisi target. Tidak ada yang tahu alasan sebenarnya, kini para penduduk kota hanya perlu melindungi diri dari Rubah Pembunuh yang kerap membunuh orang-orang secara acak.


Jauh dari keramaian kota, tepatnya di Gunung Qiyi, tempat dimana Sekte Rahasia berada. Zhishu tengah bersantai di kamarnya, dia sendiri memiliki teka teki yang selama ini dia pertanyakan. Mengingat hal ini, membuatnya ingin sedikit berbincang mengenai masa lalu.


Namun, sebelum bernostalgia, pikirannya kembali memikirkan hal yang sepertinya sudah saatnya. Zhishu menghela nafas sejenak.


" Haahhhh, sudah dua tahun berlalu.. Sebentar lagi tiba saatnya aku harus pergi.. Namun, apakah aku siap menjalani kehidupan ku di dunia orang mati? " gumam Zhishu.


Umurnya sebentar lagi genap dua puluh tahun, itu artinya sebentar lagi hidupnya menjadi milik Raja Xiali, sedangkan selama dua tahun ini dia hanya bersembunyi sambil membuang-buang waktu.


Suara Raja Xiali, sentuhan serta ciumannya masih membekas dalam diri Zhishu, sebentar lagi dia akan melihat wajahnya. Sepertinya Zhishu tidak mempermasalahkan hal itu, namun jika diingat lagi, sepertinya ada orang lain yang ia pikirkan selain Raja Xiali.


" Sebelumnya, apa aku pernah melihat wajahnya? Rasanya seolah aku pernah menebak seseorang adalah Raja Xiali, namun--- siapa ya? " gumam Zhishu.


Saat sedang larut dalam pikirannya, Limei datang. Zhishu mempersilahkan dia masuk.


" Master.. Mau berkunjung ke desa Bai Xuan? Hari ini adalah ulang tahun Xuemei " tanya Limei.


" Tentu, aku akan bersiap-siap.. Ajak Si Yin dan Song Song juga.. " jawab Zhishu.


" Baik.. "


Limei keluar, sudut bibirnya terangkat seketika. Wajahnya berbinar melihat sikap Masternya hari ini.


' Waktu demi waktu berlalu, kini Nona Zhishu mulai mengembalikan sifat Nona Xishi, meski dia sudah tiada setidaknya tetaplah bersikap seperti ini, Master Shi.. ' gumam batin Limei sebelum akhirnya pergi.


Tak lama kemudian, Zhishu datang, dengan menggunakan jubah hitam kemerahannya, dia berjalan diantara para muridnya. Mereka menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat seperti biasanya. Setelah itu Zhishu mulai turun gunung bersama empat orangnya.


Hari ini adalah hari spesial, mau tidak mau Zhishu harus bersikap baik. Xuemei ia anggap seperti anak sendiri semenjak ia mengetahui kalau orang tua Xuemei gugur dalam serangan Pembunuh Yue dua tahun yang lalu. Namanya pun kini menjadi Bai Xuan Xuemei, mengikuti marga Zhishu yang sebelumnya adalah Zhu.


Hari ini Zhishu berencana untuk membawa Xuemei tinggal bersamanya di Gunung Qiyi, hal itu sedikit membuat murid-murid yang mendengarnya sedikit terkejut.


" Master, ingin mengasuh anak? " tanya Limei.


" Bicaramu seolah mengejekku! Jangan salah faham, usianya sudah tujuh tahun, waktu yang bagus untuk memulai latihan, di masa depan dia harus melindungi dirinya sendiri, waktuku tidak banyak, jadi kalian harus membantuku mendidik nya! " ujar Zhishu tegas.


" Dimengerti, Master! "


" Waah, sepertinya dia akan menjadi adik kesayangan dari seribu lima ratus kakak seperguruan.. Aku sangat iri.. " celetuk Song.


" Heee, kau sudah cukup di manja oleh Si Yin, besok kau adalah Kakak Xuemei, jadi jangan coba-coba menggertak nya atau aku akan membalikan gertakannya lima kali lipat! " ujar Limei.


" Haaah.. Kakak Limei masih sama kejamnya, kau sama sekali tidak manis.. " balas Song.


" Heh, apa katamu?? Gadis-gadis di sekte rahasia adalah gadis-gadis cantik yang terkuat, jika kau mengatai ku, ku pastikan cintamu akan bertepuk sebelah tangan! " Ujar Limei tidak mau kalah.


" Kakak Limei, Song Song apa kalian anak lima tahun? Mengapa begitu ribut? Seharusnya sama-sama sadar diri, kalian sudah setua ini namun masih belum menikah! " timpal Ling.


" Diwei Ling!!! Apa kau lupa diri? Inikah alasannya mengapa kau di benci oleh gadis-gadis di sekte rahasia?? " nada bicara Limei mulai terdengar kesal.


" Heeh, aku ini tampan, aku tidak di benci! Jika kau mengatakan tidak ada yang menyukaiku itu salah, aku hanya jual mahal saja! " balas Ling dengan kepercayaan dirinya.


Mendengar keributan itu, Zhishu hanya menghela nafas. Rasanya ini masih belum seberapa, tidak bisa di bayangkan jika ternyata seribu lima ratus muridnya bersikap seperti ini. Zhishu mungkin akan membakar gunung Qiyi bersama dengan orang-orang nya.

__ADS_1


__ADS_2