Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Dibalik Topeng Raja Xiali


__ADS_3

Setelah beberapa saat semenjak Zhishu sampai di dunia lain ini, dia pun tiba di sebuah kastil yang nampak mewah dengan kain berwarna merah dan emas sebagai hiasannya.


Melihat pemandangan ini seolah-olah dia baru saja menghadiri pesta pernikahan kerajaan yang sangat megah.


Kedua tempatnya hampir tidak ada perbedaan, namun, siapa yang akan menyangka kalau tempat ini adalah kediaman Yang Mulia Raja Xiali.


Zhishu sendiri tercengang, tempat ini sepi tanpa ada satupun pelayan atau dayang yang berkeliaran.


Entah dia yang tidak bisa melihat makhluk gaib atau memang mereka yang benar-benar tidak ada disini.


" Mau beristirahat? " tanya Raja Xiali sedikit mengejutkan Zhishu yang tengah tercengang.


" Sepertinya tidak perlu.. " ujar Zhishu.


" Kenapa? Takut? " tanya Raja Xiali.


" Di bandingkan dengan itu, kau lebih menakutkan, kau tahu? " jawab Zhishu.


" Itu wajar! Karena aku tidak hidup! " balas Raja Xiali lalu melenggang pergi.


Sadar akan perkataannya, Zhishu pun menyalahkan dirinya sendiri, namun tak lama setelah itu dia langsung mengejar langkah Raja Xiali yang mulai jauh di depannya.


Saat Zhishu sudah hampir dekat, Raja Xiali malah berbalik secara tiba-tiba hingga membuat Zhishu terkejut dan hampir terjatuh.


Beruntung Raja Xiali meraih tangannya sebelum akhirnya menarik Zhishu ke dalam pelukannya.


" Apa kau sengaja mencari-cari kesempatan agar aku memeluk mu? " tanya Raja Xiali dingin.


Mendengar hal itu, segera Zhishu melepaskan diri dan kembali menjaga jarak.


" Tadi itu bukan sengaja, lagi pula kau yang menarik ku ke dalam pelukan mu, namun kau juga yang menuduhku! " gerutu Zhishu.


Raja Xiali tidak menjawab, dia malah berbalik dan kembali melanjutkan langkahnya hingga tiba di sebuah kamar dengan pintu yang bermotif naga emas.


Motif yang sama dengan jubah yang ia berikan pada Zhishu. Zhishu pun menyadari hal itu.


Sementara itu, Zheyan yang sempat melihat bayangan merah muncul dan membawa pergi sosok berjubah hitam mulai meyakinkan dirinya.


Jika benar sosok berjubah hitam itu Zhu Zhishu kemungkinan besar bayangan merah itu adalah sosok Raja Xiali.


Namun, langkah Zheyan berhenti disitu, dia tidak tahu kemana mereka pergi, atau dengan kata lain, Zheyan kehilangan jejak mereka tepat di depan matanya sendiri.


Tak lama setelah itu, Zheyan yang tengah


menatap matanya awas untuk menyapu sekitar, bertemu dengan Nie Fengyue yang kebetulan akan pergi ke Ibukota dengan kudanya.


Nie Fengyue menyapa sosok Zheyan yang tengah kebingungan di tengah hutan.


" Tuan Muda Zhu.. " panggil Nie Fengyue.


Zheyan berbalik dan mendapati Fengyue berjalan ke arahnya, lalu turun dari kudanya.


Zheyan memberi salam, berikut Fengyue juga membalasnya.


" Tuan Muda Zhu bertemu dengan Anda adalah sebuah kehormatan, namun sedang apa Anda di tengah hutan seperti ini, mustahil jika Anda menjawab Anda sedang tersesat.. " ujar Fengyue.


" Sebelumnya aku tengah mengejar seseorang, dia membawaku kesini sebelum akhirnya menghilang di depan mataku sendiri.. " jawab Zheyan.


" Seseorang..? " gumam Fengyue yang masih belum mengerti.


" Ya, Adikku.. " ujar Zheyan memperjelas.


" Adik? Zhu Zhexuan? Atau jangan-jangan Zhu Zhishu??? " tanya Fengyue.


" Zhu Zhishu, dia menghilang selama dua tahun ini, lalu mendadak menampakkan dirinya lagi, namun sepertinya dia menghindari semua orang, bahkan Luo Zhiyu pun termasuk! " jawab Zheyan.


" Apa aku boleh membantu mu? " tanya Fengyue.


" Boleh saja, meski itu mustahil.. Sepertinya Zhishu bersembunyi di tempat yang tidak bisa kita datangi.. " ujar Zheyan.


" Tempat apa itu? " tanya Fengyue lagi.


" Alam Baka! "


Fengyue spontan terkejut, terlebih manusia macam apa yang bisa masuk ke alam baka dengan mudah.


" Bukankah Zhu Zhishu manusia? Bagaimana mungkin manusia bisa masuk ke sana? " tanya Fengyue.


' Memang mustahil, bahkan keturunan dewa saja tidak bisa masuk ke sana Namun, jika saat itu Zhan Xishi benar-benar tewas terbakar, mungkin kah yang di lihat oleh Zhiyu dan yang baru saja aku kejar hanya ilusi? Apa ilusi akan sesempurna itu bahkan sampai ke aroma dewa? Apa mungkin itu arwah? ' gumam batin Zheyan bertanya-tanya.


" Tuan Muda Zhu? " panggil Fengyue saat mendapati Zheyan melamun.


Zheyan tersadar dan langsung berbicara pada Fengyue.


" Fengyue, masalah ini jangan di beritahukan kepada siapapun.. Aku ingin mencaritahu lebih dalam lagi, jika kau melihat Zhishu, maukah kau menghentikannya untukku? " tanya Zheyan.


" Aku mengerti, akan ku lakukan.. " balas Fengyue.


" Baiklah, kau akan ikut Akademi di Gunung Shu, bukan? " tanya Zheyan.


" Ya, lusa aku akan pergi bersama kakak Qing Lian. " jawab Fengyue.


" Baiklah, kalau begitu sampai bertemu di Gunung Shu.. Aku akan pergi lebih dulu.. " pungkas Zheyan.


Mereka saling memberi salam sebelum akhirnya Zheyan melenggang pergi.

__ADS_1


Sementara Fengyue sendiri melanjutkan perjalanannya menuju ke Ibukota atau tepatnya Klan Shèng yīng.


Saat malam tiba, Zhishu baru saja terbangun dari tidurnya, entah sejak kapan dia tidur, sepertinya sudah lama sejak dia datang ke dunia ini.


Di kamar yang megah ini, tidak ada siapapun selain dirinya, sementara Zhishu memerlukan Raja Xiali agar dia bisa pulang dan menemui Xuemei dan Si Yin yang mungkin saja tengah menunggu kepulangannya.


Zhishu menurunkan kakinya dan mencoba keluar dari kamar, baru saja membuka pintu dia sudah berpapasan dengan sosok Raja Xiali yang menggunakan pakaian yang terlihat mahal dengan warna merah mencolok.


Rambutnya yang hitam panjang, bibir dengan warna merah muda alami dan mata merah yang dingin itu dapat Zhishu lihat dari celah topengnya.


Tubuhnya nampak kekar dengan dada bidang dan bahu yang kokoh, pemandangan itu menyita perhatian Zhishu sejenak sebelum akhirnya Zhishu tersadar dan memalingkan wajahnya.


Wajahnya merah padam, entah apa yang membuatnya tersipu, hanya saja ini adalah kali pertamanya mata mereka bertemu dalam jeda waktu yang sukses membuat darah mengalir dengan deras dan irama jantung yang kacau balau.


" Ada apa? Kenapa tersipu? " tanya Raja Xiali terang-terangan.


" Jangan menatapku! Aku bisa melukai matamu dengan racun ku, kau tahu? " balas Zhishu ketus.


" Sebelum kau melakukan itu, aku bahkan bisa membunuhmu lebih dulu! " ujar Raja Xiali tak mau kalah.


' Calon Suami macam apa? ' gerutu Zhishu dalam hati.


" Aku akan pulang! Mereka pasti menungguku! " ujar Zhishu mengalihkan pembicaraan.


" Silahkan.. " balas Raja Xiali lalu melangkah melewati Zhishu sebelum akhirnya duduk santai di atas ranjangnya.


" Heh? "


" Kenapa? Kau berfikir aku akan mengantarmu? Jangan harap! " ujar Raja Xiali.


' Ada apa dengan si Xiali ini? Apa otaknya bermasalah? Mengapa sifatnya begitu berbeda dengan yang sebelumnya? ' gerutu Zhishu untuk yang ke sekian kalinya.


" Kau, apa kau pikir aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan? Terserah saja, lagi pula aku tidak akan berharap padamu! " balas Zhishu sebelum akhirnya melangkah keluar kamar tanpa menutup pintu nya.


Raja Xiali hanya menatap kepergian Zhishu, dia menggelengkan kepalanya dan menganggap remeh keputusannya.


Sedangkan di luar sana, Zhishu memiliki sebuah rencana agar Raja Xiali menyerah kepadanya.


Keluar dari kamar, Zhishu menelusuri jalan semacam lorong, dia mengikuti cahaya yang ada di depan matanya.


Lama ia berjalan, yang ia dapati hanya sebuah pintu yang mana bisa membuat nyawanya keluar.


" Apa ini??? Neraka? Bagaimana bisa dia memasang pintu yang menuju langsung ke tepi jurang menyeramkan itu? Lalu apa yang ada di bawah sana? Lahar? Cih. Iblis itu!! Kau pikir aku akan diam saja?? Menyerahlah sekarang juga!! " gerutu Zhishu sebelum akhirnya membalikkan badannya.


Jika dia mengambil satu langkah ke belakang, dia akan jatuh ke jurang yang berisi lahar panas itu, bahkan mungkin jika dia tidak bisa menjaga keseimbangannya, dia juga akan jatuh.


" Raja Xiali.. " panggil Zhishu lirih.


Panggilannya terhadap laki-laki yang menjadi calon suaminya itu bersifat mutlak, meski dalam berbisik sekalipun, Raja Xiali akan tetap datang.


Saat Raja Xiali mulai muncul dari kejauhan, Zhishu menjatuhkan tubuhnya ke jurang yang dalam itu, spontan Raja Xiali langsung mengejarnya.


" Aku sudah menduganya, ternyata benar kau.. Song Qin Song... " ujar Zhishu sebelum akhirnya mendaratkan bibirnya tepat di bibir Raja Xiali.


Tak lama setelah itu, Zhishu melepaskan pautannya dan berbisik kepada Raja Xiali.


" Antarkan aku pulang.. "


Tangan Zhishu merangkul leher Raja Xiali, dia mendekapnya dalam-dalam hingga tubuh yang dingin itu terasa sangat hangat.


Meski sudah dikerjai oleh Zhishu, Raja Xiali akhirnya mengangkat sudut bibirnya dan menuruti perkataan Zhishu.


Zhishu yang awalnya terjun dari tepi jurang yang sangat tinggi, kini malah mendarat tepat di kamar penginapannya.


Raja Xiali pun ada di sampingnya, entah sejak kapan Zhishu menyadarinya, Raja Xiali pun sama penasarannya.


" Sejak kapan kau menyadarinya? " tanya Raja Xiali.



^^^( Raja Xiali )^^^


" Entah, awalnya tidak mudah, namun tanpa sadar kau semakin menunjukkan dirimu! " jawab Zhishu.


" Benarkah.. Tadi itu, apa kau baru saja menerima ku? " tanya Raja Xiali.


" Menurut mu? " tanya balik Zhishu.


" Jangan membuat teka teki bodoh! " balas Raja Xiali.


Zhishu terkekeh pelan.


" Kau ini manusia atau roh? " tanya Zhishu.


" Aku tidak tahu kalau roh dapat di sentuh.. " jawab Raja Xiali.


" Aku bertanya demikian karena ingin mengenalmu lebih jauh, mengapa kau tidak serius menjawabnya? " gerutu Zhishu.


" Aku seperti dirimu, terdiri atas beberapa wujud dalam satu tubuh, namun kesadaran ku hanya satu, sehingga aku bisa mengingat semuanya dari awal hingga akhir.. " jawab Raja Xiali.


" Aku? Apa aku seperti itu? Lantas, apa yang membuat ku berbeda dengan mu? " tanya Zhishu lagi.


" Jangan menyesal setelah mendengar jawabannya! " ujar Raja Xiali.


" Katakanlah.. "

__ADS_1


" Seharusnya kita memiliki kesamaan karena berada dalam takdir yang ku buat, namun kau memilih sebuah jalan yang membutuhkan sebuah pengorbanan, kau mengorbankan wujud mu yang lain beserta ingatannya, hingga sebagian ingatan mu menghilang! " jelas Raja Xiali.


Meski sudah di jelaskan, tetap saja Zhishu belum mengerti, dia bahkan masih mencoba mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Raja Xiali.


" Apa yang terjadi jika aku bisa mengingat sebagiannya lagi? " tanya Zhishu.


" Entahlah, itu mungkin mustahil, namun jika sampai terjadi, aku tidak yakin kau masih mau bersamaku.. " jawab Raja Xiali sambil beranjak.


" Huh? " Zhishu masih dalam keadaan bingung.


" Aku akan pergi, orang-orang klan itu pasti sedang mencari ku, pastikan kau tidak dekat-dekat dengan pria lain agar aku tidak jadi pembunuh! " pungkas Raja Xiali.


" Tunggu!! Kau belum memberitahuku nama aslimu.. " ujar Grizzy tepat selangkah sebelum Raja Xiali pergi.


" Liu Qing Fei " jawab Raja Xiali sebelum akhirnya lenyap dari pandangan Zhishu.


Zhishu belum menyadari sesuatu yang familiar, dia hanya mendengar nama itu lalu kembali merebahkan tubuhnya.


Selang beberapa saat dia mengingat sesuatu.


" Liu Qing Fei? Liu Xingsheng? Mereka bersaudara 'kah?? " gumam Zhishu.


Meski sudah sangat terlambat, Zhishu tetap saja terkejut, pasalnya kalau dia ingat-ingat kembali wajah mereka yang hampir mirip membuatnya benar-benar tidak habis pikir.


Sedangkan, disisi lain, Zheyan datang ke kediaman ibunya untuk menanyakan sesuatu.


Ibunya selalu menyambutnya dengan hangat, hingga Zheyan selalu berfikir untuk membagi kehangatan ini dengan adik perempuannya, Zhu Zhishu.


" Zheyan.. Kau datang.. " ujar Qian Ling.


Zheyan membalasnya dengan senyuman, lalu mulai membungkuk untuk memberi salam.


" Kau datang sangat larut, ada apa? " tanya Qian Ling.


" Ibunda, sepertinya Zhishu sudah kembali, aku ingin meminta bantuan Ibunda untuk memanggil Guzheng miliknya.. " ujar Zheyan.


Mendengar hal itu jelas membuat Qian Ling bahagia, dengan senang hati dia pun menuruti permintaan putra tertuanya itu.


Sebelumnya, Qian Ling juga melakukan hal yang sama, namun saat itu Zhishu berada di dalam ruang segel yang menutupi Gunung Qiyi, hingga mantra seperti apapun tidak akan bisa menembusnya.


Hanya saja kali ini, Zhishu tengah berada di luar ruang segelnya, hal itu membawa kemungkinan besar untuk bisa memanggil Guzheng miliknya.


Benar saja, Guzheng milik Zhishu muncul saat Qian Ling memanggilnya dengan menggunakan mantra, namun, dia tetap saja tidka bisa menemukan dimana putrinya berada, dengan munculnya Guzheng ini, mereka berdua menjadi semakin yakin kalau Bai Long Qishi masih hidup.


" Putriku, masih hidup.. " ujar Qian Ling lirih.


" Aku tidak dapat mengejarnya, terakhir aku melihatnya, bayangan merah membawanya pergi dengan cepat.. " ujar Zheyan.


" Bayangan Merah? " gumam Qian Ling.


" Ya, apa Ibunda tahu, benda apa itu? " tanya Zheyan.


" Penguasa Alam Baka.. " jawab Qian Ling dengan tatapan mata yang kosong.


' Sudah ku duga.. ' gumam Zheyan dalam hati.


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


...Bonus!...


Pengenalan Karakter:


...Zhan Qibo...



Putra Kandung pertama Zhan Cheng ini adalah seorang pendekar yang menggunakan pedang ganda. Dia mengikuti akademi di Klan Jīn Shī di barat atas permintaan ketua klan, Jiang Cheng Lu.


Dia juga menjadi sosok Master Zhan dalam organisasi Pembunuh Bayaran yang di kenal sebagai Pembunuh Malam.


Meskipun demikian, posisinya tetap berada di bawah Master Shi yang merupakan pemimpinnya dan ketua Sekte rahasia dari Gunung Qiyi, sekte ini bernama Sekte Àn shān.

__ADS_1


Namun, seiring berjalannya waktu, kebenaran mulai terungkap, dia di lepas dari ikatan hubungan antara dia dengan Pembunuh Malam maupun Sekte Àn shān.


Master Shi memutuskan hal itu untuk kebaikannya, namun Qibo sendiri masih merasa ada banyak hal mencurigakan dan juga rahasia yang belum ia ketahui.


__ADS_2