
Setelah tak sadarkan diri selama dua hari, Zhishu pun akhirnya bangun. Namun, wajahnya terlihat kesal saat mendapati balutan di area perutnya.
Dia masih mengingat dengan jelas, aroma yang tercium sebelum dia benar-benar kehilangan kesadarannya. Sepasang tangan mendekapnya dengan hangat, namun dia merasa sentuhan itu sedikit berbeda dengan sentuhan Raja Xiali.
Zhishu beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju pintu, disana dia dapat melihat pemandangan Sekte Àn shān miliknya yang megah dan luas. Hingga tak lama setelah itu, netra nya menangkap sosok yang telah lama tak ia lihat, sosok yang mungkin saja sangat ia rindukan.
Zhishu meraih jubah dan pedangnya, namun sesuatu membuat dirinya merasa kurang.
" Topengku... " gumamnya.
Dan di saat itu juga, dia teringat dengan topeng dengan motif bunga sakura hitamnya yang terbelah menjadi dua. Hal itu membuat raut wajahnya semakin terlihat marah, dengan begini Zhishu tidak akan mampu menutupi wajahnya lagi. Orang-orang akan melihat wajahnya secara langsung dan di saat itu juga, nama yang paling ia benci akan kembali di dengar.
Menara tinggi Ye Shashou memang tidak memiliki penjaga yang menjaga area sekitar. Tempat itu hanya di tinggali oleh Master Shi seorang, jadi saat Zhishu memerlukan Limei untuk datang menemuinya, Zhishu akan memerintahkan elangnya untuk memanggil Limei. Seperti halnya saat ini.
Tak lama setelah Zhishu memerintahkan elangnya, Limei pun datang, dia tidak sendiri, bukan bersama Diwei Ling, melainkan bersama Zhan Qibo.
" Master, Limei datang bersama Master Zhan... " ucap Limei yang berada di luar pintu.
" Masuklah.. " sahut Zhishu.
Zhishu berdiri membelakangi Limei dan Qibo, namun dia sadar dengan kehadiran Master Zhan yang Limei maksud.
" Berapa lama aku tak sadarkan diri? " tanya Zhishu.
" Dua hari.. " jawab Limei.
" Apa yang kalian lakukan selama aku tak sadarkan diri? " tanya Zhishu.
" Menjaga desa Bai Xuan.. " jawab Limei.
" Bagaimana dengan Rubah Pembunuh? " tanya Zhishu lagi.
Limei terdiam, dia tidak ada saat pertempuran berlangsung, dia juga tidak tahu menahu mengenai Rubah Pembunuh yang melawan Master Shi malam itu. Pertanyaan ini seharusnya di berikan kepada Diwei Ling, namun jika di dengar dari nada bicara Master Shi yang tidak biasa, bisa dikatakan situasi nya sedikit tidak bersahabat.
Zhishu yang tidak mendapatkan jawaban merasa semakin kesal, dia merasa kalau pertanyaan baru saja tidak di perhatikan oleh bawahannya.
" Aku tidak suka mengulang perkataan ku, jika kau tidak mendengarnya, enyah saja! " ujar Zhishu lirih namun terdengar begitu dingin.
Limei yang pertama kali mendengarkan hal itu, tiba-tiba saja menunjukkan rasa takutnya.
" M-Master.. " ucap Limei dengan suara bergetar.
" Zhishu... Jangan terlalu keras, aku akan mengurusnya untuk mu.. Sebelum itu, aku ingin berbicara banyak denganmu, bolehkah? " tanya Qibo.
Zhishu menghela nafas, sebagian dari ingatannya memang masih mengenali Qibo, namun hubungannya tidak seperti Zhan Qibo dan Zhan Xishi. Melainkan, bagi Zhishu, Qibo dikenal sebagai Master Zhan yang ia anggap sebagai kakaknya dan juga penasehatnya.
Qibo telah lama pergi dari Pembunuh Malam, hari ini dia kembali namun malah melihat percikan kekesalan Zhishu yang timbul hanya karena dia kehilangan topengnya.
Setelah mendapatkan kesempatan untuk sedikit berbincang, Qibo menyuruh Limei untuk kembali dan merenungkan kesalahannya bersama dengan Diwei Ling. Sementara itu, dia akan sedikit berbincang mengenai hal-hal yang di alami oleh masing-masing selama mereka tidak bersama.
Setelah se-perginya Limei, barulah Zhishu membalikkan badannya, dia melihat sosok Master Zhan yang telah lama hilang dari sisinya. Sedangkan, Qibo sendiri terkejut sampai meneteskan air matanya.
' Zhan Xishi... Tidak! '
" Zhishu.. " panggil Qibo sebelum akhirnya lari ke pelukan Zhishu.
Zhishu sendiri terkejut sampai tidak bisa berkata-kata, dia melihat dengan jelas air mata yang jatuh melewati pipi Qibo. Hanya saja, pelukan itu sedikit menenangkannya dan mengurangi rasa kesalnya. Tangan Zhishu perlahan mulai terangkat dan membalas pelukannya.
" Kakak... " panggilnya lirih.
__ADS_1
' Yaa, aku kakakmu, Xishi. Tidak peduli orang mengenal dirimu sebagai siapa, dimata ku, kau tetaplah adik kesayangan ku, Zhan Xishi.. ' gumam batin Qibo.
" Kakak.. " panggil Zhishu lagi.
" Iya? " sahut Qibo.
" Aku tidak bisa bernafas.. "
Setelah mendengar hal itu, Qibo langsung melepaskan pelukannya. Zhishu tersenyum. Meski sangat yakin kalau dia adalah adiknya, Qibo tetap bisa merasakan hal yang janggal dari dalam diri Zhishu. Sebagaimana ada yang hilang, berikut ada sosok yang tidak ia kenal. Salah satunya adalah amarah Zhishu.
Emosi Zhishu yang sekarang membuatnya sulit mengendalikan diri, bahkan sampai orang sekitarnya tak mampu mengenalinya. Semakin marah, Zhishu akan semakin terlihat berbeda.
Hal itu disadari oleh Limei, Diwei Ling, Qibo, bahkan sampai Liu Xingsheng sekalipun.
" Apa yang membuatmu menjadi begitu kesal? Kau bisa bercerita sedikit kepadaku.. " tanya Qibo.
" Topengku, topeng Hei Ying yang kau buat untukku, itu adalah topeng pertama, selama empat tahun ini topeng itu selalu bersamaku, namun pada pertarungan tempo lalu, siluman itu membelahnya.. Aku tidak bisa melindungi wajahku lagi.. " jawab Zhishu.
" Kau tampak lebih baik tanpa topeng mu.. namun, jika kau menginginkannya lagi, aku akan membuatkannya lagi yang sama persis.. " ujar Qibo.
" Benarkah? Bagaimana jika orang-orang melihatku? Mereka pasti akan memanggil nama yang paling ku benci! " ucap Zhishu.
" Nama yang paling kau benci?? "
" Kau tahu bukan? Ya, intinya aku tidak suka di samakan dengan orang yang sudah lama mati! " ujar Zhishu.
Qibo mengerti, ternyata bagi Zhishu, Xishi hanyalah orang asing, tidak peduli kalau mereka berdua berada dalam tubuh yang sama, namun jalan mereka berbeda. Master Shi yang dulu selalu mementingkan keselamatan para muridnya, namun Master Shi yang ada di hadapan Qibo saat ini bahkan tidak ragu mengatakan hal-hal yang menakutkan.
" Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku? " tanya Zhishu.
" Entahlah, rasanya aku ingin mengulas kembali awal mula aku datang kesini.. " jawab Qibo.
" Kalau diingat-ingat, lima tahun yang lalu kau memiliki ambisi yang cukup mengerikan hingga membentuk kelompok pembunuh. Aku menemukanmu terpuruk dalam kesedihan yang begitu mendalam, rasa kehilangan yang semakin lama semakin menjadi dendam, membuatmu kehilangan arah dan menjadi seperti sekarang ini. Aku telah lama ingin mempertanyakan hal ini, sebenarnya, apa yang membuatmu begitu sedih? " tanya Qibo di akhir ceritanya.
Zhishu terdiam, dia kembali keluar dan menatap sekitar, kebenarannya dia memang membentuk kelompok pembunuh bayaran kemudian mendirikan sebuah sekte, kebohongannya adalah tempat ini sudah ada sejak lama, Zhishu hanya sedikit mengubahnya dan menjadikan tempat kosong ini sebagai markasnya.
" Heh, ini bukankah menyimpang dari ceritamu? Bukankah yang ingin kau bahas adalah asal muasal Master Zhan? " tanya Zhishu.
Qibo terdiam. Dia sedikit berfikir mengenai hal ini, mungkin belum saatnya dia menanyakan hal ini sekarang.
" Zhan Qibo telah lama berada di sampingku, aku menganggapnya sebagai seorang kakak hingga akhirnya aku kehilangan arah dan menjadi liar. Aku membunuh mereka yang merebut kebahagiaan dariku tanpa ampun, tanpa belas kasihan, bahkan setelah membunuh mereka aku tidak merasa bersalah sedikitpun. Aku merasakan kebahagiaan yang lain selama aku membunuh, namun, kau dengan senang hati menjadi tangan kananku dan membuat sepasang tangan kekar itu berlumuran darah, sampai sini bolehkah aku bertanya, mengapa kau melakukan hal itu padahal tahu itu adalah jalan yang salah? " tanya Zhishu.
' Benar! Kau bertanya atas sudut pandang Zhu Zhishu kepadaku, yakni Master Shi yang sebenarnya. Seorang Zhan Xishi akan tahu jawabannya meski dia tidak melontarkan pertanyaannya sekalipun, dalam hal ini entah mengapa aku merasa bahwa aku benar-benar telah kehilangan adikku? Aku tidak bisa melihat sosoknya dalam dirimu, kau sangat berbeda, sungguh.. ' racau batin Qibo.
" Kau tidak bisa menjawab? Apa kau butuh kebenaran? Aku akan memberitahumu jika dirimu berniat hengkang dari Sekte iblis ini.. " ujar Zhishu.
" Kau ingin tahu alasanku memihak mu? " tanya Qibo.
" Yaa, itu sih tidak penting, selama kau tidak bertindak sebagai pengkhianat, kepalamu akan tetap aman! " jawab Zhishu santai.
Lagi. Lagi-lagi dia mengatakan hal yang menyeramkan tanpa ragu, keyakinan Qibo menjadi semakin rapuh ketika Zhishu mengatakan hal-hal demikian.
' Apa itu? Sorot matanya, tidak terlihat keraguan sedikitpun.. Tidak mungkin dia yakin dengan ucapannya bukan? ' batin Qibo bertanya-tanya.
" Aku memanggilmu Master Zhan, sebagai bentuk rasa hormatku padamu, aku ingin yang lainnya juga menunjukkan rasa hormatnya kepadamu lebih besar, selain itu kau seorang pedang ganda yang mengerahkan kedua lengan mu untuk bertarung, aku menghargai mu atas itu semua. Namun, jangan pernah melupakan satu hal, kau hanya sebagai tameng yang melindungi ku, berada di bawah pijakan ku dan patuh pada setiap perintah ku.. Hubungan kakak adik itu hanya ada saat kita sedang berbicara empat mata, selain itu aku adalah pemimpin mu! " ucap Zhishu panjang lebar lalu melenggang pergi dengan angkuhnya.
Namun, saat dirinya sampai di pintu, Zhishu mengatakan hal lain yang membuat Qibo langsung buru-buru pergi ke kota Ming.
" Kau ingat mengenai cerita lamaku? Aku pernah memperebutkan seseorang dengan laki-laki lain, yang jelas orang yang kami rebut kan adalah guruku, dan orang yang berebut denganku, dia adalah Xun'er.. Huang Yan Xun.. "
__ADS_1
Qibo pergi dari menara tinggi Ye Shashou menuju ke gerbang utama gunung Qiyi. Dia berniat menemui Yanxun, namun sebelumnya dia akan mengganti pakaiannya dengan yang biasa ia pakai.
Setelah selesai, menggunakan kuda yang sama ia berpacu menelusuri hutan timur hingga sampai ke kota. Selanjutnya dia hanya perlu terus menuju ke Utara agar sampai di kota Ming.
Qibo sampai di Kota Ming saat matahari mulai terbenam, sepertinya dia harus menunggu pagi untuk bisa menemui Yanxun. Ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Yanxun, malam ini terlalu singkat dan tidak akan memberikan waktu yang memuaskan untuk Qibo berbincang banyak dengannya.
Qibo memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan, seperti rumornya, kota ini jauh lebih damai di bandingkan dengan Ibukota. Qibo sampai mengira tidak ada kejahatan yang terjadi di kota ini, padahal kenyataannya, pertempuran sengit baru saja terjadi beberapa hari yang lalu hanya untuk melindungi kota.
Malam ini tidak seperti biasanya, Qibo kesulitan untuk tidur, perkataan Master Shi yang begitu tajam membekas dalam hatinya. Qibo tidak tahu sejak kapan lidah tajamnya menjadi se keji itu, dia juga tidak berharap kalau Zhishu memiliki hati yang sama kejinya dengan perkataannya.
Sementara itu, di menara tinggi Ye Shashou, dalam keadaan setengah sadar, Zhishu merasakan sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Aroma wangi yang familiar memenuhi kamarnya.
" Raja Xiali? " Gumam Zhishu.
" Hmm? "
" Kau memelukku terlalu kuat, beri aku sedikit ruang untuk bernafas.. " ujar Zhishu.
" Apa aku membuatmu tidak nyaman? " Tanya suara laki-laki yang terdengar familiar itu.
" Tidak, longgarkan sedikit saja.. " balas Zhishu.
Raja Xiali menuruti perkataan Zhishu, namun saat Zhishu menyentuh tangannya dan menggenggam nya, dia jelas sangat terkejut.
" Apa akhirnya kau mulai menyukaiku? " Tanya Raja Xiali dengan nada sedikit berbisik.
" Aku sedang mencobanya.. " jawab Zhishu.
Zhishu dapat merasakan ciuman Raja Xiali yang menyentuh lehernya dan membuat sensasi aneh di tubuhnya, namun dia hanya bisa diam tanpa mampu memberontak.
' Tidak salah lagi... ' Gumam batin Zhishu.
" Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Raja Xiali.
" Tidak ada.. " jawab Zhishu.
" Sepertinya kau lebih mudah berkata apa adanya pada Master Zhan di bandingkan dengan calon suamimu sendiri.. " ujar Raja Xiali.
" Master Zhan? Dia kakakku, jelas aku mempercayainya.. " balas Zhishu.
" Sifat mu ini membuatku teringat pada orang lain, "
" Siapa? " Tanya Zhishu.
" Zhan Xishi.. " jawab Raja Xiali.
" Heh, jika aku tahu aku tidak akan menanyakannya.. " ujar Zhishu.
" Mengapa terdengar begitu kesal? Bukankah kalian kembar? " Tanya Raja Xiali.
" Aku benci di samakan dengan orang mati! Dia dan aku jelas berbeda, mengapa kau tidak mengerti? " Tanya Zhishu dengan nada kesalnya.
Zhishu melepaskan tangan itu lalu beranjak dari tempat tidurnya, dengan terus membelakanginya dia meluapkan rasa kesalnya.
" Bisakah kau berhenti menyamakan ku dengan orang itu? Ku mohon.. Jika orang lain yang mengatakan hal itu, aku akan membuatnya mengigit lidahnya sendiri.. Namun, berbeda denganmu, aku tidak bisa membiarkanmu mati begitu saja.. " ujar Zhishu.
Setelah sadar tidak ada jawaban apapun, Zhishu pun berbalik, dia mendapati tempat tidurnya kosong. Meskipun begitu, dia tahu kalau Raja Xiali mendengarnya.
Sekilas, dia teringat pada Qibo yang pergi setelah mendengar perkataannya, Zhishu sudah mengira kalau Qibo akan langsung menemui Yanxun untuk mencari kebenarannya. Mengenai masa lalunya yang berkaitan dengan luka terdalam, luka yang membentuk jiwanya dengan gumpalan dendam yang abadi.
__ADS_1
" Master Zhan, jika kau mengerti, seharusnya kau memilih hengkang dan menjauhkan dirimu dari tempat ini sesegera mungkin, setelah ini ku harap kau tidak akan pernah kembali dan menjaga dirimu sebaik mungkin, aku bukan adikmu, Zhan Xishi telah lama mati dan tidak ada celah untuk kembali ke dunia ini.. Dengan kata lain, kau tidak memiliki harapan apapun, ceritamu dengan adikmu telah berakhir, kini giliran ku memulai kisah ku sendiri sebagai Bai Xuan Zhishu.. " ujar Zhishu sambil menatap bulan yang berdiam diri dalam gelapnya malam.