Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Penawaran untuk Huang Yan Xun


__ADS_3

Zhishu dan empat lainnya sampai di desa Bai Xuan, kedatangan mereka langsung di sambut hangat oleh penduduk desa.


Meski berada di wilayah timur, desa Bai Xuan ternyata tidak terdaftar dalam jangkauan perlindungan Klan Báisè de lǎohǔ. Letaknya yang tepat di pedalaman kaki gunung Qiyi membuat siapapun tidak akan menyangka kalau ada kehidupan disana. Terlebih, Gunung Qiyi dijuluki sebagai gunung kematian, tidak ada tanda-tanda kehidupan seperti kelihatannya, namun sebenarnya bukan seperti demikian.


Seperti yang dikatakan sebelumnya, saat itu Xishi memasang segel untuk membatasi pergerakan murid-muridnya. Segel itu juga membantunya menemukan Li Xiao Bian yang mencoba melarikan diri dari hukuman.


Saat Xishi kembali sebagai Zhishu, dia meningkatkan kembali mantra segelnya menjadi manipulasi netra. Yang mana orang awam tidak akan mampu melihat seperti apa pemandangan asli dari pegunungan Qiyi. Hal itu berlaku untuk semua manusia biasa, tak terkecuali penduduk desa Bai Xuan.


Zhishu resmi menjadi pemimpin desa, selama dua tahun ini dia berhasil membuat desa aman dan tentram. Meskipun demikian, tugas seperti ini ia serahkan pada Limei.


Limei datang di waktu tertentu untuk memeriksa kondisi desa, berikut murid tingkat atas juga ada yang tinggal di desa untuk memantau lebih dekat.


Zhishu sendiri tidak nyaman dengan keramaian, dia lebih suka suasana yang hening. Baginya suasana seperti itu membuat dirinya damai dan terhindar dari stress.


Setelah lama berbincang dan menghabiskan waktu bersama para penduduk, Zhishu pun pamit untuk kembali. Dia juga meminta izin pada mereka sebelum membawa Xuemei.


Mata Xuemei berbinar saat mendapati dirinya akan naik gunung bersama Masternya, ini adalah impiannya sejak pertama kali berjumpa dengan Master Shi, dia tidak menyangka kalau saat-saat seperti ini akan tiba.


Namun, sebelum Zhishu melangkah, dia mendapati Elangnya datang dalam kondisi terluka. Luka itu terlihat familiar, saat mengingatnya sakit kepala Zhishu kembali kambuh, namun tak lama dia mengingat sesuatu.


" Rubah Pembunuh, ya? " Gumamnya.


Dia menyerahkan elang nya pada Song Song.


" Obati dia.. Xuemei, kau pergi bersama Kakak Limei, ada urusan mendesak yang mengharuskan aku pergi sekarang! Aku akan segera kembali! " Ujar Zhishu.


Zhishu berbalik.


" A-Ling ikut bersamaku! " Ucapnya sebelum melenggang pergi.


Diwei Ling yang mendapat perintah dadakan tentu saja tidak dapat berkata tidak. Dia langsung bergerak menyusul Master Shi yang ada di depannya.


Sementara itu, keadaan Klan Báisè de lǎohǔ masih terlihat damai. Sedangkan luka yang ada pada tubuh Elang milik Pembunuh Malam masih dalam kondisi baru, Elang tidak akan bisa terbang cepat dalam kondisi luka berat seperti itu, jadi bisa di pastikan Rubah Pembunuh ada di sekitar wilayah timur.


Ditengah perjalanan, Zhishu mendadak berhenti. Dari kejauhan terlihat sekumpulan kereta dengan kepala rubah, beberapa orang dengan topeng rubah pun ada di sekelilingnya.


" Itu--


" Rubah Pembunuh! A-Ling.. Kembali dan perketat penjagaan Bai Xuan, himbau penduduk desa untuk tetap berada di rumah! " Ucap Zhishu memotong Ling.


" Bagaimana aku bisa meninggalkan mu, Master.. Setelah sekian lama akhirnya kau keluar, Ling tidak mungkin meninggalkan Master seorang diri.. " ujar Ling.


" Setelah selesai dengan tugasmu, pergilah ke arah danau, aku akan meninggalkan pesan disana! Ini Perintah! " Ujar Zhishu.


" Dimengerti, Master! " Jawab Ling lalu melenggang pergi.


Diwei Ling kembali, Zhishu tidak punya banyak waktu untuk terus mengawasi sekelompok pembunuh itu. Tanpa berlama-lama lagi, Dia pergi menuju ke pusat kota.


Tentunya tidak menggunakan pakaian menyeramkan itu, Zhishu pergi menggunakan hanfu berwarna putih dengan tatanan rambut hitam yang indah. Tak lupa dengan topeng naga putih yang menutupi sebagian wajahnya, serta pedang putih dengan motif naga berwarna keemasan.


' Dua nama dalam satu orang, kepribadian bertolakbelakang, dewa dan iblis, kegelapan dan cahaya.. Hanya aku saja, satu-satunya yang hidup dalam dua dunia, Bai Long Qishi Zhu Zhishu.. ' gumam Zhishu dalam hati.


Tak lama kemudian, dia sampai di pintu masuk Báisè de lǎohǔ. Ada dua patung harimau putih yang terlihat tua di sisi gapuranya, Zhishu melangkah masuk dan mendapati kedamaian disana.


" Maaf, Anda tidak boleh sembarangan masuk! " Ucap salah seorang murid saat mendapati Zhishu masuk tanpa permisi.


" Ini mendesak! Aku ingin bertemu dengan Tuan Huang.. " ujar Zhishu.


" Guru tidak ada disini.. "


" Kalau begitu panggil saja Xiao Xun! " tambah Zhishu.


Tak lama setelah itu orang yang di cari oleh Zhishu datang dengan sendirinya. Dia spontan langsung membungkuk dan memberi hormat, hal itu tentu saja membuat para muridnya diam terheran-heran.


" Salam, Bai Long Qishi Zhu Zhishu.. "

__ADS_1



^^^(Huang Yan Xun (-XiaoXun))^^^


Mendengar ujaran itu, murid-murid Báisè de lǎohǔ langsung berlutut. Pasalnya, Bai Long Qishi yang Agung hanya sebuah nama yang melegenda dan di hormati, mereka tidak pernah berkunjung ke kota secara mendadak, tidak mengherankan jika banyak yang tidak tahu seperti apa wujud dari Bai Long Qishi.


" Mohon maaf atas ketidaksopanan murid Ku.. Ini adalah pertama kalinya Bai Long Qishi datang, wajar jika mereka tidak tahu seperti apa sosok Agung seperti mu.. " Puji Yanxun.


" Ini mungkin salahku, hanya saja ini sangat mendesak dan aku tidak punya waktu untuk memberi kabar terlebih dahulu, bisakah kita berbicara sebentar? " ujar Zhishu, mendesak namun santai.


" Tentu, mari.. " balas Yanxun.


Mereka berdua duduk di teras samping kediaman Huang. Tanpa perlu satu teko teh, Zhishu langsung berbicara ke intinya.


" Apa kau tahu, kalau malam nanti Rubah Pembunuh akan menyerang kota? " tanya Zhishu.


" Rubah Pembunuh? Dari mana kau tau? " tanya Yanxun.


" Elang ku di lukai oleh pedang gaib milik mereka, saat aku mencoba mencaritahu, mereka memang benar-benar tengah berada di hutan timur.. Dengan banyaknya anggota yang berkumpul, apa lagi rencana mereka selain menyerang? " ujar Zhishu.


Yanxun diam dan nampak tengah berfikir, namun, Zhishu dengan inisiatifnya memberi saran kepada Yanxun.


" Jika kau mau, kau boleh meminta bantuan dari Pembunuh Malam, mereka lebih kuat dari pada Rubah Pembunuh.. " ujar Zhishu yang langsung mendapat tatapan terkejut dari Yanxun.


" Apa maksudmu? " tanya Yanxun.


" Master Shi mengatakan, 'Bunuhlah yang perlu dibunuh!' , jika kau mengerahkan para murid mu jelas mereka akan terbunuh dengan mudah, ini bukan soal pertarungan pedang, melainkan pertarungan ilmu hitam! " jawab Zhishu yang diakhiri dengan senyuman.


" Maksudmu, Master Shi pengguna Ilmu Hitam? " tanya Yanxun.


" Aku yakin, kau tidak akan melupakan kejadian dua tahun lalu, saat kau membuka matamu lebar-lebar dan melihat dengan jelas bagaimana Master Shi menghabisi sampah bercaping itu? Aku juga tahu, diam-diam selama ini kau selalu mencari informasi mengenai Master Shi.. " jawan Zhishu.


Zhizhu menyeringai lalu beranjak, melihat raut wajah terkejut dan sorot mata tidak percaya Yanxun, membuktikan apa yang dikatakan oleh Zhishu adalah benar.


Yanxun diam membeku setelah mendengar hal itu, namun tersadar saat Zhishu beranjak dari duduknya.


Baru mengambil beberapa langkah, dia kembali berbalik lalu mengatakan sesuatu yang membuat Yanxun mengingat kenangan masa lalunya.


" Siluman itu ada, hati-hati di tusuk dari belakang! " pungkas Zhishu lalu melangkah pergi.


Dari setiap penjelasan yang di berikan Zhishu, kata-kata terakhirnya adalah hal yang paling mengejutkan. Yanxun mencoba menghentikannya, namun Zhishu sudah lenyap dari pandangan.


" Kata-kata itu, darimana kau tahu? Jadi, dia bukanlah Zhan Xishi? " ujar Yanxun bertanya dengan dirinya sendiri.


Yanxun mengesampingkan hal tersebut dan mencoba kembali fokus pada permasalahan yang akan ia hadapi.


Perkataan Zhishu memang benar adanya, dia tidak harus mengorbankan murid-muridnya untuk ikut campur dalam masalah kedamaian kota, hanya saja jika dia memilih meminta bantuan pada Pembunuh Malam bukankah akan sangat beresiko? Yanxun khawatir dia akan dituduh bersekongkol dengan pembunuh.


Disisi lain, dia menyadari kesempatan untuk mencaritahu lebih jauh tentang Master Shi, berikut Bai Long Qishi ketiga yang ia duga berhubungan baik dengan Pembunuh sadis itu.


Yanxun memang sudah mencurigai adanya hubungan baik antara Zhu Zhishu dan Master Shi semenjak kedatangan Zhu Zhishu ke pertemuan ikatan lima sekte.


Dalam perbincangan itu, terlihat jelas Zhishu melindungi Master Shi, bahkan memberikan opini lain yang membuat pemikiran buruk mengenai Master Shi menjadi berkurang.


Ada sebuah kesamaan antara mereka, kedatangan mereka yang secara tiba-tiba dan misterius, namun perbedaan mereka sangat jauh.


Zhu Zhishu terkenal cerewet dan memiliki pemikiran yang terbuka serta ceroboh. Meskipun demikian, dia tidak takut menghadapi apapun saat emosinya meledak dan tidak terkendali. Bisa di bilang, akan gawat jika sebuah singgungan membangunkan amarah Zhishu. Hal itu bisa di lihat saat dia beradu mulut dengan kakaknya, Zhu Zhexuan.


Sedangkan Master Shi, sosok ini terkenal dingin dan tidak banyak bicara. Sorot matanya yang tajam merupakan pusat ketakutan orang-orang yang melihatnya, tatapannya benar-benar dapat membunuh tanpa menyentuh. Di bandingkan berbicara, dia akan lebih banyak bertindak. Sekalipun dia berdiam diri, musuh tidak akan bisa menyentuhnya jika dia tidak mengizinkannya.


Yanxun sudah bisa mengetahui hal tersebut dalam sekali pertemuan, pertemuan selanjutnya merupakan catatan baru. Namun, identitas Master Shi yang sebenarnya sangat sulit di dapatkan. Sebelumnya Yanxun pernah berfikir kalau Zhan Xishi adalah Master Shi, namun dugaannya terbukti salah. Hal itu mengharuskan dia membungkuk dan meminta maaf pada Xishi. Terlebih saat kematian Xishi, Master Shi muncul, hal itu membuat keyakinannya benar-benar memudar.


Setelah bergelut lama dengan pikirannya, Yanxun pun memutuskan untuk pergi. Namun, sebelum itu dia ditahan oleh anak laki-laki berusia tujuh tahun. Anak itu memeluknya dan menahannya agar tidak pergi.


" Kemana kau akan pergi, Ayah? Kau membawa pedang, apa kau akan pergi bertarung? " tanya anak laki-laki itu.

__ADS_1


Yanxun berlutut, menyamakan tingginya dengan bocah laki-laki yang sama tampannya itu.


" Yuze.. Ayah tidak akan lama, baik-baik lah bersama Paman Xin, mengerti? " ujar Yanxun lembut.



^^^(Huang Yu Ze - Putra Pertama^^^


^^^Huang Yanxun)^^^


" Bisakah, kau berjanji? " tanya Yuze.


" Aku berjanji.. " balas Yanxun lalu tersenyum.


Yuze pergi menemui pamannya, dengan begini Yanxun bisa segera pergi menuju tempat yang di maksud.


Disisi lain, di danau timur, Diwei Ling yang tengah berdiri menatap danau mendengar semacam suara kecapi. Iramanya aneh dan membuat telinga sakit, hingga tak lama setelah itu Diwei Ling berjalan menuju ke arah sumber suara dengan kondisi mata yang hanya memperlihatkan putihnya saja.


Beruntung saat itu Zhishu datang tepat waktu dan berhasil menyadarkan Diwei Ling.


" Master.. " ujar Ling terkejut.


" Kau tidak apa-apa? " tanya Zhishu.


Diwei Ling mengangguk. Zhishu menghentakkan kakinya hingga angin bertiup kencang mengikuti arah sumber suara. Diwei Ling yang merasa takjub melihat hal itu sampai membuka mulutnya tanpa sadar.


" Apa itu? Tidak enak di dengar! " celetuk Ling.


" Musik pemakan jiwa.. " jawab Zhishu.


" Eh, apa itu? " tanya Ling.


" Musik pemakan jiwa jika di mainkan akan menarik siapapun yang mendengarnya, jika kau sampai ke hadapan pemainnya maka jiwa mu akan di makan! Musik ini sebenarnya hanya di lakukan oleh siluman, karena mereka hidup dengan memakan jiwa-jiwa manusia yang malang. Jika aku terlambat, mungkin kau sudah mati! " jelas Zhishu.


" Apa pusing adalah efek sampingnya? " tanya Ling.


" Orang yang mendengar musik itu akan kehilangan kesadaran, mereka akan melangkah menuju sumber suaranya, setelah itu tidak akan pernah bangun lagi! " jawab Zhishu.


" Bukankah mereka lebih kejam dari kita? " tanya Ling lagi.


" Anak bodoh! Kita ini membunuh, menghilangkan nyawa! Sedangkan mereka hanya memakan jiwa, tubuh mereka tetap utuh meski kesadarannya telah hilang, mereka yang jiwanya direnggut bisa di jadikan boneka! Kita mengambil nyawa orang yang pantas mati tidak peduli kesedihan seperti apa yang akan di alami oleh keluarganya, sama seperti merebut kebahagian orang lain, bukankah itu juga kejam?! " ujar Zhishu yang mencoba menjelaskan sejelas-jelasnya.


Diwei Ling mengangguk mengerti. Ternyata pembunuh seperti mereka juga memiliki prinsip. Ketiga kelompok pembunuh masing-masing memiliki tujuannya. Pembunuh Yue yang ingin diakui sebagai yang tersadis, Rubah Pembunuh yang membunuh untuk bertahan hidup dan juga Pembunuh Malam yang memiliki tujuan tersendiri mengapa menawarkan bantuan pada Yanxun.


" Lalu, apa yang akan kita lakukan disini? " Tanya Ling dengan polosnya.


Zhishu memejamkan mata sambil mengerutkan dahinya, dia menahan rasa kesalnya atas sikap bodoh orang yang ia bawa saat ini.


" Diwei Ling? Mengapa kau kesini jika tidak tahu tujuannya? Kau tidak mematuhi perintahku bukan? " Tanya Zhishu dengan sorot mata yang tajam.


Diwei Ling terdiam sebelum akhirnya mengingat sesuatu.


" Ah, pes----


" Sssttt.. Ada yang datang, pergilah dulu, baca baik-baik pesannya! Jangan keluar sebelum mengerti! " Ujar Zhishu.


Diwei Ling pergi, lalu sosok Yanxun datang. Dia terkejut karena Zhishu ada disana, berbeda dengan apa yang dia katakan sebelumnya.


" Zhu Zhishu? Dimana Master Shi, bukankah kau bilang dia ada disini? " Tanya Yanxun bertubi-tubi.


" Dia disini, lihatlah baik-baik! " Balas Zhishu.


Hanfu berwarna putih senada itu dalam sekejap mata berubah menjadi jubah hitam kemerahan, berikut pedang naga putih yang ia bawa ikut berubah menjadi pedang sakura hitam.


Yanxun tentu saja tersentak, dia tidak pernah menduga orang yang selalu membela adalah tokoh yang sebenarnya.

__ADS_1


" Zhu Zhishu, kau adalah.. Master Shi? ".....


__ADS_2