
" Oh, ini adalah Pembunuh Malam yang mengaku Bai Long Qishi dan mengotori nama baiknya? " Tanya Fengyue sambil memandang remeh ke arah Limei.
^^^( Nie Fengyue - Putra ^^^
^^^Ketua Klan Fènghuáng, Nie Hanrong)^^^
Menyadari kemampuan yang di miliki juniornya tidak sepadan dengan Nie Fengyue, Limei pun langsung mengambil tindakan. Tanpa banyak berpikir lagi, Limei langsung melemparkan bubuk racun yang mampu menimbulkan efek halusinasi setelah dua menit. Saat Fengyue sedang sedang berusaha menghindari bubuk racun, Limei menarik kedua adik seperguruannya untuk pergi bersama.
Sedangkan, Fengyue sendiri masih tidak bisa mengkondisikan penglihatannya, sampai perlahan pemikirannya berubah seperti anak berumur 5 tahun. Dia kebingungan dengan tempat yang ia pijak saat ini, matanya berkaca-kaca sebelum akhirnya mulai menangis ketakutan.
Waktu terus berjalan, malam semakin larut, Limei dan kedua adik seperguruannya memilih untuk beristirahat sejenak di hutan Luoxia sebelum melanjutkan perjalanan.
" Tunggu siapa yang mengizinkan Songsong turun tangan sampai mau melawan pria tadi? " Tanya Limei.
" Maaf, Kakak Seperguruan. Sebenarnya Master hanya meminta kami mengikuti kakak diam-diam, soal tadi itu adalah keinginan kami sendiri, Si Yin bersalah, mohon Kakak seperguruan menghukum Si Yin! " Ujar Si Yin, salah seorang tingkat atas.
" Sudahlah, dalam sekte kita tidak ada yang bisa menjatuhkan hukuman selain Master Shi! Istirahat dulu, subuh nanti kita lanjutkan perjalanan! " Pungkas Limei.
" Baik! " Balas Si Yin dan Song bersamaan.
Saat itu, Limei masih berpikir tentang ucapan pria tadi. Ternyata benar adanya pengkhianat dalam sekte mereka, namun Limei juga bertanya-tanya mengapa bisa begitu berani berkhianat dalam Sekte Àn shān.
' Bai Long Qishi sekarang sudah menyebar luas, tak cukup untuk membunuh orang yang membicarakannya satu persatu, seharusnya ada cara lain untuk memadamkan rumor yang tengah bergejolak itu, soal pengkhianat itu, bukankah dia itu cari mati! Berkhianat dalam sekte rahasia Pembunuh Malam benar-benar keberanian yang patut di akui! ' batin Limei terus bergumam memikirkan hal demikian.
Pagi harinya, Qibo mendapatkan surat dari Gunung Qiyi, dia langsung memberikan suratnya kepada Xishi. Isi surat itu jelas membuat Xishi terlihat sangat marah, namun saat ini kakak tertuanya ada di rumah, akan sangat menyulitkannya untuk pergi. Hal ini benar-benar butuh alasan yang tepat agar terbebas dari kecurigaan Feng.
Belum lagi, semua penduduk tengah mempersiapkan penyambutan bulan hantu minggu depan. Saat ini Qibo juga tidak mungkin ikut pergi, pasti akan lebih mencurigakan lagi. Mengingat bulan hantu akan tiba, Xishi menemukan cara untuk pergi.
" Mau pergi kemana? " Tanya Feng begitu Xishi keluar dari kamar.
Xishi yang baru saja menutup pintu kamarnya jadi sedikit terkejut. Namun, dia memaksa tersenyum untuk menutupi keterkejutannya.
" Xishi akan pergi ke ibukota, Kakak ingin menitip sesuatu? " Tanya Xishi.
" Ibukota? Kalau begitu aku akan pergi bersamamu! " Jawab Feng di luar dugaan Xishi.
" Eh, kalau kakak pergi siapa yang menata rumah? " Tanya Xishi.
" Ada adik kedua dan ayah.. " balas Feng.
" Kakak ini, Kakak kedua sudah pergi ke rumah besi, ayah, apa kau tega membiarkannya bekerja sendirian? " Tanya Xishi mulai geram.
" Kalau begitu biar kakakmu saja yang pergi, kau tinggal di rumah bantu ayah! " Ujar Cheng dari belakang.
" Ah ide bagus, bawakan aku dua kendi arak Jianyi " ujar Xishi tersenyum puas.
" Ayah.. " panggil Feng yang merasa di gagalkan oleh ayahnya.
" Kalau begitu biarkan adikmu pergi dan kau tinggal! " Ujar Cheng membuat Feng tidak bisa melawan lagi.
" Baiklah baiklah, aku pergi! " Balas Feng mengalah lalu memberi salam sebelum akhirnya pergi dengan kudanya.
Raut wajah Xishi yang penuh dengan keceriaan kini berubah serius setelah kepergian Kakak Tertuanya. Ayahnya pun mulai menatap serius ke arah anak gadisnya itu, merasa ada sesuatu yang harus cepat di tangani.
" Apa sesuatu telah terjadi? " Tanya Cheng.
__ADS_1
" Ya, Ayah. Pengkhianat itu benar-benar ada di dalam Sekte Àn shān.. Aku harus segera pergi mengurusnya! " Jawab Xishi.
" Apa yang akan kau lakukan kepada pengkhianat itu? " Tanya Cheng.
" Ayah begitu mengenalku, seharusnya tahu apa yang akan aku lakukan. Xishi harus segera pergi! " Ujar Xishi.
" Baiklah, kau harus kembali sebelum Feng pulang! " Ujar Cheng.
" Baik, Ayah! " balas Xishi.
Xishi memberi salam sebelum akhirnya pergi ke arah yang berbeda. Dia pergi ke arah Gunung Luo, namun sebenarnya ada jalan rahasia yang membawanya ke wilayah timur lebih cepat. Xishi memacu kudanya lebih cepat, amarah sudah menguasai dirinya. Dalam sekejap pakaian sederhananya berubah menjadi pakaian serba hitam kemerahan dengan topeng yang biasa ia gunakan.
Namun, saat dirinya sampai di kaki Gunung Qiyi, pesan lain di kirim oleh gagak hitam dari Gunung Qiyi. Pesan yang membuat Xishi semakin marah, dia menyegel gunung dan tidak membiarkan siapapun keluar masuk sebelum pengkhianat itu ditemukan.
" Sudah berkhianat malah berani kabur, lihat apa yang akan aku lakukan padamu dan juga seluruh keluargamu! " ucap Xishi.
Di waktu yang bersamaan, seluruh penghuni Gunung Qiyi mencari Xiao Bian, si pengkhianat ini. Bahkan Limei pun ikut mencarinya sampai menelusuri hutan.
Disisi lain, Xiao Bian tengah berlari menuju ke kaki gunung. Namun, saat itu sesuatu seperti menusuk lutut dan membuatnya terjatuh seketika. Saat mengetahui apa yang telah menusuknya, matanya menjadi berkaca-kaca, dia tahu saat ini dirinya sedang dalam bahaya. Dia menatap ke tanah di depannya dan melihat sepasang kaki disana, tanpa berani melihat ke atas dia langsung bersujud meminta pengampunan.
" Master, Xiao Bian tidak bersalah, ini semua fitnah! Xiao Bian benar-benar tidak membuka mulut tentang Bai Long Qishi! " Ucapnya dengan tubuh gemetaran.
" Aku tadinya berniat minta maaf karena melihat gerak gerik aneh, namun siapa sangka dia adalah murid ku sendiri. Namun, kau sudah berkata demikian sebelum aku bertanya, bagaimana seharusnya aku bertindak? " Tanya Xishi yang sudah menemukan Xiao Bian terlebih dulu.
Xiao Bian bersujud, dia paham betul mengenai watak dari masternya. Dia mengikuti Xishi selama bertahun-tahun, dia juga ikut serta dalam setiap pembunuhan yang di lakukan Xishi. Masternya ini bahkan memilihnya sebagai kandidat mata-mata dari Pembunuh Malam karena dia mengaku keluarga pejabat Ibukota. Namun, siapa sangka dia begitu berani melangkah keluar jalur.
" Master, mohon ampuni Xiao Bian! " Ucapnya tak berhenti memohon.
" Secara tidak langsung kau memberitahu ku apa yang telah kau lakukan, kau bahkan berani menyebut nama itu.. " ujar Xishi terdengar belum menyelesaikan bicaranya.
Xishi berjongkok, mencoba melihat bagaimana raut wajah dari pengkhianat di depannya itu. Raut wajah yang di penuhi ketakutan itu cukup menghiburnya sampai senyum tipisnya terukir.
" Sudah berapa lama kau mengikutiku? Satu tahun? Dua tahun? Waktu yang cukup untuk mengenal watak ku, bukan? Kau tahu betul aku benci tidak di percaya, aku juga benci orang berkhianat. Lantas kau melakukan ini kepadaku dan membuat semua orang meremehkan aku, bukankah itu artinya kau sudah bosan hidup? " Tanya Xishi dengan suara lirih, namun mampu membuat keringat dingin Xiao Bian bercucuran.
Xishi bangkit dan berjalan ke belakang punggung Xiao Bian.
" Tadinya aku tidak percaya kalau orang ku melakukan itu, namun, siapa sangka mangsa itu menunjukkan dirinya sendiri kepadaku? Karena kau adalah orang ku, biar aku beri dua pilihan hukuman untukmu.. " ujar Xishi kembali ke hadapan Xiao Bian setelah berjalan pelan memutari tubuhnya.
" Master, Xiao Bian bersalah, mohon master jangan bunuh Xiao Bian.. " ucap Xiao Bian dengan diiringi tangisannya.
" Eh, aku belum memberitahumu pilihan itu, dengarkan dulu, lalu kau boleh memilih salah satunya.
Pilihan pertama, kau mau aku kuliti hidup-hidup, lalu memajang kulitmu di pintu rumah keluargamu, atau..
Langsung memenggal kepalamu lalu menggantungnya di depan gerbang rumahmu?
Eh, tapi kalau kau mau keduanya pun aku akan dengan senang hati melakukannya untukmu.. " ujar Xishi penuh tekanan.
Xiao Bian hanya terdiam setelah mendengar hal itu. Namun, siapa sangka kalau dia begitu berani menunjukkan pedangnya tepat di depan wajah Xishi. Maju setengah langkah saja mata Xishi sudah tertusuk oleh ujung pedang Xiao Bian.
Tetapi, melakukan hal itu bukannya membawa Xiao Bian pada kemenangan atas pemberontakannya, dia justru semakin mendekatkan dirinya pada liang lahatnya. Alih-alih memasang wajah ketakutan, Zhan Xishi malah merasa tertantang.
Xiao Bian mulai menyerangnya, namun Xishi hanya menghindar dari serangan yang di berikan Xiao Bian. Meski memiliki ilmu beladiri tinggi, dia tetap menahannya dan memilih untuk menghindar dan menikmati seberapa jauh kemampuan murid tingkat atas dari Sekte Àn shān yang ia dirikan ini. Merasa tak tahan, Xishi dengan cepat melawannya dengan tangan kosong, hanya dengan beberapa pukulan siku dan kaki saja, sudah mampu membuat Xiao Bian tersungkur. Hal ini jelas membuat Xishi tidak senang.
" Aku baru memasang kuda-kuda kenapa kau malah berbaring di tanah? Jangan mempermalukan Tingkat Atas, beladiri rendah sudah berlagak menjadi pengkhianat! Patuh lah! Aku tidak suka membuang-buang waktu! " Ujar Xishi.
Xiao Bian tidak menyerah, dia berusaha bangkit lalu mulai mengeluarkan ilmu pusaran tanah untuk kabur. Namun, ilmu ini di ciptakan oleh Xishi, mau bagaimanapun juga Xishi tahu betul cara menanganinya. Saat tanah mulai membentuk pusaran dan mengelilingi tubuh Xiao Bian hingga tak terlihat, Xishi melemparkan bumerang nya hingga menembus tanah dan kembali ke tangannya.
__ADS_1
Saat itu juga pusaran tanah berhenti dan noda darah membasahi sisi bumerang. Xiao Bian tidak berhasil melarikan diri, namun berhasil mempersulit Xishi.
Tak lama setelah itu, di Gunung Qiyi semua murid yang ada di sana berlutut menyambut kedatangan Xishi dengan mayat Xiao Bian yang di seret sepanjang jalan. Xishi turun, dia juga memberikan titah untuk tidak menyentuh mayat Xiao Bian.
Limei datang dari jauh dan segera berlari menghampiri Xishi, tapi Xishi saat itu sangat acuh dan dingin. Setelah memberikan titah dia diam dan berjalan menuju ke gua tempat mereka berkumpul. Di gua itu hanya ada Xishi, Limei dan masing-masing ketua dari murid tingkat atas. Xishi mengumpulkan mereka untuk menuntaskan masalah ini, mau tidak mau sekali lagi dia harus banyak berbicara.
Selama dua tahun ini, tahun pertama membentuk Kelompok Pembunuh dan tahun berikutnya mendirikan Sekte Àn shān. Xishi tidak pernah menunjukkan wajah aslinya, kini, untuk yang pertama kalinya dia membuka topeng dan memperlihatkan wajah cantiknya kepada semua muridnya. Namun, kecantikan nya bukanlah hal yang pantas untuk di nikmati, melainkan sebuah peringatan kalau wajahnya adalah ancaman bagi siapapun yang berani meremehkannya.
Spontan kecantikan dari sang Master membuat mereka semua terkejut, setidaknya ada sekitar lima puluh orang yang beruntung melihat wajah Xishi secara langsung.
" Aku akan bertanya kepada kalian, siapa di antara kalian yang mengenal Xiao Bian lebih jauh? Atau mungkin berteman dengannya? " Tanya Xishi.
Namun, seisi gua itu tidak ada yang menjawab pertanyaan Xishi.
" Atau, jika kalian pernah melihat Xiao Bian bersama seseorang, mengobrol atau pergi bersama, kalian boleh memberitahukannya kepadaku.. " ujar Xishi masih merendahkan suaranya.
" Jangan mencoba melindungi! Katakan saja apa yang kalian tahu dari pengkhianat ini? " Ujar Xishi lagi mulai terdengar tidak sabar.
" Jawab Master, sepertinya Xiao Bian tidak bergaul dengan siapapun, dia selalu terlihat sendiri. Namun, dia pernah mengatakan kalau dia bermarga Li.. hanya saja kebenarannya masih belum pasti! " Jawab salah satu murid.
Xishi mendengarkan jawaban itu dengan baik. Lalu, dia mulai terpikir sesuatu yang membuat Xiao Bian begitu berani.
' Ternyata adalah dia, tidak heran jika membalas dendam untuk keluarganya! ' Gumam batin Xishi.
" Jika benar, bukankah dia ikut misi malam itu? " Tanya Xishi yang sedikit merasa janggal.
Seketika semua orang terdiam dan saling memandang, bahkan diantara mereka ada yang berbisik-bisik.
" Kalian ingin berbisik saja? Tidak ingin membicarakannya dengan ku? " Ucap Xishi sedikit datar.
" Jawab Master. Namun, misi malam itu hanya kami, 50 murid teratas Pembunuh Malam, sedangkan Xiao Bian berada di tingkat 80 kebawah, jadi dia tidak mungkin ikut! " jawab lagi.
' Benar-benar cerdik! Saat semua yang terkuat pergi, dia ikut menyelinap keluar karena tahu keluarganya akan di bantai! Tak di sangka umurnya begitu pendek! ' Gumam batin Xishi lagi.
" Master, tugas ini di berikan langsung oleh Master Zhan, persiapan ketat juga langsung di tangani oleh Master Zhan, hal ini tidak mungkin keliru sampai kecolongan seperti ini. Ini pasti sudah di rencanakan dengan baik oleh Xiao Bian sendiri! " Ujar seorang murid.
" Baiklah, aku sudah tahu. Malam ini, penggal Xiao Bian dan gantung kepala dan tubuhnya di depan gerbang kediaman Li, tidak perlu banyak orang, delapan orang cukup untuk pergi! Sisanya jaga adik seperguruan! " Ujar Xishi.
Semua orang yang berkumpul bubar, hanya menyisakan Limei dan Xishi saja di dalam gua itu. Limei masih terkejut karena Xishi secara tiba-tiba mengekspos wajahnya, padahal sebelumnya dia selalu tertutup. Namun, hal ini tentu saja terjadi bukan tanpa alasan, meskipun begitu hari ini Limei tidak tertarik membicarakan hal itu dan beralih ke hal yang masih berhubungan dengan masalah hari ini.
" Master, masalah Bai Long Qishi sudah menyeruak, akan sangat merepotkan dan butuh waktu lama untuk membunuh satu persatu dari mereka yang mengungkitnya! " Ujar Limei.
" Benar! Oleh karena itu kita hanya perlu ke cara lain untuk mengubur dalam-dalam rumor ini! " Ujar Xishi terlihat santai.
" Apa itu? " Tanya Limei mulai tertarik dengan ide Masternya kali ini.
" Selalu ada banyak rumor yang bermunculan setiap waktu, semakin heboh rumor terbaru maka rumor lama akan mulai di lupakan! " ucap Xishi.
" Jadi maksud Master ini.. " Ujar Limei menggantung.
" Benar! Menciptakan rumor baru untuk melupakan rumor saat ini! " Balas Xishi.
" Namun, rumor seperti apa yang mampu mengalahkan kehebohan Bai Long Qishi! " Tanya Limei tidak yakin.
" Kau akan tahu nanti, bersiaplah untuk pergi ke ibukota malam ini! Aku tidak bisa lama karena Kakak tertua sudah kembali, aku percayakan delapan orang itu kepadamu! " Pungkas Xishi lalu beranjak.
" Baik, Master! " Balas Limei sambil membungkuk.
__ADS_1
Begitu Xishi keluar, orang-orang yang ada di depan gua langsung berlutut, begitu menghormati dan memuliakan Sang Master. Mereka baru akan beranjak jika Xishi sudah tak terlihat dari pandangan, sebelum itu mereka akan terus berlutut.