Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Gertakan Diwei Ling


__ADS_3

Perbincangan yang panjang membuat Qibo terjebak dalam malam damai Kota Ming. Atas tawaran Yanxun, Qibo pun memutuskan untuk menginap semalam. Qibo menjadi sulit tidur karena terus mengingat mengenai cerita yang baru saja dia dengar. Seolah masih banyak teka-teki yang belum di pecahkan.


Dia baru mengetahui soal hubungan Shingming Qianfan dengan Zhu Zhishu, keduanya sama-sama saling mencintai, namun Zhishu tidak sempat mengatakan soal perasaannya.


Qianfan mengutarakan dengan jelas mengenai perasaannya kepada Zhishu, dia bahkan sampai membatalkan pernikahannya dengan Nona dari keluarga Mo.


Namun, entah kesalahan apa yang telah dia lakukan, sekelompok pembunuh bayaran membabi buta kediamannya dan merenggut nyawanya, bahkan adiknya yang merupakan istri Huang Yanxun pun ikut terbunuh saat sedang dalam perjalanan menuju ke Kediaman Shingming di Ibukota Jianyi.


Pembunuh bayaran yang membantai habis kediaman Shingming adalah Pembunuh Yue. Kebetulan saat itu, mereka sedang dalam masa puncaknya, mereka ditakuti karena kesadisannya.


Meskipun demikian, apa yang mereka lakukan tidak hanya merenggut seorang perdana menteri muda saja, namun juga merenggut orang yang dicintai oleh Zhizhu.


" Pembunuh Yue tidak hanya membuat dunia gempar akan kematian Tuan Muda Shingming, namun juga membuat Xishi tidak bisa mengenali dirinya sendiri. Pasti berat baginya kehilangan lelaki yang merupakan cinta pertamanya. Tetapi, mengapa aku merasa ada yang aneh dengan Xishi, apa yang sebenarnya terjadi padanya, dia bersikap seolah-olah dia melupakan segala ingatannya. Namun, dia bisa mengingatku dan juga Yanxun, bukankah itu aneh? "


Qibo terus menerus bergumam dengan dirinya sendiri, sampai semakin larut malam dia semakin lelah dan tertidur begitu saja.


Sementara itu, jauh dari keramaian kota, tepatnya di Lembah Xiali, Liu Xingsheng tengah berdiam diri di atas singgasana nya. Tatapan matanya kosong, namun jemarinya yang lentik terus memutarkan seruling nya.


Tak lama setelah itu, Bei Liang datang ke hadapannya.


" Master, Raja Xiali telah tiba.. " ujar Liang.


" Heh? Dia kemari? " tanya Xingsheng dengan raut wajah terkejut yang terlihat alami.


" Ada apa? Kau tidak suka aku datang? "


Mendengar suara itu, Xingsheng segera turun dari singgasana dan membungkuk untuk memberi salam. Begitu juga dengan Bei Liang yang ikut memberi salam tanpa berani mengangkat wajahnya.


" Bangunlah.. "


Xingsheng menegakkan kembali tubuhnya, dia tidak berani bertanya karena takut menyinggung Raja Xiali yang merupakan kakaknya.


" Sudah lama sekali, tempat ini belum berubah.. Hei, apa kau ingin mengajukan diri sebagai penerus? " tanya Raja Xiali.


" Maaf, Kakak. Aku tidak pernah memikirkan hal itu, sepertinya aku akan terus menetap disini.. " jawab Xingsheng.


" Kau berbicara demikian, apa sedang memendam sesuatu? Misalnya, sebuah dendam? " tanya Raja Xiali.


" Aku tidak mungkin memiliki dendam padamu, Kak. Mengapa malah membahas sesuatu yang terdengar berat? " ujar Xingsheng.


" Mungkin karena aku tidak nyaman dengannya. Xingsheng, apa kau mencintai Xishi? " tanya Raja Xiali tiba-tiba.


Xingsheng terdiam, dia tak tahu apa maksud Raja Xiali menanyakan hal ini. Namun, menjaga ketenangannya adalah hal yang penting, lagipula jika Xingsheng menjawab yang sebenarnya pun akan percuma karena dia begitu yakin namanya tidak ada dalam memori gadis yang ia cintai.


" Mau di lihat dari mana pun, Zhan Xishi adalah Zhu Zhishu. Dengan takdir yang terikat denganmu, aku tidak mungkin berani menyukai wanita kakakku sendiri.." jawab Xingsheng sambil terus menundukkan kepalanya.


" Heh, begitukah? Baiklah, aku akan melupakan apa yang telah kau lakukan dengan Zhan Xishi di masa lalu.. Setelah ini, jika kau berani meletakkan tangan mu padanya, aku benar-benar tidak akan sungkan lagi.. " pungkas Raja Xiali lalu pergi begitu saja.


Sementara Xingsheng, dia melemas hingga lututnya terjatuh. Liang yang merasa khawatir pun segera mendekat dan langsung menanyakan keadaannya.


" A-Liang, apa dia mengetahui semuanya? " tanya Xingsheng dengan tatapan mata yang kosong.


" Maaf, Master. Liang tidak tahu.. " balas Liang.


Keesokan harinya, di Gunung Qiyi Zhishu mengeluarkan Guzheng miliknya, ada perasaan gelisah yang tak menentu. Semenjak Qibo datang dan membahas masalalu, Zhishu mulai dihantui oleh bayang-bayang lelaki yang pernah ia cintai.


Bukan tanpa alasan, mengingat waktu pernikahan yang semakin dekat, dia khawatir akan membuat hubungannya dengan Raja Xiali memburuk. Jika hal itu terjadi, rencana besarnya akan gagal.


' Setelah bertahun-tahun lamanya, kau malah muncul sekarang, benar-benar tidak baik! Pergi dan enyahlah dari pikiranku, Shingming Qianfan!! '


Meski hatinya bergumam demikian, namun dasarnya tidak. Mata Zhishu menatap sendu Guzheng itu hingga air mata keluar dan tak bisa ia bendung. Zhishu menjatuhkan lututnya lalu mulai menangis.


Rasa yang seharusnya terkubur malah terus membekas dalam waktu yang lama. Tidak ada yang tahu apa obatnya, rasa cinta Zhishu pada Qianfan tidak pernah mati meski berusaha di lenyap kan ratusan kali.


Bayang-bayang laki-laki yang berlumuran darah, dengan tangan lemah yang membelai lembut surai kekasihnya, dia mencurahkan isi hatinya sekali lagi, untuk terakhir kalinya. Bahkan, sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya, Zhishu masih tetap memeluknya.

__ADS_1


" Andai.. Andai saja aku bisa memberitahumu.. Aku pasti tidak akan menderita seperti ini.. Qianfaann.. "


Tangisan Zhishu yang di selimuti penyesalan serta rasa kehilangan yang menyakitkan tak mampu lagi ia tahan. Zhishu terus menangis hingga akhirnya dia kelelahan dan tertidur.


Saat sore tiba, Qibo kembali datang, kali ini dia mengajak Yanxun. Meski ada sebuah pantangan, namun karena Qibo yang membawanya, murid-murid lain pun tidak bisa mencegah.


Sesampainya di aula pertemuan Ye Shashou, Limei yang menyambut mereka terlihat sedikit terkejut, namun tak lama dia kembali bersikap seperti semula.


" Mei Mei, panggil Master Shi untuk datang, katakan ada tamu dari Báisè de lǎohǔ.. " ujar Qibo.


" Baik "


Limei pergi ke kamar Zhishu untuk memanggilnya, seketika dia menyadari kalau Zhishu belum keluar sejak pagi.


" Master.. Master Zhan membawa seorang tamu dari Báisè de lǎohǔ, dia memintamu untuk datang menemuinya.. " ujar Limei.


Setelah beberapa saat, Limei tidak mendapati jawaban.


" Master Shi? " panggil Limei lagi.


Namun, sama seperti sebelumnya, dia tidak mendapati jawaban apapun. Namun, saat telapak tangannya mulai menyentuh pintu, pintu malah terbuka. Dengan wajah pucat dan tampilan yang berantakan, Zhishu membuka pintu. Namun, tak lama setelah itu dia mulai kehilangan keseimbangan.


" Master-----


Hampir. Seseorang tiba-tiba datang dan menangkap tubuh Zhishu.


" T-Tuan.. "


" Katakan pada mereka Zhishu sedang tidak enak badan dan tidak ingin di ganggu.. Sementara aku akan merawatnya! "


" Di mengerti " ucap Limei lalu kembali menutup pintu dan pergi menemui Qibo.


Sedangkan, Zhishu masih berada dalam dekapan orang tersebut.


" Kau sangat buruk dalam merawat diri! Alam baka tidak bisa menerima gadis lemah, kau tau? "


' Begitu, ya? Raja Xiali rupanya.. namun wajahmu mengapa mirip dengan Qi-- '


Kali ini, Zhishu benar-benar pingsan sebelum hatinya menyelesaikan perkataannya. Dan dengan senang hati, Raja Xiali menggendongnya menuju tempat tidur. Sesuai dengan perkataannya, dia akan merawat Zhishu, entah apa yang akan terjadi jika Qibo dan Yanxun menerobos masuk untuk melihat kondisi Zhishu.


Meskipun demikian, hal itu bukanlah hal yang sulit, ada Limei yang berdiri di antara mereka. Selama Limei terus mengawasi mereka, tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu Raja Xiali.


Limei kembali dan memberitahu Qibo mengenai Zhishu. Dia juga mencoba meyakinkan laki-laki itu supaya tidak menaruh kecurigaan apapun.


" Master Zhan, Master Shi sedang dalam kondisi tubuh yang kurang sehat, Master Shi mengatakan kalau dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun, mohon Master Zhan mengerti.. " ujar Limei.


Benar saja, Qibo tidak seperti orang-orang di luar sana, dia dengan cepat mengambil reaksinya dan menolak untuk percaya. Qibo beranjak dan berusaha melewati Limei, namun Limei terus menahannya.


" Aku akan tetap menemuinya.. " ujar Qibo.


" Master Shi sudah berkata demikian, mana mungkin Limei akan diam saja jika Master Zhan mengambil tindakan yang melawan perintahnya? " balas Limei mulai terdengar berani.


" Ada apa denganmu Zhan Limei, mengapa rasanya kau seperti sedang menahan ku disini? Apa yang dia sembunyikan.. Atau mungkin kau yang menyembunyikan sesuatu? " ucapan Qibo benar-benar berusaha membuat Limei terkecoh.


Namun, tentu tidak mudah untuk Limei masuk ke dalam pengaruh Qibo begitu saja.


" Limei tidak berani, sekali lagi, mohon Master Zhan mengerti.. " ujar Limei.


Namun, kali ini sepertinya Limei benar-benar membuat Qibo tidak sabar. Secara tidak sengaja, Qibo mendorong Limei dengan kasar hingga tubuhnya membentur dinding.


Jelas dia kesakitan karena tubuhnya membentur terlalu keras. Qibo hanya terdiam setelah hal itu terjadi, sementara Yanxun yang mencoba mendekati Limei untuk membantunya berdiri mendapatkan tepisan kasar dari Diwei Ling yang datang secara tiba-tiba.


" Kakak, kau baik-baik saja? " tanya Diwei Ling sambil membantu Limei berdiri.


" Aku baik.. Tenang saja " balas Limei.

__ADS_1


Diwei Ling membalikkan tubuhnya dan melihat Qibo yang masih terdiam disana.


" Maaf Tuan Muda Zhan, ku rasa kau terlalu berlebihan.. Bagaimana pun juga ini adalah perintah dari Master Shi, terlebih Limei adalah orang kepercayaannya.. Jika sampai Master Shi tahu kau mendorong Limei seperti tadi, apa kau pikir dia akan tetap mengecualikan hari ini? " tanya Diwei Ling.


" Mengecualikan hari ini? " tanya Yanxun.


" Sepertinya Anda datang tanpa tahu peraturan yang berlaku disini saat ini.. Ku akui beladiri dan ilmu pedang mu sangat bagus, namun jika kau berani menggunakannya disini, jangan harap kami akan mentolerir, bagaimana pun juga, surga masa lalu tidak seperti neraka saat ini.. " jawab Diwei Ling.


" Kau-- "


" Masih ada waktu untuk Tuan Muda Zhan mengantarkan Tuan Muda Huang pergi dari sini.. Maaf, kami tidak bisa mengantar sampai pintu keluar.. " ucap Diwei Ling memotong ucapan Qibo.


" Aku benar-benar tidak mengerti, apa yang terjadi selama aku tidak disini? Kalian tidak seperti orang yang aku kenal.. " ujar Qibo.


" Apa yang terjadi kemarin, tidak ada kaitannya dengan Tuan Muda Zhan, jadi Kau tidak perlu khawatir jika Master Shi tiba-tiba muncul tanpa menggunakan topengnya.. Dia sudah memastikan untuk tidak melibatkan mu dengan Sekte Àn shān lagi.. " ujar Diwei Ling.


" A-Ling... " Limei yang mencoba menghentikan Diwei Ling pun sepertinya tidak bisa berkata-kata lagi.


" Sekte Àn shān??? " gumam Yanxun.


" Apa maksudnya? " tanya Qibo.


" Maksudnya, Master Shi sudah memutuskan untuk tidak menggenggam mu lagi, kau bebas pergi kemana pun tanpa adanya ikatan dengan kami.. Dengan ini pesan Master Shi telah aku sampaikan.. Terimakasih atas kerja keras Master Zhan selama ini.. " pungkas Diwei Ling.


Qibo tercengang, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Namun, dia juga tidak ada kesempatan lagi untuk bertanya karena setelah mengatakan hal itu, Diwei Ling pergi bersama Zhan Limei.


" Diwei Ling?? " panggil Qibo.


Jangankan menoleh, menyahut pun tidak Diwei Ling lakukan.


" Apa dia Diwei Ling?? " tanya Yanxun.


" Kau mengenalnya? " tanya Qibo.


" Marga Diwei ini.. Sepertinya mereka sudah di bantai habis tepat sebelum Shingming Qianfan di serang.. " jawab Yanxun.


Qibo terdiam, dia memang tidak tahu banyak mengenai asal muasal orang yang ada disini, bahkan Limei sekalipun. Selama Zhishu mempercayai mereka, Qibo hanya perlu tenang karena dia juga mempercayai Zhishu.


Limei datang sejak dia masih kecil, dia juga selalu berada di samping adiknya saat itu. Mustahil jika saat ini dia berusaha mengkhianatinya. Hanya saja, entah sejak kapan, Qibo mulai menaruh curiga pada Limei yang merubah sikapnya.


" Tidak perlu memaksakan, A-Ling mengatakan Master Shi akan keluar tanpa menggunakan topengnya, kemungkinan besar hal itu akan terjadi, kita tidak perlu memberikan penekanan disini, lagipula tempat ini sudah berubah.. " ujar Yanxun.


Qibo mengerti, mereka berdua pun memutuskan untuk kembali dan keluar dari tempat ini. Sementara jauh di atas sana, Raja Xiali menatap mereka dengan tatapan dingin dan tanpa ekspresi.


' Surga Masalalu tidak seperti Neraka Saat Ini.. Ngomong-ngomong, kau benar Ling.. Dulu tempat ini adalah surga, namun karena ditinggalkan begitu saja, dia tidak lagi indah.. Kemudian seseorang kembali dan menanamkan kebencian dan dendam yang besar, hingga membuat tempatnya tidak lagi indah.. Gunung Kematian Qiyi.. Terdengar menakutkan, namun keberadaannya nyata. Kini aku mengerti tentang peraturan yang berlaku disini.. '


Yanxun melangkahkan kakinya sampai keluar dari tempat yang dulunya adalah kediaman Shingming.


Perlahan, dia mulai sadar dia perlu menghentikan Zhishu. Semenjak kepergian Qianfan, Zhishu sudah tidak terkendali, dia membunuh siapa saja tanpa melihat usia mereka.


Dia mencoba menghukum siapapun yang bertanggung jawab atas kematian orang terkasihnya. Namun, jika hal itu sudah selesai sejak lama, seharusnya dia berhenti dan menjalani hidupnya seperti biasa.


Tetapi, Master Shi bertahan sampai sejauh ini, tidak ada yang tahu apa tujuannya.


Awalnya, Zhishu mendirikan Pembunuh Malam semata-mata hanya untuk membalas kematian Qianfan dan juga Nuan. Namun, jika dia sudah seperti ini, dia semakin sesat dan kehilangan arah di jalannya sendiri.


Yanxun sendiri bertanya-tanya, masalah apa yang belum selesai hingga Zhishu masih bertahan di jalan yang suram.


" Qibo, menurutmu.. Apa yang membuat Zhishu bertahan sampai saat ini? " tanya Yanxun.


" Entahlah, dia sulit di mengerti.. Namun, kau tidak boleh salah sangka.. Meskipun dia memimpin Pembunuh Malam, tanpa alasan yang kuat, dia tidak akan membunuh.. Dia hanya akan membunuh siapapun yang pantas mati.. " ujar Qibo.


" Mungkinkah.. Dendamnya belum tuntas?? " tanya Yanxun.


Pertanyaan itu, membuat Qibo menghentikan langkahnya dan mencoba memikirkan suatu hal.

__ADS_1


__ADS_2