
Qibo menghentikan langkahnya, secara tidak sadar, Yanxun mengungkap fakta mengejutkan sebelumnya.
Qibo telat menyadari hal mengenai identitas yang di sebutkan. Yanxun membahas Zhu Zhishu yang ternyata adalah Master Shi, sedangkan Qibo sendiri membahas Zhan Xishi yang merupakan Master Shi.
Dia baru sadar, Zhan Xishi dan Zhu Zhishu adalah orang yang sama.
Namun, di samping itu, dia masih bingung mengenai perubahan sifat Zhishu yang sekarang ini.
Dia nampak lebih dingin, tatapan tajamnya, bahkan segala tawanya terlihat lebih menyeramkan. Selain itu, Zhishu yang saat ini seolah hanya menunjukkan sisi gelapnya tanpa memperlihatkan sifat yang biasa Xishi tunjukkan.
' Mereka serupa tapi tak sama.. Mungkinkah mereka kembar? Pertanyaan ini, seharusnya bisa di jawab oleh Kakak tertua, bukan? ' gumam Qibo dalam hati.
Setelah turun gunung, Qibo dan Yanxun berpisah di tengah jalan. Yanxun akan kembali ke Kota Ming, sedangkan Qibo akan kembali ke Desa Luo untuk menanyakan sesuatu pada Zheyan.
Sementara itu, di menara tinggi Ye Shashou, Raja Xiali masih berada di kamar Zhishu dan menemaninya. Sedangkan Zhishu sendiri masih belum sadarkan diri.
Malam harinya, Zhishu terbangun, dia melihat sekitar namun tidak ada siapapun. Hanya ada bau wangi Raja Xiali yang tertinggal di kamarnya.
Zhishu menurunkan kakinya dan duduk di tepi tempat tidur sambil mencoba menstabilkan pandangannya.
' Aku terlalu memaksakan.. Sudah cukup, Zhu Zhishu.. ' gumam batinnya.
Zhishu melangkah menuju jendela, dia menatap bulan yang membulat sempurna di langit.
Tak lama setelah itu, sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Seperti biasa, dia selalu memeluk Zhishu dari belakang.
" Mengapa bangun? Tubuhmu sedang tidak sehat, aku tidak suka kau pingsan di hadapanku! "
" Yang Mulia Raja Xiali, jika kau tidak suka kau bisa langsung menyembuhkan ku.. Tidak perlu memarahiku seperti ini! " balas Zhishu.
" Tidak. Jika aku melakukannya, kau tidak akan pernah kapok dan kurang peduli pada tubuhmu sendiri.. Aku sudah mengambil hal itu dari tubuhmu, jadi tanpa bantuan ku, kau tidak bisa menetralkan luka ataupun rasa sakit dalam sekejap! " jelas Raja Xiali.
Mendengar hal itu, Zhishu mulai mengerti, yang memberi kemampuan itu adalah Raja Xiali, tidak mengherankan jika Zhexuan dan Zheyan tidak memilikinya.
Tak lama setelah itu, Raja Xiali melepaskan pelukannya, lalu memakaikan sebuah jubah pada tubuh Zhishu.
" Jika kau tidak bisa menjaga tubuhmu sendiri, bagaimana caramu menjaga orang-orang mu? Lakukan dari dirimu sendiri, seorang pemimpin harus berpikir jernih, tidak semua orang memiliki tubuh sepertimu, ingat itu.. " pungkas Raja Xiali sebelum akhirnya menghilang.
Zhishu membalikkan tubuhnya dan tidak melihat siapapun disana. Saat dia menurunkan pandangannya, dia terkejut saat melihat jubah merah mencolok dengan motif naga emas.
Wanginya sama seperti wangi tubuh Raja Xiali, namun Zhishu tidak menunjukkan ekspresi apapun setelah menunjukkan wajah terkejutnya.
" Setidaknya, katakan padaku kalau kau mau pergi! " gumam Zhishu pelan.
Keesokan harinya, Zhishu mengumpulkan kembali para mata-matanya dan mengadakan pertemuan penting.
Para mata-mata itu kembali menyebar, ke lima penjuru kota. Si Yin akan ikut bersama Zhishu dan Xuemei ke ibukota, sedangkan Limei akan tetap berada di gunung untuk berjaga-jaga.
Diwei Ling pun akan ikut serta menjadi mata-mata di Ibukota sambil menjaga Zhishu dan Xuemei. Dengan begini, tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Zhishu turun gunung saat sore tiba, sedangkan para mata-matanya turun saat malam hari tiba.
Ini adalah kali pertama Bai Xuan Xuemei pergi ke Ibukota. Dia sangat bersemangat untuk pergi kesana, meskipun Zhishu sendiri tidak tahu bahaya macam apa yang ada di depannya. Dia menyadari resiko yang besar saat membawa seorang anak, namun keinginannya untuk membahagiakan Xuemei tidak bisa di hentikan begitu saja.
Tidak seperti biasanya, Zhishu kali ini keluar dengan memakai pakaian gelap dan jubah dengan warna yang senada.
Hal yang asing pun ia lakukan, jika sebelumnya dia selalu menutupi wajahnya dengan menggunakan masker atau topeng. Kali ini, dia tidak memakai satu pun di antara dua tanda pengenalnya.
Sementara, sebagian ucapan Diwei Ling kemarin hanyalah akal-akalannya saja. Dia tidak tahu kalau Zhishu benar-benar akan keluar tanpa menggunakan topengnya.
Namun, mengenai Zhishu yang melepas Qibo itu benar adanya, Zhishu memang menitipkan pesan demikian pada Diwei Ling untuk disampaikan kepada Qibo.
Zhishu pergi menggunakan kereta kuda, karena salah satu penduduk Bai Xuan dengan senang hati akan mengantar mereka.
Saat malam semakin larut, Zhishu baru saja tiba di Ibukota, namun pemilik penginapan masih menyempatkan diri untuk menyambut kedatangannya.
Zhishu akan menempati kamar biasa, sedangkan Si Yin akan berada di kamar yang sama dengan Xuemei untuk melindunginya.
Zhishu juga menyarankan pak kusir untuk menginap sampai pagi tiba. Tanpa butuh tekanan apapun, dia pun mengiyakannya.
Sementara, saat Zhishu memasuki kamarnya, sebuah suara seruling terdengar familiar di telinganya. Namun, dia tidak ingat dimana tepatnya dia mendengar suara ini.
' Irama yang terdengar begitu sedih ini, dimana kira-kira aku mendengarnya? Atau cuma perasaanku saja? ' gumam Zhishu bertanya-tanya.
Namun, karena penasaran, Zhishu pun akhirnya keluar, dia menuju ke arah sumber suara dan berhenti di kejauhan.
Seorang laki-laki yang sempat ia kenal tengah meniup seruling di atas atap.
" Liu Xingsheng? Mungkinkah dia pernah memainkannya di hadapanku? Sepertinya tidak mungkin! " gumam Zhishu seorang diri.
Saat Zhishu berbalik, sebuah tangan hinggap di bahunya. Tangan itu terasa begitu dingin, hingga dinginnya seolah menyentuh kulitnya.
Perlahan tangannya diam-diam meraih pedang, sebelum akhirnya dia mulai berbalik dan meluncurkan serangannya dengan mengayunkan pedang kuat-kuat.
Zhishu melihat Xingsheng menghindari serangannya, namun setelah serangannya meleset Zhishu berhenti dan menyimpan kembali pedangnya.
__ADS_1
Sementara Xingsheng memasang wajah terkejut, bukan karena Zhishu menyerangnya secara tiba-tiba, melainkan karena gadis yang ia kenal seharusnya begitu berbeda dari yang terakhir kali ia temui.
Zhishu menegakkan kembali tubuhnya.
" Ku pikir siapa, ternyata Tuan Muda Liu, maaf karena menyerang tiba-tiba.. " ujar Zhishu santai.
" Tidak apa-apa, itu salahku karena tiba-tiba menghentikan mu.. " balas Xingsheng.
" Apa ada sesuatu yang salah dalam diriku? Kau melihatku seolah-olah aku tidak seperti biasanya. " ucap Zhishu.
" Iya, kau tidak biasanya keluar secara terang-terangan seperti ini.. " ujar Xingsheng.
" Oh, topengku di rusak oleh seseorang, jadi aku berfikir untuk tidak perlu menggunakan topeng itu selama aku tidak memimpin Pembunuh Malam.. " jawab Zhishu.
' Pembunuh Malam? Apa dia berfikir aku sedang membicarakan Master Shi? Bahkan dia menyebut topeng di bandingkan masker.. Apa dia benar-benar berhasil membakar ingatan Zhan Xishi? ' gumam batin Xingsheng bertanya-tanya.
" Ada suara.. " celetuk Zhishu tiba-tiba.
Saat Xingsheng tersadar, dia pun mencoba mendengar baik-baik, tetapi belum sempat dia menangkap suara, Zhishu lebih dulu bergerak.
Tanpa pikir panjang, Xingsheng pun mengikutinya dan melupakan peringatan yang sempat di sampaikan oleh Raja Xiali kepadanya.
Zhishu berhenti tepat disisi Utara kota, disana ada sebuah hutan yang menjadi perbatasan antara ibukota Jianyi dengan Kota Tang.
Zhishu turun dan mengejar pergerakan aneh di dalam hutan, namun dia berhenti di satu titik karena menghilangnya hal mencurigakan.
" Apa yang kau dengar sebenarnya? " tanya Xingsheng.
" Sebuah suara aneh, " jawab Zhishu.
" Seperti apa? " tanya Xingsheng lagi.
" Mayat hidup dan teriakan orang meminta tolong.. " jawab Zhishu.
' Heh? Hutan ini cukup jauh dari titik awal kita pergi, bagaimana bisa indera pendengarannya menjangkau tempat sejauh ini? ' gumam Xingsheng dalam hati.
Zhishu kembali berjalan menuju ke titik sebelumnya, sementara Xingsheng masih mengikuti di belakangnya sambil terus mengipasi dirinya sendiri.
Keduanya hening sampai Zhishu mempercepat langkahnya.
" Heh, Master Shi.. Tunggu dulu! Jangan tinggalkan aku di hutan menakutkan seperti ini!! " teriak Xingsheng sambil mengejar Zhishu.
Zhishu berhenti tepat di depan seorang laki-laki yang tengah tersungkur di tanah. Xingsheng menghampirinya dan mencoba melihatnya lebih dekat.
" Entahlah, dia sudah mati namun terlihat masih hidup! " jawab Xingsheng.
" Mungkin seharusnya aku tidak bertanya demikian! " gumam Zhishu.
" Kau mengatakan sesuatu? " tanya Xingsheng.
" Cuma perasaanmu saja! " balas Zhishu.
Tanpa berlama-lama lagi, Zhishu membalik tubuh laki-laki itu dan melihat bekas gigitan di lehernya. Sekilas saja dia langsung bisa menyimpulkan sesuatu.
" Bekas gigitan? " gumam Xingsheng.
" Kau tahu sesuatu? " tanya Zhishu.
" Ratusan tahun yang lalu hal yang sama pernah terjadi, gigitan ini berasal dari mayat hidup atau Jiangshi! " jawab Xingsheng.
" Ratusan tahun yang lalu? Kau pikir kau sudah hidup berapa lama? " tanya Zhishu sambil bergumam.
' Sial! Aku kelepasan! ' gerutu Xingsheng dalam hati.
" Jiangshi menyerap energi kehidupannya, laki-laki ini sudah mati, namun karena racunnya menyebar dalam tubuhnya, kemungkinan besar dia juga akan bangkit dan menjadi Jiangshi. " ujar Zhishu.
" Lalu, apa rencana mu? " tanya Xingsheng.
" Selama dia tidak mengancam orang-orang ku, aku tidak akan mempermasalahkannya, sepertinya akan seru jika ibukota di serang oleh jiangshi. " jawab Zhishu.
' Dia masih sama menyebalkan nya! ' gumam Xingsheng dalam hati.
" Jiangshi tidak akan bertahan di bawah sinar matahari, dia akan musnah setelah pagi datang dan akan menyerang saat malam hari tiba. " ucap Xingsheng.
" Heh, aku tidak peduli! Kau bisa mengurusnya kalau kau mau! " ujar Zhishu lalu melenggang pergi.
Sementara Xingsheng masih ada di tempat sambil memikirkan cara untuk menghentikan laki-laki itu sebelum berubah menjadi Jiangshi.
Setelah mendapatkan ide, dia memanggil Bei Liang untuk datang dan mengurus pekerjaannya.
Saat pagi tiba, Ibukota Jianyi di gemparkan dengan kematian seorang laki-laki tua. Kondisinya sama seperti mayat yang Zhishu dan Xingsheng temukan semalam.
Zhishu hanya mendengar cerita tersebut dari Si Yin yang baru saja kembali setelah mengajak Xuemei berkeliling.
Zhishu memang memutuskan untuk keluar saat matahari terbenam, bagaimana pun juga kenyataan dia masih ingin menyembunyikan identitasnya tidak bisa di pungkiri.
__ADS_1
Namun, setelah mendengar rumor tersebut, dia berubah pikiran dan berniat pergi keluar untuk menemui seseorang.
Xuemei dan Si Yin pun ikut bersama Zhishu dengan sedikit menjaga jarak darinya.
Zhishu tidak menggunakan masker ataupun topeng, dia hanya menutupi kepalanya menggunakan jubah berwarna ungu gelap.
Tujuannya adalah kedai terbesar di ibukota Jianyi, disana adalah tempat yang tepat untuknya menemui Xingsheng.
Namun, sesampainya disana, Zhishu tidak dapat menemukan Xingsheng, tak lama ia sampai, Bei Liang datang menghampirinya.
" Master Shi? " gumam Liang dengan raut wajah terkejut.
" Bisakah kau tidak menyebutnya di tempat umum? Aku ingin menemui Liu Xingsheng.. " ujar Zhishu dingin.
" Tentu, aku akan memanggil Master untuk--
" Zhu Zhishu! " potong Zhishu saat sadar Liang bingung dengan panggilannya.
' Heh, Nona ini memakai nama Bai Long Qishi??? '
" Baik! "
Liang pergi, sedangkan Zhishu duduk di tempat yang berbeda dengan Xuemei dan Si Yin.
Tak lama setelah dia duduk, sekilas pandangannya menangkap sosok pria yang terlihat familiar.
Namun, saat dia mencoba mengingat, Zhishu malah merasa sakit kepala hingga berhenti untuk mencoba mengingatnya.
Sementara laki-laki itu merasakan kehadiran sosok yang familiar, namun sama-sama tidak bisa mengingat.
' Mata itu, seolah aku pernah menatapnya, namun siapa gadis itu? Mungkinkah gadis bermasker sutra? Tidak biasanya dia melepas masker dan berpakaian gelap, dibandingkan dengan gadis bermasker sutra, dia lebih mirip dengan Master Shi! ' gumam batin Yuwen Huanran sambil berlalu.
Selang beberapa saat setelah Huanran berlalu, Xingsheng datang bersama dengan Bei Liang.
Xingsheng duduk di bangku seberang Zhishu, mereka hanya terpisah oleh sebuah meja yang tertata beberapa makanan dan teh di atasnya.
" Kau juga boleh duduk! " ucap Zhishu dingin.
Tanpa bisa menjawab, Liang pun duduk bersama mereka.
" Aku akan langsung ke intinya, ini mengenai mayat laki-laki tua, apa dia adalah mayat yang kita temukan semalam? Meski tidak bertanya aku tahu kau sempat melihatnya! " ujar Zhishu.
" Dugaan mu tepat, namun mayat kali ini berbeda, aku akan mengatakan kalau kedua mayat ini di bunuh oleh Jiangshi yang sama! " ujar Xingsheng.
" Kau tahu cara mengalahkannya? " tanya Zhishu.
" Apa akhirnya kau akan menarik kembali ucapan mu? " tanya Xingsheng.
" Entahlah, hanya saja kekuatan Jiangshi melebihi kekuatan manusia biasa. Jika banyak korban jiwa akan lebih sulit lagi mengalahkannya! " jawab Zhishu.
' Ku jilat ludahku sendiri! '
^^^.^^^
^^^.^^^
^^^.^^^
^^^.^^^
^^^.^^^
^^^.^^^
^^^.^^^
^^^.^^^
...Bonus!...
Pengenalan Karakter:
...Zhu Zhishu...
Seorang gadis yang di lahirkan untuk berjodoh dengan Penguasa Alam Baka karena perjanjian yang dibuat oleh ibunya, Zhong Qian Ling. Mengharuskan dirinya hidup dalam pengasingan, beruntung dia memiliki seorang kakak yang ingin menjaganya dan bersedia hidup dalam posisi yang sama dengannya, Zhu Zheyan.
Zhishu dan Zheyan, diadopsi oleh seorang kepala desa yang juga merupakan tabib terkenal bernama, Zhan Cheng.
Cheng saat itu sudah memiliki dua orang putra, yakni Zhan Qibo dan Zhan Hua, namun dia dengan senang hati menerima Zheyan dan Zhishu. Dia pun mengganti nama mereka dan memberikan marganya, hingga Zhishu di kenal sebagai Zhan Xishi dan Feng sebagai Zhan Feng.
Seiring berjalannya waktu, Zhishu mulai menyadari nama aslinya dan memberitahukannya pada orang yang ia percaya. Untuk yang pertama kalinya dia memperkenalkan diri dengan nama Zhu Zhishu pada Shingming Qianfan. Seorang Master sekaligus cinta pertamanya.
Namun, setelah mengalami serangkaian masalah, dia mulai mengganti namanya lagi saat memimpin Desa Bai Xuan. Sejak saat itu, Zhishu mulai di kenal sebagai Bai Xuan Zhishu.
__ADS_1