Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley

Destiny Chief Assasins And Lord Of The Ghost Valley
Pemimpin Desa Bai Xuan


__ADS_3

..." Emosi memang hal yang aneh, terkadang membantu keluar dari masalah dan kadang juga malah membuat masuk ke dalam masalah....


...Semua itu tergantung pada siapa yang mengendalikannya! "...


...- Zhan Xishi -...


 


Xishi menggenggam pedang yang mengarah ke lehernya, lalu ia arahkan ke arah dimana seharusnya letak jantungnya berada. Darah mengucur dari sela-sela genggaman, cukup mengotori pedang Zhiyu.


" Jika kau ingin membunuhku dalam sekali tusuk, disinilah tempat yang tepat! " ujar Xishi dingin.


Zhiyu membelalakkan matanya tak percaya, seketika ia sadar apa yang ia lakukan adalah salah. Xishi maju satu langkah dan membuat ujung pedangnya menyentuh dadanya, hingga darah pun perlahan membasahi area yang tertusuk. Melihat hal itu, Zhiyu buru-buru melemparkan pedangnya, naas hal itu malah membuat sayatan di telapak tangan Xishi semakin melebar.


" Kau begitu arogan sebelumnya, sekarang mengapa jadi begitu ketakutan? Ingat baik-baik, aku tidak takut pada kematian! Aku hanya takut seseorang melupakan apa yang telah aku lakukan demi mereka! " ujar Xishi.


Xishi berbalik dan langsung naik ke kudanya, sementara Qibo mencoba menahannya dan memintanya mengobati lukanya lebih dulu.


" Xishi, mari balut lukamu dulu, kalau tidak itu akan infeksi! " ujar Qibo.


" Perjalanan ku masih jauh, luka ini tidak akan membunuhku dalam sekejap, aku akan mengobatinya begitu sampai, jika ada pihak organisasi pembunuh yang melihatku mungkin mereka akan mengikutiku, aku punya rencana untuk itu, A-Ling! Pimpin jalan! " ujar Xishi.


" Baik, "


Diwei Ling menunggangi kudanya lalu pergi memimpin jalan, sedangkan Xishi mengikutinya dari belakang.


Qibo yang menatap sendu kepergian adiknya dalam keadaan terluka pun secara mendadak mengubah ekspresi nya menjadi begitu marah. Dia pergi menghampiri Zhiyu lalu menarik pakaiannya.


" Kenapa??? Kenapa kau begitu ingin melukainya?? Tak cukup menuduh tanpa bukti, karena merasa di permalukan kau malah ingin membunuhnya! Sialan! Aku tidak tahu kalau orang terhormat dari Klan Hēilóng mempunyai pemikiran begitu dangkal!!! " sarkas Qibo.


Belum sempat melayangkan tinjunya, Hua dan Yan Xin datang menjauhkan Qibo dari Zhiyu. Qibo begitu marah setelah melihat apa yang terjadi, sedangkan Zhiyu mendadak menjadi orang bodoh yang bahkan tak mengucapkan sepatah kata pun.


" Kakak!! Tenanglah, kendalikan amarahmu!! " ujar Hua.


" Bagaimana bisa aku tidak marah, jika saja kau disini kau pasti akan melakukan hal yang sama denganku!! " balas Qibo.


" Tapi, bagaimana pun juga, kau harus tetap tenang, orang-orang melihatmu! " ucap Hua lagi.


" Hua'er!! Apa kau juga tidak akan melakukan hal demikian? Bagaimana jika aku katakan, kalau Zhiyu ini sudah menunjukkan pedangnya ke Xishi! Kau tahu! Adik kita bahkan tak memiliki senjata apapun di tangannya!! " ujar Qibo tegas.


Tangan Hua yang ia letakkan di bahu kakaknya untuk menenangkannya, ia jatuhkan begitu saja. Kepalannya semakin kuat sebelum akhirnya kepalan itu di layangkan dan mendarat di pipi Zhiyu.


" Keparat! Tak peduli siapa dirimu, kau tidak pantas menindas target yang jelas-jelas bisa mati kapan saja!!! " teriak Hua kuat-kuat.


" Hua'er tenang dulu, apa maksudnya target? " tanya Yan Xin yang ikut bingung memahami situasinya.


Qibo dan Hua memiliki perasaan yang sama kepada Xishi, yakni menyayanginya sebagai adik perempuan. Melihat orang begitu menindas nya tentu saja menjadi hal yang tidak enak di dengar oleh keduanya.


" Kakak Yanxin, Tuan Muda Luo, Hua'er, Tuan Muda Zhan.. Ada apa? Apa yang terjadi? " tanya Qinsong yang tiba-tiba ada di tempat bersama Yan Xun.


" Masalah ini, jangan di bicarakan di luar, kembali dulu baru bicara.. " ujar Yan Xin.


Mereka pun akhirnya kembali ke kediaman Song untuk membahas masalah yang di sebabkan oleh Zhiyu. Karena hal ini bersangkutan dengan organisasi dan membahas target seharusnya orang dalam pun perlu mengetahui hal ini, dengan begini, Xishi bisa mendapatkan perlindungan.


Sementara itu, Xingsheng yang juga melihat detai kejadian itu menjadi begitu geram. Dia pun sama marahnya, melihat wanita yang ia sukai di lukai di depan umum. Di samping itu, Bei Liang baru saja kembali dan langsung menghadap ke arahnya.


" Bagaimana? " tanya Xingsheng dengan nada dingin.


" Meski daerah kekuasaannya ada di Utara, namun desa Luo juga ternyata ada di dalam kendali Rubah Pembunuh. Mereka memulai aksinya secara rapih dan membuat rentetan tuduhan untuk membebaskan nama mereka! " jawab Liang.


" Pandai, pandai sekali.. Aku memiliki tugas lain untukmu! " ujar Xingsheng.


" Master.. Bukankah hukumanku sudah selesai? " tanya Liang sedikit mengeluh.


" Apa kau baru saja membantah? Kau mau ku lempar ke alam reinkarnasi dan enyah dari duniaku, huh? " tanya Xingsheng dengan tatapan tajam.

__ADS_1


" A-Liang akan menjalankan nya, tadi itu bukan sengaja, mohon Master memaafkan! " ujar Liang memelas.


" Ku katakan ini adalah tugas, bukan hukuman! " tegas Xingsheng.


" Di mengerti! " balas Liang.


Xingsheng mulai memberikan titahnya kepada Liang, sebelum akhirnya Liang pergi menjalankan tugasnya. Xingsheng juga ikut pergi karena sudah tidak ada tontonan yang menarik lagi.


Disisi lain, tokoh yang sebelumnya sempat bertemu dengan Xishi pun ada di tempat. Hanya saja dia dan Xingsheng tidak saling menemukan meski ada di wilayah yang sama. Keduanya hanya tertarik pada apa yang akan Xishi lakukan, keberanian dan ketegasan Xishi memang menjadi hal yang paling menarik dalam dirinya.


Di balik sikapnya yang di anggap pemalu dan lembut, sisi tegas dan beraninya pada akhirnya di tunjukkan kembali. Yuwen Huanran yang baru beberapa kali bertemu dengan Xishi pun menjadi tertarik.


Meskipun begitu, dibalik banyaknya yang tertarik dan mencoba untuk memiliki Xishi, ada pihak yang selalu siap untuk membunuh siapapun yang berani menyentuh wanitanya.


Tetapi, siapa yang tahu kalau Xishi menyukai siapa, di dalam otaknya yang hanya berisi mengenai identitas asli, sekte rahasia, Pembunuh Malam, Pembantaian Keji dan strategi mengalahkan musuh serta pemberontakan mengenai Gunung Shu selalu berkumpul dan bahkan sampai bertumpuk dalam pikirannya. Bahkan mungkin tak ada celah untuk memikirkan lelaki dalam jangka waktu yang lama.


Terlebih, orang-orang yang tahu watak aslinya mungkin menganggap mustahil Xishi tertarik pada laki-laki. Watak tegas, dingin, keji dan tak pandang bulu selalu melekat dalam dirinya sebagai Master Shi. Sosok yang paling di takuti oleh para bawahannya, bahkan kini dirinya sedang berjalan menuju puncak ketakutan dari rivalnya sekalipun.


Setelah keluar dari Ibukota dan mulai memasuki wilayah hutan timur, Xishi dan Diwei Ling mengubah pakaian mereka menjadi jubah hitam, yakni yang biasa di pakai oleh Pembunuh Malam. Sebelum sampai ke kaki Gunung Qiyi, mereka akan memasuki wilayah Desa Bai Xuan yang memang terletak tepat di kaki gunung.


" Master, luka mu.. " ujar Ling saat mengingat sesuatu.


" Tidak apa, sudah sembuh.. " jawab Xishi.


Percaya tidak percaya itulah kenyataannya, tubuh abadi yang tidak bisa di lukai siapapun, luka semacam sayatan pedang hanya seperti bentol di tubuh Xishi, sekejap saja sudah hilang.


Hari mulai gelap, namun kedatangan Xishi sepertinya tengah di tunggu oleh tamu tak di undang yang mencoba menahannya di Desa Bai Xuan.


" Bulan sabit? " gumam Ling saat mendapati banyak anak panah bermotif bulan di depan pintu masuk desa.


" Tamu ya? Berani sekali membuat keributan di kaki gunung kematian? " gumam Xishi.


Mereka berdua masuk ke dalam dan mendapati banyak warga, Pembunuh Yue dan juga ada beberapa anak didiknya yang terluka. Ling menghampiri salah satu rekannya yang terluka.


" Ada apa? Apa yang terjadi? " tanya Ling.


Mendengar hal itu, Xishi langsung bergerak mencari dimana biang kerok nya berada. Tak lama setelah itu netra nya menangkap penindasan Pembunuh Yue terhadap anak didiknya, bahkan di saksikan secara umum di depan warga yang tengah ketakutan.


" Menjengkelkan! " gumam Xishi .


Sebelum salah satu anggota Pembunuh Yue menusuk anak didiknya, Xishi lebih dulu melompat ke hadapannya dan memotong pedang milik pembunuh Yue, sebelum akhirnya memberi pukulan jantung yang membuatnya tewas di tempat.


" Master Shi.. " panggil Si Yin.


Mendengar panggilan itu, Xishi langsung menghampirinya.


" Si Yin? Bertahanlah sebentar lagi, mengerti? " ujar Xishi.


" Di Mengerti, Master.. " jawab Si Yin.


Xishi menidurkan Si Yin yang memang sudah sangat lemah, lalu bangkit menghadap ke sisa-sisa sampah berkedok Pembunuh Yue di hadapannya.


" Kalian berani masuk tanpa izin, bahkan membuat keributan! Jangan salahkan aku tidak sungkan lagi! " tegas Xishi.


Dengan jubah merah kehitamannya, Xishi menggenggam erat-erat pedangnya, lalu mulai mengurusi sisanya sekaligus. Mereka jelas hanya bawahan yang mati pun tidak akan di sesali oleh atasannya, sangat tidak sepadan dengan seorang Master yang datang seperti malaikat pencabut nyawa.


Setelah semua beres, beberapa anggota tingkat menengah dan atas tiba, mereka langsung berlutut di hadapan Xishi untuk memberi salam kepadanya.


Tangan Xishi sudah berlumuran darah, sedikit merasa jijik karena yang di bunuh olehnya saat ini hanyalah sampah. Ling datang dan langsung membantu membersihkan tangan Xishi.


" Tingkat atas, buru sisa Pembunuh Yue yang melarikan diri, bawa kepalanya kepadaku! Untuk tingkat menengah, bantu Kakak seperguruan mu kembali ke Gunung! " titah Xishi.


" Baik, Master! " jawab mereka serentak.


Mereka semua langsung menjalankan tugasnya sesuai dengan apa yang di katakan Xishi. Sedangkan Xishi menghampiri warga yang tengah terduduk ketakutan, bahkan langkah yang Xishi ambil untuk mendekati mereka pun sangat ingin mereka hindari.

__ADS_1


Melihat tatapan yang penuh keraguan serta gerak gerik yang masih di penuhi ketakutan, Xishi pun tak ingin memaksa dan berjongkok dalam jarak.


" Tenanglah, mereka sudah pergi.. Kalian tidak perlu takut, dan beristirahat lah di rumah.. " ujar Xishi lembut.


' Tak di sangka Master Shi juga memiliki sisi yang lembut seperti ini.. ' gumam Ling yang berdiri di belakang Xishi.


Xishi bangkit, lalu melihat kondisi rumah-rumah yang sudah sedikit rusak, banyak juga yang sudah tewas dan terluka. Jika di biarkan sampai besok mungkin. sebagian yang terluka tidak akan mampu menahannya.


" A-Ling.. " panggil Xishi.


" Ya, Master.. " sahut Ling.


" Panggil beberapa Adik seperguruan mu untuk membantu pemakaman, anak-anak tingkat menengah dan atas yang terlatih pengobatan suruh mereka membantu mengobati luka warga. Pembunuh Yue tidak ahli dalam racun, seharusnya lukanya bisa di sembuhkan dengan mudah! " ujar Xishi.


" Baik! " Jawab Ling lalu pergi.


Xishi berbalik lagi menghadap para penduduk Desa Bai Xuan. Dia tersenyum untuk menarik kepercayaan dari mereka.


" Murid-murid ku akan membantu kalian mengobati luka dan melakukan pemakaman, aku minta maaf karena datang terlambat, seharusnya aku bisa menolong mereka yang kehilangan nyawanya karena para Pembunuh Sampah itu. Besok, aku pastikan murid-murid ku akan membantu memperbaiki rumah yang rusak! " ujar Xishi.


Terdengar gumaman terimakasih dari para penduduk, mereka yang juga melihat aksi Xishi turut bernafas lega dan sangat berterimakasih.


Beberapa warga yang bersembunyi di balik rumah pun keluar untuk melihat situasi yang ada, namun sebagian dari mereka yang mengetahui rumor pembunuh malam malah jadi semakin ketakutan.


" I-itu Master Shi? Pemimpin Pembunuh Tersadis?? " Celetuk seorang warga.


" Benar, mereka adalah pembunuh malam?!! "


Situasi yang sebelumnya tenang menjadi heboh kembali, namun kenyataan ini memang benar. Xishi pun tidak bisa menyangkalnya.


" Benar, aku adalah Master Shi, Pemimpin Pembunuh Malam, Organisasi tersadis di dunia.. Namun, apa kalian melihat aku membunuh salah satu dari kalian? Kalian tidak bisa melihat sekeliling? " tanya Xishi.


Mereka mulai melihat sekeliling, para murid tingkat atas yang terluka karena ikut melindungi desa, para mayat Pembunuh Yue, murid tingkat menengah yang tengah mengobati penduduk serta beberapa yang lainnya mengumpulkan mayat penduduk untuk di kenali oleh keluarganya.


Lalu, seorang bocah laki-laki kecil berlari ke hadapan Xishi dengan membelakangi Xishi dan merentangkan tangan dan kakinya. Lalu, dia berteriak keras pada laki-laki yang mewaspadai keberadaan Xishi.


" Kakak ini orang baik, dia membunuh mereka yang mencoba membunuh kami, kakak juga akan membantu memperbaiki rumah yang rusak! Dia tidak jahat! "


Teriakan penuh dengan penentangan ini mampu membuat Xishi menarik sudut bibirnya, dia berjongkok menyamakan tingginya dengan bocah mungil itu.


" Aku sangat kagum dan juga berterimakasih pada keberanian mu yang membelaku. Tapi, paman ini adalah orang yang lebih tua darimu, lain kali kau tidak boleh berteriak padanya, ya? " ujar Xishi.


" Baik, " jawabnya.


" Siapa namamu? " tanya Xishi.


" Xuemei.. " jawabnya.


" Aku akan mengingat mu, Xuemei.. " balas Xishi lalu mengusap kepala anak itu sebelum akhirnya kembali berdiri.


" Urusanku sudah selesai, aku tidak akan menarik kembali kata-kata ku, jadi mohon izinkan aku membantu kalian.. " ujar Xishi sambil membungkukkan tubuhnya membuat penduduk sekalian merasa tidak enak.


Laki-laki yang mewaspadai Xishi sebelumnya mendadak bersujud di depan Xishi. Dia memohon maaf kepada Xishi yang jelas-jelas sudah membantu melindungi desa.


" Tidak apa-apa, desa ini tepat berada di kaki gunung kematian milikku, aku merasa memiliki hak untuk melindunginya.. Bangunlah.. jangan bersujud pada orang seperti ku! " ujar Xishi.


" Master, jika Anda bersedia, kami akan tetap berada di pihak mu, mengikuti dan setia padamu. Master mohon terima kami sebagai pengikut mu.. " ujarnya.


" Ah, jang-- "


" Kami akan mengikuti dan setia pada Master Shi, mohon Master menerima Kami! "


Seketika warga yang lain pun ikut bersujud, bahkan anak kecil tadi juga sudah bersujud di kaki Xishi. Anak murid Xishi yang tengah melakukan tugasnya pun ikut terdiam saking terkejutnya.


' Ini membuatku teringat pada masa itu? Haruskah aku menjalankan perintah mu, Guru? ' gumam Xishi.

__ADS_1


" Baiklah, karena kalian mempercayaiku, maka Aku Master Shi, kini adalah Bai Xuan Zhishu, akan memimpin dan melindungi Desa Bai Xuan! Siapapun yang berani membawa hal buruk ke Desa ini, ku pastikan hari-hari nya bagai neraka! Aku akan membuat dia memohon untuk mati kepadaku! " tegas Xishi.


Semua orang kini meneriakkan namanya sebagai pemimpin sekaligus pelindung mereka. Namun, di samping itu, mereka juga membuat kesepakatan dengan Xishi, kesepakatan yang menguntungkan satu sama lain.


__ADS_2