
Nuan menatap Zhishu dengan raut wajah penasarannya, dia tidak sabar mendengar jawaban Zhishu mengenai perasaannya pada Qianfan. Namun, setelah mendengar pertanyaan tersebut, Zhishu malah memasang wajah bingungnya.
" Kakak? Apa maksudnya menyukai Master? Apa itu sama seperti aku menyukai pedang? " tanya Zhishu.
Nuan menghela nafas, benar-benar di luar dugaan kalau akan mendapatkan pertanyaan seperti ini.
' Bagaimana bisa aku tidak menyadari kalau A-Shi hanya seorang gadis empat belas tahun.. Mungkin belum waktunya untuk dia mengerti mengenai hal ini.. ' gumam batin Nuan.
" Kakak? " panggil Zhishu.
" Hm? "
" Kau belum menjawab pertanyaan ku.. " ujar Zhishu.
" Daripada itu, mengapa tidak cepat belajar guzheng? Bukankah kau ingin mempelajarinya karena Kakakku sering memainkannya untuk mu? " tanya Nuan mengalihkan pembicaraan.
" Haahhh.. Baiklah.. Bisakah kau memainkannya sekali lagi untukku? " ucap Zhishu sambil menunjukkan wajah imutnya.
" Pandai sekali menggoda, baiklah, perhatikan ini baik-baik.. " ujar Nuan.
Kedekatan antara Qianfan dan Zhishu terus berlanjut hingga waktu telah terhitung satu tahun lamanya semenjak pertamakali Qianfan menolong Zhishu. Mereka kian mendekat, begitu juga dengan Nuan yang sudah dianggap seperti kakak perempuan bagi Zhishu. Sementara itu, perdebatan kecil masih sering terjadi diantara Zhishu dan Yanxun. Bahkan, sesekali Yanxun yang memoles keahlian pedang Zhishu yang ia pelajari dari Masternya, Shingming Qianfan.
Mengenai hal ini, Marga Zhan yang lainnya hanya tahu Zhishu belajar bersama temannya di kota tetangga tanpa peduli siapa yang menjadi gurunya, serta siapa teman yang dia maksud. Berikut juga baik Qianfan, Nuan maupun Yanxun tidak ada yang lebih paham mengenai siapa Zhishu sebenarnya.
Zhishu hanya ingin di panggil "Shi" oleh mereka bertiga, meski sebelumnya dia sempat memberitahu nama aslinya pada Qianfan, namun dia percaya, selama ini identitas yang sebenarnya belum benar-benar diketahui.
Disisi lain, Qianfan sendiri sudah menemukan celah mengenai asal usul Zhishu. Dia mencari tahu mengenai marga Zhu, tato naga putih serta pedang perak bermotif sama dengan tato yang ada di punggungnya. Lama ia mencari, akhirnya dia menemukan titik cerah.
Dikatakan dalam sejarahnya, Dewa Pedang, Zhu Zhaoyang memiliki tiga keturunan, dua putra dan seorang putri. Hanya saja, nasib baik tidak berpihak pada putrinya yang meninggal setelah di lahirkan. Tak lama setelah itu, kabar putra tertuanya juga tidak terdengar lagi. Seiring berjalannya waktu, nama Zhu Zhexuan muncul dan di kenal sebagai putra tunggal Dewa Pedang Zhu Zhaoyang. Dia diangkat menjadi Bai Long Qishi satu-satunya. Meski tidak ada yang tahu alasan sebenarnya.
Sedangkan, Bai Long Qishi sendiri adalah julukan khusus untuk ksatria yang di lindungi oleh roh suci dari sosok menyerupai Naga, meskipun di katakan sebagai ksatria naga putih, namun roh yang ia miliki adalah sesuatu yang istimewa dengan bentuk Naga Emas yang sempurna. Sedangkan, Zhexuan sendiri tidak pernah menunjukkan roh penjaganya, hingga hal ini tidak dapat di percayai oleh Qianfan sendiri.
Dalam hal ini, Qianfan mempercayai kalau Zhishu adalah Bai Long Qishi yang sebenarnya. Keyakinannya di perkuat dengan keahlian Zhishu yang bisa langsung menguasai berbagai jurus hanya dalam sekali lihat, bahkan dalam jurus yang sulit sekalipun, Zhishu langsung bisa menangkapnya dan menghafalnya tanpa kesalahan sedikitpun.
Tidak mengherankan jika benar darah dewa pedang mengalir dalam dirinya, faktor keturunan juga dapat memicu timbulnya hal ini. Meski dia tidak tahu apa yang membuatnya diasingkan, namun dia sangat yakin ada hal yang sedang di rahasiakan Zhu Zhaoyang mengenai Zhu Zhishu.
Sangat tidak masuk akal jika seorang Dewa Pedang membuang darah dagingnya sendiri, kecuali jika hal itu bersikap merusak dan mengancam. Oleh karena itu, Qianfan masih terus mencari kebenarannya secara diam-diam, meski dia tahu akan sulit mengatakannya pada Zhishu sendiri.
Waktu terus berlalu, Qianfan masih terus mencari tahu mengenai Zhishu, sedangkan Zhishu sendiri sudah mulai menunjukkan perkembangannya dalam ilmu pedangnya. Bahkan, Yanxun sendiri sudah di kalahkan olehnya berkali-kali.
Tepat saat Zhishu menginjak umur lima belas tahun, berbagai konflik mulai muncul, banyaknya masalah itu membuatnya sulit untuk bertemu dengan Qianfan. Sedangkan, saat Qianfan sedang sibuk mengurusi masalah internal dalam keluarganya, Zhishu malah menyadari perasaannya.
Gunung Qiyi mulai sepi semenjak hari ini, semakin lama kondisinya semakin tidak terawat. Zhishu datang setiap hari dan menunggu kedatangan Qianfan di teras, namun hari yang sama terus berulang kali terjadi. Zhishu selalu pulang dalam keadaan kecewa, dia bahkan tidak bisa menemui Nuan maupun Yanxun. Tidak ada sumber yang bisa ia tanyai, Kediaman Shingming yang megah itu kini hanya menyisakan kenangan yang berselimut kesunyian.
Keesokan harinya, Zhishu mulai kehilangan harapan, meskipun dalam hatinya dia sangat yakin kalau Qianfan akan kembali. Dia meyakinkan hatinya sendiri berkali-kali agar tidak berfikir macam-macam mengenai Qianfan.
" Zhan Xishi? " panggil seseorang.
Zhishu menoleh dan mendapati Qibo tengah membawa beberapa pedang di pundaknya.
" Mau pergi ke ibukota? " tanya Zhishu.
" Iya, jika berkenan maukah kau menemani kakakmu ini.. " ajak Qibo.
" Baiklah, tunggu sebentar, aku akan meminta izin pada Ayah.. " balas Zhishu lalu beranjak.
Tak lama setelah itu, Zhishu kembali dengan masker sutra yang menutupi sebagian wajahnya. Qibo juga memberikan payung berwarna putih senada padanya, hanya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu turun hujan.
__ADS_1
Setelah satu tahun silam, Zhishu akhirnya menginjakkan kakinya lagi ke tanah Ibukota Jianyi. Dia terlalu fokus pada pembelajarannya hingga melupakan kebiasaannya yang selalu mengikuti Qibo kemanapun dia pergi.
" Dari motifnya, apa ini pesanan Klan Shèng yīng lagi? " tanya Zhishu.
" Iya, kau tahu itu, mereka adalah langganan ku.. Aku akan mengantarnya, jika kau lelah, tunggulah aku di kedai biasa, aku akan menjemputmu jika sudah selesai.. " jawab Qibo.
" Padahal ini tinggal sedikit lagi, tapi Kakak sudah berkata demikian, apa boleh buat.. Aku akan mengisi energi ku disana, jadi cepatlah kembali.. " ujar Zhishu.
" Baiklah baiklah, nona Zhan.. " balas Qibo lalu melenggang pergi.
Tepat setelah punggung Qibo mulai tak terlihat lagi, hujan turun, Zhishu menepi sebentar di depan kedai.
" Apa Kakak Kedua dukun? Bagaimana bisa ucapannya sangat tepat? " gerutu Zhishu.
Saat Zhishu mengangkat wajahnya, dia terkejut, tatapannya terpaku pada gerbang kediaman yang ada di depannya.
" Kediaman Shingming? " gumamnya.
Entah apa yang tengah ia rasakan saat ini, air matanya menetes begitu saja. Mengetahui hal itu, artinya sejak tadi dia berdiri tepat di hadapan kediaman Shingming. Namun, jika benar disini, lalu di Gunung Qiyi itu apa.
Zhishu menepis pemikirannya yang di anggap berlebihan, dia mulai mengangkat payungnya dan bersiap melangkahkan kakinya.
" Marganya kebetulan sama, tidak mungkin kan dia disini.. " gumamnya meyakinkan dirinya sendiri.
Namun, saat dia mulai melangkah, orang-orang yang ada di kedainya mulai bergosip, sebuah nama yang di ucapkan membuat Zhishu menahan langkahnya.
" Kau dengar, Pernikahan antara Tuan Muda Shingming dan Nona dari keluarga Mo akan di adakan di Kediaman Song dalam beberapa bulan kedepan.. "
" Adiknya Shingming Nuan telah menikah lebih dulu bahkan putranya sudah menginjak umur dua tahun, namun Shingming Qianfan baru akan menikah, dia terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya hingga tidak memikirkan pernikahannya dengan Nona Mo.. "
" Benar, jika ada yang ia sukai ia tinggal melamarnya, dia tampan, ahli pedang dan pandai mengurusi masalah kota.. Siapa yang tidak tertarik dengan anak muda sepertinya! "
Kali ini mendengar semua pembicaraan itu, benar-benar membuat Zhishu membuang air matanya. Dengan tatapannya yang kosong, dia menangis tanpa suara. Kakinya melangkah dengan sendirinya dan segera menjauh dari kedai itu.
' Heh, benar disinilah dia seharusnya.. Dia akan menikah, bukankah itu bagus? Namun, entah mengapa dadaku terasa sakit setelah mendengar hal itu, sesuatu memaksaku untuk berteriak meluapkan amarah, tetapi apa sebenarnya yang membuatku begitu marah? ' gumam batin Zhishu.
Hujan semakin deras, langkah kaki Zhishu terus membuatnya semakin menjauh dari tempat semula. Saat Zhishu mencoba mengumpulkan fokusnya, samar dia melihat laki-laki yang seharusnya ia kenal. Dengan payung merahnya dia berjalan dari arah yang berlawanan hingga melewati Zhishu.
" Shingming Qianfan.. " panggil Zhishu.
^^^(Zhu Zhishu)^^^
Langkah Qianfan terhenti, meski samar namun dia bisa mengenali suara itu. Dia berbalik dan mendapati seseorang dengan pakaian serba putihnya berjalan menjauh. Dia nampak ragu, namun suara yang baru saja memanggilnya tidak mungkin sebuah halusinasi. Dengan sedikit lantang, dia pun memanggil kembali orang yang ia duga.
" Zhu Zhishu! "
^^^(Shingming Qianfan)^^^
Langkah Zhishu benar-benar terhenti, namun segera ia sadari dan langsung melemparkan payungnya ke arah Qianfan sebelum akhirnya melarikan diri. Namun, Qianfan tentu tidak akan melepaskannya semudah itu, dia mengejar dan tidak mempedulikan teriakan pengawal kediaman yang memanggilnya.
Qianfan terus mengejar hingga Zhishu berhenti tepat di tengah-tengah hutan Luoxia, tanpa mau berbalik dia dengan segan menyuruh Qianfan menjauh.
" Pergilah! " ujar Zhishu.
__ADS_1
" Apa yang terjadi? Mengapa kau melarikan diri? " tanya Qianfan.
" Bukankah seharusnya aku yang berkata demikian? Mengapa kau pergi tanpa memberitahuku apapun, kau menghilang tanpa jejak, hingga hujan datang dan memberiku kabar pernikahan mu.. " jawab Zhishu.
Qianfan terdiam, dia mengerti adanya rasa kecewa dalam hati Zhishu, namun dia tidak tahu harus menjelaskannya darimana.
" Zhishu--
Zhishu berbalik dan membungkuk layaknya seorang murid pada gurunya.
" Maafkan Zhishu yang sudah bersikap tidak sopan, Master. Namun, sepertinya mulai hari ini Zhishu akan berhenti berguru padamu.. Terimakasih untuk ilmunya.. " ujar Zhishu lalu berbalik dan melangkah pergi.
Namun, sebelum langkahnya menjauh, Qianfan berlari ke arahnya dan memeluknya dari belakang. Mata Zhishu terbelalak sebagai bentuk responnya terhadap hal yang di lakukan oleh Qianfan.
" Zhishu.. Apa kau benar-benar belum menyadarinya? Aku.. Tidak mungkin menikah dengan gadis lain.. " ujar Qianfan.
" Itu urusanmu dan kebetulan bukan masalahku, jadi lepaskan aku dan biarkan aku pergi! " balas Zhishu ketus.
" Zhishu.. Setelah sekian lama apakah perasaanmu masih sama? Adakah hal lain yang kau rasakan? Adakah kau merasakan hal yang sama seperti ku? " tanya Qianfan sekali lagi.
" Lepaskan! " ucap Zhishu dingin.
" Aku mencintaimu.. Tetaplah berada di sisiku seperti sebelumnya.. " ujar Qianfan lirih.
" Kau berkata demikian setelah meninggalkanku? "
Zhishu memukul perut Qianfan menggunakan sikunya hingga dia bisa terlepas dari pelukannya. Setelah itu, Zhishu mulai berbalik dan menatapnya dengan tajam. Meskipun begitu, Qianfan tetap bisa menebak kalau Zhishu menangis.
Sebelum dia melangkah maju, Zhishu sudah lebih dulu mengarahkan pedangnya ke leher Qianfan sebagai bentuk peringatan.
" Berhenti mengatakan omong kosong, pulang dan berusahalah agar tidak mengecewakan calon istrimu! Aku hanya seorang murid yang hanya mencoba memeras kemampuanmu! Aku tidak sebaik yang kau kira, jadi jangan bertindak lebih jauh lagi! " tekan Zhishu lalu melangkah pergi tanpa menoleh sedikitpun ke arah Qianfan.
Dalam langkahnya, perlahan Zhishu mulai melepaskan sesaknya, dia juga mulai menyayangkan air matanya.
' Ini sulit, aku tidak tahu, kapan tepatnya aku mulai melihatmu sebagai laki-laki.. Terimakasih karena pada akhirnya aku tahu, kau lebih dulu mencintaiku, sekian untuk Cinta Pertama dan juga Patah Hati pertamanya.. Semoga bahagia, Shingming Qianfan.. ' batin Zhishu.
Semenjak kejadian itu, rumor baru kembali menyebar, rumor mengenai pernikahan antara Shingming Qianfan dan Nona Mo, terdengar sampai ke telinga Zhishu. Namun, Zhishu yang telah lama mengubur perasaannya tentu tidak akan kembali menggalinya, dia membiarkan perasaannya mati bersama kenangannya.
Hingga beberapa bulan kemudian, kabar buruk mengenai munculnya pembunuh bayaran yang menghabisi seluruh kediaman Shingming kembali tersebar. Bahkan, adik perempuan Qianfan, Nuan. Ikut menjadi korban saat dirinya tengah dalam perjalanan menuju pemakaman Qianfan.
Sebelumnya, disaat-saat terakhir Qianfan, Zhishu datang untuk menolongnya, namun dia terlambat dan hanya mendengar satu kalimat yang keluar dari mulutnya.
Rentetan peristiwa menyedihkan itu membentuk kepribadian lain dalam diri Zhishu. Zhishu yang awalnya di kenal sebagai Zhan Xishi yang nakal dan penuh ceria, berangsur-angsur menunjukkan wajah murungnya, lalu tatapan matanya yang mulai terlihat kosong, hingga kemarahan yang meledak tiba-tiba.
Dalam keluarganya, tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya menimpa Zhishu hingga sikapnya berubah drastis. Dia lebih mudah mendendam dan marah.
Zhishu sendiri tidak pernah mengatakan apapun pada ayah maupun kakaknya, dia terbiasa memendam perasaannya sendiri hingga sulit baginya mengutarakan sesuatu.
Namun, seiring berjalannya waktu, Zhishu mulai tenang, meski dia sering kali pergi keluar bahkan sampai tidak pulang berhari-hari. Di sisinya, Limei tidak pernah meninggalkannya, hingga sampai Qibo pun mulai menyisihkan waktu untuk adik perempuannya dengan harapan mengembalikan sosok Xishi yang telah lama hilang.
Kembali ke masa sekarang..
Setelah lama berbincang, Yanxun dan Qibo mulai menggabungkan ceritanya. Dengan begini, Yanxun mendapatkan titik terang mengenai asal muasal Master Shi. Sementara Qibo, memahami sebagian ceritanya. Meski adiknya hanya menyebut dirinya sebagai "Shi" namun, dengan apa yang di ceritakan oleh Yanxun, kecurigaannya menjadi jelas. Zhu Zhishu adalah Zhan Xishi.
" Bagaimana, apa kau memikirkan hal yang sama denganku? " tanya Qibo.
" Mengenai pemicu yang membuat Master Shi menjadi pendendam? Jawabannya mudah saja, dia kehilangan guru sekaligus orang tercintanya yang di bunuh, berikut dia juga kehilangan sosok wanita yang telah lama ia anggap sebagai kakak perempuannya.. Pasti sangat menyakitkan di tinggalkan oleh orang terdekat, namun aku menduga kalau Master Shi sadar akan pembunuhnya, setelah itu dia mulai membantai siapapun yang terlibat dengan Pembunuh Yue.. " jawab Yanxun.
__ADS_1